About us

Golgotha Ministry adalah pelayanan dari Pdt. Budi Asali,M.Div dibawah naungan GKRI Golgota Surabaya untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia dan mengajarkan kebenaran firman Tuhan melalui khotbah-khotbah, pendalaman Alkitab, perkuliahan theologia dalam bentuk tulisan maupun multimedia (DVD video, MP3, dll). Pelayanan kami ini adalah bertujuan agar banyak orang mengenal kebenaran; dan bagi mereka yang belum percaya, menjadi percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, dan bagi mereka yang sudah percaya, dikuatkan dan didewasakan didalam iman kepada Kristus.
Semua yang kami lakukan ini adalah semata-mata untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus.

Kami mengundang dengan hangat setiap orang yang merasa diberkati dan terbeban didalam pelayanan untuk bergabung bersama kami di GKRI Golgota yang beralamat di : Jl. Raya Kalirungkut, Pertokoan Rungkut Megah Raya D-16, Surabaya.

Tuhan Yesus memberkati.

Rabu, 09 September 2015

PRO KONTRA TENTANG PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN (2)

Pemahaman Alkitab

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

Rabu, tgl 11 Maret 2015, pk 19.00

Pdt. Budi Asali, M. Div.

PRO KONTRA TENTANG

PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN (2)



2)   Istilah-istilah dan jabatan-jabatan dalam Perjanjian Lama berbeda dengan dalam Perjanjian Baru. Dan ini beberapa detail yang digunakan untuk menyatakan persembahan persepuluhan sudah tak berlaku dalam Perjanjian Baru:
a)   Persembahan persepuluhan dalam Perjanjian Lama diberikan ke Bait Allah, imam-imam dan orang-orang Lewi, yang semuanya sudah tak ada dalam Perjanjian Baru.
b)   Persembahan persepuluhan dalam Perjanjian Lama dibawa ke ‘rumah perbendaharaan’, dan ini tak pernah menunjuk pada ‘gereja’.
c)   Russell Kelly juga menekankan bahwa orang-orang Lewi tak mendapat bagian / tanah, warisan, dan tak boleh memiliki kekayaan.
d)   Russell Kelly juga mengatakan kalau persembahan persepuluhan mau dijalankan dalam Perjanjian Baru maka persembahan persepuluhan itu harus diberikan kepada diaken-diaken, penyanyi-penyanyi, sedangkan pendeta yang sejajar dengan imam, seharusnya menerima hanya 1 % dari persembahan persepuluhan.
e)   Russell Kelly juga mengatakan bahwa dalam Perjanjian Lama imam tak memberi persembahan persepuluhan, dan dalam Perjanjian Baru semua orang Kristen adalah imam, sehingga juga tak perlu memberikan persembahan persepuluhan.

Ir. Herlianto: “Bagaimana pengajaran persepuluhan dalam Perjanjian Baru (PB)? Apakah Yesus dan para Rasul mengajarkannya? Kelihatannya tidak, persepuluhan tidak diajarkan oleh Yesus dan para Rasul kecuali disinggung dalam beberapa ayat. Kalau begitu mengapa? Dan apakah persepuluhan masih menjadi bagian ibadah PB? Dalam Perjanjian Baru Yesus dan para Rasul tidak mengajarkannya dan PB tidak lagi berbicara mengenai ‘Israel secara lahir’ melainkan Israel rohani. Demikian juga ibadat lahir dengan ‘kurban dan persembahan’ yang berpusat sekitar ‘Taurat dan Bait Allah’ dan dipimpin oleh ‘para Imam’ telah digantikan dalam PB. Dalam PB ibadat tidak berkisar Taurat dan Bait Allah, sekalipun pada awal pelayanan umat Kristen masih ada yang hadir di bait Allah, ritus kurban dan persembahan sudah digantikan oleh ‘darah Yesus sendiri’ itulah sebabnya dalam PB juga tidak lagi ada jabatan Imam, dengan demikian sistem persepuluhan yang dikaitkan dengan rumah perbendaharaan di Bait Allah juga sudah digantikan dengan ‘Injil kasih’ (ritus basuhan, sunat, dan sabat juga tidak lagi diajarkan dalam PB). Dengan demikian sistem persepuluhan yang dikaitkan dengan rumah perbendaharaan di Bait Allah juga sudah digantikan dengan ‘Injil kasih’.” - hal 5-6.
Catatan: menurut saya kata-kata Ir. Herlianto ini kacau, karena apa urusannya dengan ‘Israel rohani’? Dan bagaimana sistim persepuluhan digantikan dengan ‘Injil kasih’???

Russell Kelly: 8. NO INHERITANCE OR SHARE: God forbade Levites and priests who received the first whole tithe from owning property in his land or receiving any other inheritances. He also forbade them from sharing wealth with other Hebrews (‘no portion among them’). This Bible fact is found an amazing 12 times in (Numb 18:20, 26; Deut 10:9; 12:12; 14:27, 29; 18:1; Josh 13:14, 33; 14:3; 18:7; Eze 44:28). Evidently God meant what He said to repeat it so often! If gospel workers want to preach tithing principles, this one should definitely be included! [= 8. Tak ada warisan atau bagian: Allah melarang orang-orang Lewi dan imam-imam yang menerima seluruh persembahan persepuluhan pertama untuk mempunyai properti / tanah di TanahNya atau menerima warisan-warisan lain apapun. Ia juga melarang mereka untuk mendapat bagian kekayaan dengan orang-orang Ibrani yang lain (‘tak mendapat bagian di antara mereka’). Fakta Alkitab ini ditemukan secara mengherankan 12 x dalam (Bil 18:20,26; Ul 10:9; 12:12; 14:27,29; 18:1; Yos 13:14,33; 14:3; 18:7; Yeh 44:28). Pasti Allah memaksudkan apa yang Ia katakan begitu sering! Jika pekerja-pekerja injil mau mengkhotbahkan prinsip-prinsip persembahan persepuluhan, yang satu ini pasti harus dimasukkan / dicakup!] - http://www.tithing-russkelly.com/
Bil 18:20,26 - “(20) TUHAN berfirman kepada Harun: ‘Di negeri mereka engkau tidak akan mendapat milik pusaka dan tidak akan beroleh bagian di tengah-tengah mereka; Akulah bagianmu dan milik pusakamu di tengah-tengah orang Israel. ... (26) ‘Lagi haruslah engkau berbicara kepada orang Lewi dan berkata kepada mereka: Apabila kamu menerima dari pihak orang Israel persembahan persepuluhan yang Kuberikan kepadamu dari pihak mereka sebagai milik pusakamu, maka haruslah kamu mempersembahkan sebagian dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN, yakni persembahan persepuluhanmu dari persembahan persepuluhan itu,”.
Ul 10:9 - “Sebab itu suku Lewi tidak mempunyai bagian milik pusaka bersama-sama dengan saudara-saudaranya; Tuhanlah milik pusakanya, seperti yang difirmankan kepadanya oleh TUHAN, Allahmu.”.
Ul 12:12 - “Kamu harus bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu, kamu ini, anakmu laki-laki dan anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi yang di dalam tempatmu, sebab orang Lewi tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama kamu.”.
Ul 14:27,29 - “(27) Juga orang Lewi yang diam di dalam tempatmu janganlah kauabaikan, sebab ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau. ... (29) maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu.’”.
Ul 18:1 - “‘Imam-imam orang Lewi, seluruh suku Lewi, janganlah mendapat bagian milik pusaka bersama-sama orang Israel; dari korban api-apian kepada TUHAN dan apa yang menjadi milikNya harus mereka mendapat rezeki.”.
Yos 13:14,33 - “(14) Hanya kepada suku Lewi tidak diberikan milik pusaka: yang menjadi milik pusakanya ialah TUHAN, Allah Israel, seperti yang dijanjikanNya kepada mereka. ... (33) Tetapi kepada suku Lewi Musa tidak memberikan milik pusaka: TUHAN, Allah Israel, Dialah yang menjadi milik pusaka mereka, seperti yang dijanjikanNya kepada mereka.”.
Yos 14:3 - “Sebab kepada suku-suku yang dua setengah lagi telah diberikan Musa milik pusaka di seberang sungai Yordan, tetapi kepada orang Lewi tidak diberikannya milik pusaka di tengah-tengah mereka.”.
Yos 18:7 - “Sebab orang Lewi tidak mendapat bagian di tengah-tengah kamu, karena jabatan sebagai imam TUHAN ialah milik pusaka mereka, sedang suku Gad, suku Ruben dan suku Manasye yang setengah itu telah menerima milik pusaka di sebelah timur sungai Yordan, yang diberikan kepada mereka oleh Musa, hamba TUHAN.’”.
Yeh 44:28 - Mereka tidak mendapat bagian milik pusaka, sebab Akulah milik pusakanya, dan janganlah berikan kepada mereka tanah milik di Israel, sebab Akulah milik mereka.”.

Russell Kelly: Even if tithes were New Covenant they would first go to the deacons, singers, musicians and builders who vaguely correspond to Old Covenant Levites and the minister would only get a tenth of their tithe. [= Bahkan seandainya persembahan persepuluhan adalah Perjanjian Baru mereka akan pertama-tama pergi / diberikan kepada diaken-diaken, penyanyi-penyanyi, pemusik-pemusik dan pembangun-pembangun yang secara samar-samar sesuai dengan orang-orang Lewi Perjanjian Lama dan pendeta-pendeta hanya akan mendapat sepersepuluh dari persembahan persepuluhan mereka.] - http://www.tithing-russkelly.com/

Russell Kelly: 15. TODAY’S TITHE-TEACHERS STEAL TITHES: Many gospel workers who receive ‘tithes’ and teach that Christians must give the first ten per cent of their income are even more guilty of stealing from God. They chastise their own New Covenant Christian congregations: ‘If you are not paying your tithes, you are stealing from God. You are wearing stolen clothes, driving stolen cars and are living in stolen houses.’ Again the Bible says 12 times that those who received the first whole tithe were not allowed to own property. If these tithe-teachers connect post-Calvary stewardship to pre-Calvary tithing, they are guilty of stealing from God (1) by owning property, (2) by receiving other inheritances, (3) by sharing in the wealth of fellow believers (‘have no part among them’), (4) by receiving more than the O.T. priests’ share of the tithe at 1% (Numb 18:20-28; Neh 10:37b-38) and (5) by equating first and tenth in order to squeeze government welfare checks from the poorest in their flock. Receiving tithes did not mean that Old Covenant Levites and priests must have been full time and could not work other jobs. It only meant that they could not own property inside Israel. In fact it was necessary for them to learn and work other trades in order to build and maintain the sanctuary or temple (Numbers 3; 1 Chronicles 23-26). Most church historians document that even high priests in Jesus’ time also had and worked other vocations.” [= 15. Pengajar-pengajar persembahan persepuluhan jaman ini mencuri persembahan persepuluhan: Banyak pekerja-pekerja injil yang menerima ‘persembahan persepuluhan’ dan mengajar bahwa orang-orang Kristen harus memberikan 10 % pertama dari penghasilan mereka bahkan lebih bersalah tentang pencurian dari Allah. Mereka menyalahkan jemaat Kristen Perjanjian Baru mereka sendiri: ‘Jika kamu tidak membayar persembahan persepuluhanmu, kamu sedang mencuri dari Allah. Kamu sedang memakai pakaian curian, mengendarai mobil curian dan tinggal dalam rumah curian’. Selanjutnya Alkitab mengatakan 12  kali bahwa mereka yang menerima seluruh persembahan persepuluhan pertama tidak diijinkan untuk memiliki properti / tanah. Jika pengajar-pengajar persembahan persepuluhan menghubungkan kepengurusan setelah Kalvari dengan pemberian persembahan persepuluhan sebelum Kalvari, mereka bersalah tentang pencurian dari Allah (1) dengan memiliki properti / tanah, (2) dengan menerima warisan-warisan yang lain, (3) dengan mendapat bagian dalam kekayaan sesama orang-orang percaya (‘tak mendapat bagian di antara mereka’), (4) dengan menerima lebih dari bagian imam-imam Perjanjian Lama yang adalah 1 % dari persembahan persepuluhan (Bil 18:20-28; Neh 10:37b-38) dan (5) dengan menyamakan pertama dan kesepuluh / persepuluhan (?) untuk memeras cek kesejahteraan pemerintah dari orang-orang yang paling miskin dalam kawanan domba mereka. Menerima persembahan persepuluhan tidak berarti bahwa orang-orang Lewi dan imam-imam Perjanjian Lama harus full-timer dan tidak bisa / boleh mempunyai pekerjaan-pekerjaan lain. Itu hanya berarti bahwa mereka tidak bisa mempunyai properti / tanah di dalam Israel. Dalam faktanya adalah perlu bagi mereka untuk mempelajari dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain (?) untuk membangun dan memelihara tempat kudus atau Bait Suci (Bil 3; 1Taw 23-26). Kebanyakan sejarawan gereja mendokumentasikan bahwa bahkan imam-imam besar pada jaman Yesus juga mempunyai dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain.] - http://www.tithing-russkelly.com/
Catatan:
1.   Saya tak mengerti apa maksud Russell Kelly memberikan Bil 3 dan 1Taw 23-26 sebagai text-text referensi, karena tidak ada hubungannya sama sekali. Text-text itu justru menunjukkan bahwa orang-orang Lewi itu sepenuhnya melayani Tuhan. Karena text-text ini panjang sekali, saya tak menuliskannya di sini, silahkan saudara membaca dalam Alkitab saudara sendiri.
2.   Saya juga tak mengerti apa yang Russell Kelly maksudkan dengan ‘by equating first and tenth’ / ‘dengan menyamakan pertama dan kesepuluh / persepuluhan’. Mungkin maksudnya adalah ‘menyamakan firstfruits / hasil pertama dan persembahan persepuluhan’.
3.   Ahli sejarah gereja yang mana yang mengatakan bahwa imam-imam punya pekerjaan lain (selain pelayanan), dan mana kata-katanya??? Bagi saya ini merupakan omong kosong! Dan kalau itu benar, maka itu merupakan kesalahan dari imam-imam itu sendiri!

Russell Kelly: 19. THE TEMPLE STOREROOM: It is wrong to compare the temple storeroom to the church. (1) The church (assembly of believers) is never called a ‘storehouse’ or ‘building’ in God’s Word; there is no precedent. (2) The temple was not a ‘storehouse’ for the tithes of the nation; the great tithes were brought to the Levitical cities where those who needed them for food lived (Neh 10:37b-38). (3) The largest room in the temple was about 10 feet by 20 feet (1 Kings 6:6). Doubling that room as suggested in Nehemiah 13:5 would still make it too small to hold the tithe of the nation as King Hezekiah discovered in 2nd Chronicles 31:9. (4) 1st Corinthians 16:2 does not teach storehouse-tithing. a) it concerns freewill offerings for famine relief and not support of gospel workers (16:1). b) the text probably refers to setting aside food at home and c) there were no legal church buildings for almost 300 years after Calvary. [= 19. Ruang penyimpanan Bait Suci: Adalah salah untuk membandingkan ruang penyimpanan Bait Suci dengan gereja. (1) Gereja (perkumpulan orang-orang percaya) tidak pernah disebut ‘rumah penyimpanan’ atau ‘bangunan’ dalam Firman Allah; di sana tak ada penyebutan itu sebelumnya. (2) Bait Suci bukanlah suatu ‘rumah penyimpanan’ untuk persembahan persepuluhan dari bangsa itu; persembahan persepuluhan yang besar dibawa ke kota-kota orang-orang Lewi dimana mereka yang membutuhkannya untuk makanan tinggal (Neh 10:37b-38). (3) Ruangan terbesar dalam Bait Suci adalah sekitar 10 kaki kali 20 kaki (1Raja 6:6). Menggandakan ruangan itu seperti dinyatakan secara implicit dalam Neh 13:5 akan tetap membuatnya terlalu kecil untuk menampung persembahan persepuluhan dari bangsa seperti yang didapati / ditemukan oleh raja Hizkia dalam 2Taw 31:9. (4) 1Kor 16:2 tidak mengajar rumah perbendaharaan untuk persembahan persepuluhan. a) itu berhubungan dengan persembahan sukarela untuk meringankan kelaparan dan bukan untuk menyokong pekerja-pekerja injil (16:1). b) text itu mungkin menunjuk pada pengesampingan makanan di rumah dan c) disana tidak ada bangunan-bangunan gereja yang sah untuk hampir 300 tahun setelah Kalvari.] - http://www.tithing-russkelly.com/
Catatan:
1.   Tentang 1Kor 16:2 tidak saya jawab di sini tetapi nanti akan ada waktunya saya membahasnya.
2.   Neh 10:37-38 - “(37) Dan tepung jelai kami yang mula-mula, dan persembahan-persembahan khusus kami, dan buah segala pohon, dan anggur dan minyak akan kami bawa kepada para imam, ke bilik-bilik rumah Allah kami, dan kepada orang-orang Lewi akan kami bawa persembahan persepuluhan dari tanah kami, karena orang-orang Lewi inilah yang memungut persembahan-persembahan persepuluhan di segala kota pertanian kami. (38) Seorang imam, anak Harun, akan menyertai orang-orang Lewi itu, bila mereka memungut persembahan persepuluhan. Dan orang-orang Lewi itu akan membawa persembahan persepuluhan dari pada persembahan persepuluhan itu ke rumah Allah kami, ke bilik-bilik rumah perbendaharaan.”.
Entah bagaimana Russell Kelly menafsirkan ayat ini tetapi kalau menurut saya kelihatannya memang persembahan persepuluhan itu dibawa ke Bait Allah.
3.         2Taw 31:9 - “Hizkia menanyakan para imam dan orang-orang Lewi tentang timbunan itu,”.
Ayat ini juga tak cocok sama sekali dengan penggunaannya oleh Russell Kelly sebagai ayat referensi.
4.   1Raja 6:6 - “Tingkat bawah lima hasta lebarnya, yang tengah enam hasta dan yang ketiga tujuh hasta, sebab telah dibuatnya ceruk-ceruk pada rumah itu sekeliling sebelah luar, sehingga dinding rumah itu tidak usah dilobangi.”.
5.   Neh 13:5 - “menyediakan sebuah bilik besar bagi Tobia itu. Sebelumnya orang membawa ke bilik itu korban sajian, kemenyan, perkakas-perkakas dan persembahan persepuluhan dari pada gandum, anggur dan minyak yang menjadi hak orang-orang Lewi, para penyanyi dan para penunggu pintu gerbang, dan persembahan khusus bagi para imam.”.
Ayat ini juga tak cocok sama sekali dengan penggunaannya oleh Russell Kelly!!! Mana ada ‘penggandaan ruangan’???

Russell Kelly: According to Numbers 18:25-28 and Nehemiah 10:38, the Levites, in turn, gave their best tenth of their tenth (1%) to the priests who ministered at the altar. God was their unique inheritance and their unique part. The tithe ended there; priests did not tithe. For obvious reasons, this is also not taught today. While priests were not commanded to tithe, they were evidently expected to give freewill vow offerings (Malachi 1:7-14). The main income of priests was not from tithes; it was from freewill offerings (Numbers 18 all; Nehemiah 10:35-38). Today all believers are priests (1 Peter 2:9-10; Rev 5:10) and priests did not tithe. This fact should have a profound impact on post Calvary giving principles. [= Menurut Bil 18:25-28 dan Neh 10:38, orang-orang Lewi, menurut gilirannya, memberikan persembahan persepuluhan yang terbaik dari persembahan persepuluhan mereka (1 %) kepada imam-imam yang melayani di mezbah. Allah adalah warisan unik mereka dan bagian unik mereka. Persembahan persepuluhan berhenti di sana; imam-imam tidak memberikan persembahan persepuluhan. Karena alasan-alasan yang jelas, ini juga tak diajarkan pada jaman sekarang. Sementara imam-imam tak diperintahkan untuk memberikan persembahan persepuluhan, mereka jelas diharapkan untuk memberikan persembahan-persembahan nazar sukarela (Bil 18 seluruhnya; Neh 10:35-38). Pada jaman sekarang, semua orang-orang percaya adalah imam-imam (1Pet 2:9-10; Wah 5:10) dan imam-imam tidak memberikan persembahan persepuluhan. Fakta ini harus mendapatkan pengaruh kuat yang mendalam pada prinsip-prinsip pemberian setelah Kalvari.] - http://www.tithing-russkelly.com/

Jawaban saya:

a)   Bagaimana mungkin gereja Perjanjian Lama dan gereja Perjanjian Baru istilah-istilahnya harus sama??? Kalau semua mau ditafsir secara konyol seperti itu, maka konsistensinya adalah sebagai berikut: karena dalam Perjanjian Lama orang-orang percaya berbakti di Bait Suci / sinagog di bawah pelayanan orang-orang Lewi dan imam-imam, dan sekarang Bait Suci / sinagog dan orang-orang Lewi maupun imam-imam sudah tidak ada, maka kita juga tidak usah berbakti (termasuk menyanyi, berdoa ataupun memberi persembahan apapun dalam kebaktian)!!

b)   Kalau orang-orang Lewi dilarang mempunyai tanah / bagian di tengah-tengah Israel, itu tidak berarti bahwa mereka tidak memiliki properti / tanah sama sekali, karena Alkitab menyebutkan kota-kota untuk orang-orang Lewi dan tanah-tanah penggembalaannya, dan bahwa mereka bisa kembali ke ladangnya pada saat persembahan persepuluhan tak diberikan (Neh 13:10).

Im 25:32-34 - “(32) Mengenai rumah-rumah di kota-kota orang Lewi, hak menebus rumah-rumah itu ada pada orang-orang Lewi untuk selama-lamanya. (33) Sekalipun dari antara orang Lewi yang melakukan penebusan, tetapi rumah yang terjual di kota miliknya itu haruslah bebas dalam tahun Yobel, karena segala rumah di kota-kota orang Lewi adalah milik mereka masing-masing di tengah-tengah orang Israel. (34) Dan padang penggembalaan sekitar kota-kota mereka janganlah dijual, karena itu milik mereka untuk selama-lamanya.’”.

Bil 35:1-8 - “(1) TUHAN berfirman kepada Musa di dataran Moab di tepi sungai Yordan di dekat Yerikho: (2) ‘Perintahkanlah kepada orang Israel, supaya dari milik pusaka kepunyaannya diberikan mereka kota-kota kepada orang Lewi untuk didiami; juga haruslah kamu memberikan kepada orang Lewi tanah-tanah penggembalaan yang di sekeliling kota-kota itu. (3) Kota-kota itu akan menjadi kepunyaan mereka untuk didiami dan tanah-tanah penggembalaannya untuk hewan yang mereka miliki dan untuk segala ternak mereka yang lain. (4) Tanah-tanah penggembalaan kota-kota yang harus kamu berikan kepada orang Lewi itu ialah dari tembok kota ke luar seribu hasta berkeliling. (5) Di luar kota itu haruslah kamu mengukur dua ribu hasta di sisi timur dan dua ribu hasta di sisi selatan dan dua ribu hasta di sisi barat dan dua ribu hasta di sisi utara, sehingga kota itu berada di tengah-tengah; itulah bagi mereka tanah-tanah penggembalaan kota-kota. (6) Mengenai kota-kota yang harus kamu berikan kepada orang Lewi itu, ialah enam kota perlindungan yang harus kamu berikan, supaya orang pembunuh dapat melarikan diri ke sana; di samping itu haruslah kamu memberikan empat puluh dua kota. (7) Segala kota yang harus kamu berikan kepada orang Lewi itu berjumlah empat puluh delapan kota, semuanya dengan tanah-tanah penggembalaannya. (8) Mengenai kota-kota yang akan kamu berikan dari tanah milik orang Israel, dari suku yang banyak jumlahnya haruslah kamu ambil banyak, dan dari suku yang sedikit jumlahnya haruslah kamu ambil sedikit. Setiap suku harus memberikan dari kota-kotanya kepada orang Lewi sekadar milik pusaka yang dibagikan kepadanya.’”.

Yos 14:4 - “Sebab bani Yusuf merupakan dua suku, Manasye dan Efraim. Maka kepada orang Lewi tidak diberikan bagiannya di negeri itu, selain dari kota-kota untuk didiami, dengan tanah penggembalaannya untuk ternak dan hewan mereka.”.

Yos 21:1-42 - “(1) Kemudian datanglah para kepala kaum keluarga orang Lewi menghadap imam Eleazar, menghadap Yosua bin Nun, dan menghadap para kepala kaum keluarga di antara suku-suku orang Israel (2) dan berkata kepada mereka di Silo di tanah Kanaan, demikian: ‘TUHAN telah memerintahkan dengan perantaraan Musa, supaya diberikan kepada kami kota-kota untuk didiami dan tanah-tanah penggembalaannya untuk ternak kami.’ (3) Lalu orang Israel memberikan dari milik pusaka mereka kota-kota yang berikut dengan tanah-tanah penggembalaannya kepada orang Lewi, seperti yang dititahkan TUHAN. (4) Lalu keluarlah undian bagi kaum-kaum orang Kehat. Maka di antara orang Lewi anak-anak imam Harun, mendapat dengan undian tiga belas kota dari suku Yehuda, dari suku Simeon dan dari suku Benyamin. (5) Kaum-kaum yang lain di antara keturunan Kehat mendapat dengan undian sepuluh kota dari kaum-kaum suku Efraim, dari suku Dan dan dari suku Manasye yang setengah itu. (6) Keturunan Gerson mendapat dengan undian tiga belas kota dari kaum-kaum suku Isakhar, dari suku Asyer, dari suku Naftali dan dari setengah suku Manasye yang di Basan itu. (7) Keturunan Merari mendapat dengan undian dua belas kota menurut kaum-kaum mereka, dari suku Ruben, dari suku Gad dan dari suku Zebulon. (8) Demikianlah diberikan orang Israel kota-kota tadi dengan tanah-tanah penggembalaannya kepada orang Lewi dengan undian seperti yang diperintahkan TUHAN dengan perantaraan Musa. (9) Dari suku bani Yehuda dan dari suku bani Simeon diberikan mereka kota-kota yang berikut, yang disebutkan namanya di sini: (10) kepada anak-anak Harun yang dari kaum-kaum orang Kehat yang termasuk bani Lewi, karena bagi merekalah undian yang pertama, (11) kepada mereka diberikan Kiryat-Arba, itulah Hebron - Arba inilah bapa suku Enak - di pegunungan Yehuda, dan tanah-tanah penggembalaan di sekelilingnya; (12) tetapi tanah ladang kota tadi dengan desa-desanya telah diberikan mereka kepada Kaleb bin Yefune menjadi miliknya. (13) Kepada anak-anak imam Harun, diberikan mereka Hebron, kota perlindungan untuk pembunuh, dan tanah-tanah penggembalaan kota itu, Libna dengan tanah-tanah penggembalaannya, (14) Yatir dengan tanah-tanah penggembalaannya, Estemoa dengan tanah-tanah penggembalaannya, (15) Holon dengan tanah-tanah penggembalaannya, Debir dengan tanah-tanah penggembalaannya, (16) Ain dengan tanah-tanah penggembalaannya, Yuta dengan tanah-tanah penggembalaannya dan Bet-Semes dengan tanah-tanah penggembalaannya: sembilan kota dari kedua suku itu. (17) Dan dari suku Benyamin: Gibeon dengan tanah-tanah penggembalaannya, Geba dengan tanah-tanah penggembalaannya, (18) Anatot dengan tanah-tanah penggembalaannya dan Almon dengan tanah-tanah penggembalaannya: empat kota. (19) Seluruhnya kota-kota kepunyaan anak-anak Harun, para imam itu, ada tiga belas kota dengan tanah-tanah penggembalaannya. (20) Kaum-kaum keturunan Kehat, yakni orang Lewi yang masih tinggal dari antara keturunan Kehat, mendapat kota-kota yang dengan undian kepada mereka dari suku Efraim. (21) Kepada mereka diberikan Sikhem, kota perlindungan untuk pembunuh, dengan tanah-tanah penggembalaannya, di pegunungan Efraim, Gezer dengan tanah-tanah penggembalaannya, (22) Kibzaim dengan tanah-tanah penggembalaannya dan Bet-Horon dengan tanah-tanah penggembalaannya: empat kota. (23) Dan dari suku Dan: Elteke dengan tanah-tanah penggembalaannya, Gibeton dengan tanah-tanah penggembalaannya, (24) Ayalon dengan tanah-tanah penggembalaannya dan Gat-Rimon dengan tanah-tanah penggembalaannya: empat kota. (25) Dan dari suku Manasye yang setengah itu: Taanakh dengan tanah-tanah penggembalaannya dan Gat-Rimon dengan tanah-tanah penggembalaannya: dua kota. (26) Seluruhnya kota-kota itu ada sepuluh, dengan tanah-tanah penggembalaannya, ditentukan bagi kaum-kaum yang masih tinggal dari antara keturunan Kehat. (27) Bani Gerson dari kaum-kaum orang Lewi mendapat dari suku Manasye yang setengah lagi: Golan, kota perlindungan untuk pembunuh, di Basan, dengan tanah-tanah penggembalaannya, dan Beestera dengan tanah-tanah penggembalaannya: dua kota. (28) Dan dari suku Isakhar: Kisyon dengan tanah-tanah penggembalaannya, Dobrat dengan tanah-tanah penggembalaannya, (29) Yarmut dengan tanah-tanah penggembalaannya, dan En-Ganim dengan tanah-tanah penggembalaannya: empat kota. (30) Dan dari suku Asyer: Misal dengan tanah-tanah penggembalaannya, Abdon dengan tanah-tanah penggembalaannya, (31) Helkat dengan tanah-tanah penggembalaannya dan Rehob dengan tanah-tanah penggembalaannya: empat kota. (32) Dan dari suku Naftali: Kedesh, kota perlindungan untuk pembunuh, di Galilea, dengan tanah-tanah penggembalaannya, Hamot-Dor dengan tanah-tanah penggembalaannya dan Kartan dengan tanah-tanah penggembalaannya: tiga kota. (33) Seluruhnya kota-kota kepunyaan orang Gerson menurut kaum-kaum mereka ada tiga belas kota dengan tanah-tanah penggembalaannya. (34) Kaum-kaum keturunan Merari, orang Lewi yang masih tinggal, mendapat dari suku Zebulon: Yokneam dengan tanah-tanah penggembalaannya, Karta dengan tanah-tanah penggembalaannya, (35) Dimna dengan tanah-tanah penggembalaannya dan Nahalal dengan tanah-tanah penggembalaannya: empat kota. (36) Dan dari suku Ruben: Bezer dengan tanah-tanah penggembalaannya, Yahas dengan tanah-tanah penggembalaannya, (37) Kedemot dengan tanah-tanah penggembalaannya dan Mefaat dengan tanah-tanah penggembalaannya: empat kota. (38) Dan dari suku Gad: Ramot, kota perlindungan untuk pembunuh, di Gilead, dengan tanah-tanah penggembalaannya, Mahanaim dengan tanah-tanah penggembalaannya, (39) Hesybon dengan tanah-tanah penggembalaannya dan Yaezer dengan tanah-tanah penggembalaannya: seluruhnya kota-kota itu ada empat. (40) Seluruhnya kota-kota itu ditentukan bagi keturunan Merari menurut kaum-kaum mereka, yakni yang masih tinggal dari kaum-kaum orang Lewi. Bagian undian mereka ada dua belas kota. (41) Seluruhnya kota-kota orang Lewi di tengah-tengah milik orang Israel ada empat puluh delapan kota dengan tanah-tanah penggembalaannya. (42) Kota-kota itu masing-masing ada tanah-tanah penggembalaannya di sekelilingnya, demikianlah kota-kota tadi seluruhnya.”.

Hakim 19:28-29 - “(28) Berkatalah ia kepada perempuan itu: ‘Bangunlah, marilah kita pergi.’ Tetapi tidak ada jawabnya. Lalu diangkatnyalah mayat itu ke atas keledai, berkemaslah ia, kemudian pergi ke tempat kediamannya. (29) Sesampai di rumah, diambilnyalah pisau, dipegangnyalah mayat gundiknya, dipotong-potongnya menurut tulang-tulangnya menjadi dua belas potongan, lalu dikirimnya ke seluruh daerah orang Israel..

Neh 13:10 - “Juga kudapati bahwa sumbangan-sumbangan bagi orang-orang Lewi tidak pernah diberikan, sehingga orang-orang Lewi dan para penyanyi yang bertugas masing-masing lari ke ladangnya.”.

c)   Kita tidak tahu segala sesuatu tentang Bait Allah, tetapi kalau Tuhan menyuruhnya demikian, tempatnya pasti ada.

J. Vernon McGee (tentang Mal 3:10): The storehouse was a part of the temple. There were many buildings around the temple which were storerooms. When people brought their tithe, it was stored away in these storerooms. When Nehemiah came back to Jerusalem (sometime before the time of Malachi), he found Tobiah, the enemy of God, living in one of the storerooms that had been cleaned out. It had been cleaned out because the people were not giving generously, and they had made an apartment out of it for Tobiah! But Nehemiah cleaned up the place. He took Tobiah’s things and pitched them out the window and told him to get out of town. Then the people began to bring their offerings to fill up the storeroom again (see Neh. 13:4–9). [= Rumah / ruang penyimpanan adalah sebagian dari Bait Suci. Di sana ada banyak bangunan di sekitar Bait Suci yang adalah ruangan-ruangan penyimpanan. Pada waktu bangsa itu membawa persembahan persepuluhan mereka, itu disimpan dalam ruangan-ruangan penyimpanan ini. Pada waktu Nehemia kembali dari Yerusalem (beberapa saat sebelum jamannya Maleakhi), ia mendapati Tobia, musuh Allah, tinggal dalam satu dari ruangan-ruangan penyimpanan yang telah dibersihkan / dihabiskan. Itu dibersihkan / dihabiskan karena bangsa itu tak memberi dengan murah hati, dan mereka telah membuat darinya sebuah apartemen untuk Tobia! Tetapi Nehemia membersihkan tempat itu. Ia mengambil barang-barang Tobia dan melemparkan mereka keluar jendela dan menyuruhnya pergi dari kota itu. Maka bangsa itu mulai membawa persembahan-persembahan mereka untuk mengisi ruangan penyimpanan lagi (lihat Neh 13:4-9).] - ‘Thru the Bible’, vol 33 (Libronix).

d)   Bait Allah merupakan type dari gereja, Israel juga merupakan type dari gereja, dan orang Lewi / imam mempunyai analogi / persamaan dengan hamba-hamba Tuhan dalam Perjanjian Baru, yaitu sama-sama melayani dan mengajar firman secara full time, dan jemaat menerima pelayanan dan firman dari pengajaran mereka dsb, lalu mengapa dalam hal persembahan persepuluhan, itu dihapuskan? Kalau mau menghapuskan persembahan persepuluhan, dan bersikap konsisten, maka pelayanan dan pengajaran firman Tuhan oleh para pendeta juga harus dihapuskan.

1.   Orang Lewi melayani dalam Kemah Suci / Bait Allah.
Bil 3:5-8 - “(5) TUHAN berfirman kepada Musa: (6) ‘Suruhlah suku Lewi mendekat dan menghadap imam Harun, supaya mereka melayani dia. (7) Mereka harus mengerjakan tugas-tugas bagi Harun dan bagi segenap umat Israel di depan Kemah Pertemuan dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci. (8) Mereka harus memelihara segala perabotan Kemah Pertemuan, dan mengerjakan tugas-tugas bagi orang Israel dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci.”.

2.   Imam dan orang-orang Lewi juga mengajarkan hukum Taurat!

Neh 8:8-14 - “(8) Juga Yesua, Bani, Serebya, Yamin, Akub, Sabetai, Hodia, Maaseya, Kelita, Azarya, Yozabad, Hanan, Pelaya, yang adalah orang-orang Lewi, mengajarkan Taurat itu kepada orang-orang itu, sementara orang-orang itu berdiri di tempatnya. (9) Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti. (10) Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: ‘Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!’, karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu. (11) Lalu berkatalah ia kepada mereka: ‘Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!’ (12) Juga orang-orang Lewi menyuruh semua orang itu supaya diam dengan kata-kata: ‘Tenanglah! Hari ini adalah kudus. Jangan kamu bersusah hati!’ (13) Maka pergilah semua orang itu untuk makan dan minum, untuk membagi-bagi makanan dan berpesta ria, karena mereka mengerti segala firman yang diberitahukan kepada mereka. (14) Pada hari yang kedua kepala-kepala kaum keluarga seluruh bangsa, juga para imam dan orang-orang Lewi berkumpul pada Ezra, ahli hukum Taurat itu, untuk menelaah kalimat-kalimat Taurat itu.”.
Ay 14: ‘menelaah’.
KJV: ‘understand’ [= mengerti].
RSV: ‘study’ [= mempelajari].
NIV: ‘give attention’ [= memperhatikan].
NASB: ‘gain insight’ [= mendapat pengertian / pengetahuan].

2Taw 17:7-9 - “(7) Pada tahun ketiga pemerintahannya ia mengutus beberapa pembesarnya, yakni Benhail, Obaja, Zakharia, Netaneel dan Mikha untuk mengajar di kota-kota Yehuda. (8) Bersama-sama mereka turut juga beberapa orang Lewi, yakni Semaya, Netanya, Zebaja, Asael, Semiramot, Yonatan, Adonia, Tobia dan Tob-Adonia disertai imam-imam Elisama dan Yoram. (9) Mereka memberikan pelajaran di Yehuda dengan membawa kitab Taurat TUHAN. Mereka mengelilingi semua kota di Yehuda sambil mengajar rakyat.”.

Mal 2:1-8 - “(1) Maka sekarang, kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam! (2) Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati namaKu, firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan. (3) Sesungguhnya, Aku akan mematahkan lenganmu dan akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu. (4) Maka kamu akan sadar, bahwa Kukirimkan perintah ini kepadamu, supaya perjanjianKu dengan Lewi tetap dipegang, firman TUHAN semesta alam. (5) PerjanjianKu dengan dia pada satu pihak ialah kehidupan dan sejahtera dan itu Kuberikan kepadanya - pada pihak lain ketakutan - dan ia takut kepadaKu dan gentar terhadap namaKu. (6) Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan. (7) Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN semesta alam. (8) Tetapi kamu ini menyimpang dari jalan; kamu membuat banyak orang tergelincir dengan pengajaranmu; kamu merusakkan perjanjian dengan Lewi, firman TUHAN semesta alam.”.

Calvin (tentang Bil 18:20): “As to the present passage, God requires tithes of the people for the maintenance of the tribe of Levi. It is indeed certain that the custom had existed of old among the ancient patriarchs before the Law, that they should vow or offer tithes to God, as appears from the example of Abraham and Jacob. Moreover, the Apostle infers that the priesthood of Melchisedec was superior to that of the Law, because, when Abraham paid him tithes, he also received tithes of Levi himself. (Genesis 14:20; 28:22; Hebrews 7:11.) But there were two different and special reasons for this payment of tithes, which God ordained by Moses. First, because the land had been promised to the seed of Abraham, the Levites were the legitimate inheritors of a twelfth part of it; but they were passed over, and the posterity of Joseph divided into two tribes: unless, therefore, they had been provided for in some other way, the distribution would have been unequal. Again, forasmuch as they were employed in the sanctuary, their labor was worthy of some remuneration, nor was it reasonable that they should be defrauded of their subsistence, when they were set apart for the performance of the sacred offices, and for the instruction of the people. Two reasons are consequently laid down why God would have them receive tithes from the rest of the people, viz., because they had no part in Israel, and because they were engaged in the service of the tabernacle.” [= Berkenaan dengan text ini, Allah menuntut persembahan persepuluhan dari bangsa itu untuk pemeliharaan suku Lewi. Memang pasti bahwa kebiasaan itu telah ada sejak jaman dulu di antara bapa-bapa leluhur kuno sebelum hukum Taurat, sehingga mereka menazarkan dan mempersembahkan persembahan persepuluhan kepada Allah, seperti terlihat dari contoh / teladan Abraham dan Yakub. Lebih lagi / selanjutnya, sang Rasul menyimpulkan / berpendapat bahwa keimaman Melkisedek lebih tinggi dari pada keimaman dari hukum Taurat, karena pada waktu Abraham memberikan persembahan persepuluhan kepadanya, ia juga menerima persembahan persepuluhan dari Lewi sendiri. (Kej 14:20; 28:22; Ibr 7:11). Tetapi disana ada dua alasan yang berbeda dan khusus untuk pembayaran persembahan persepuluhan ini, yang Allah tentukan oleh Musa. Pertama, karena tanah / negeri itu telah dijanjikan kepada keturunan Abraham, orang-orang Lewi adalah pewaris-pewaris yang sah dari seperduabelas bagian darinya; tetapi mereka dilewati, dan keturunan Yusuf dibagi menjadi dua suku: karena itu, kecuali mereka telah dipelihara dengan cara lain, pembagian ini akan tidak merata / sama. Lalu, karena mereka dipekerjakan di tempat kudus, jerih payah mereka layak mendapat suatu pemberian upah / gaji, juga merupakan sesuatu yang tak masuk akal bahwa mereka harus kehilangan hal-hal pokok dari kehidupan mereka, pada waktu mereka dipisahkan untuk melaksanakan tugas-tugas keramat / kudus, dan untuk pengajaran bangsa / umat itu. Sebagai akibatnya, dua alasan diberikan mengapa Allah menghendaki mereka menerima persembahan persepuluhan dari sisa bangsa itu, yaitu, karena mereka tidak mendapat bagian di Israel, dan karena mereka terlibat dalam pelayanan dari Kemah Suci.] - hal 277-278.

Calvin (tentang Bil 18:20): “‘The priesthood being changed, the right also is at the same time transferred.’ (Hebrews 7:12.) The Apostle there contends, that whatever the Law had conferred on the Levitical priests now belongs to Christ alone, since their dignity and office received its end in Him. ... If they duly performed their duties, and, giving up all earthly business, devoted themselves altogether to the instruction of the people, and to the execution of all the other offices of good and faithful pastors, unquestionably they ought to be maintained by the public; as Paul correctly infers that a subsistence is now no less due to the ministers of the Gospel than of old to the priests who waited at the altar, (1 Corinthians 9:14;)” [= ‘Keimaman / imamatnya berubah, haknya juga pada saat yang sama dipindahkan.’ (Ibr 7:12). Sang Rasul disana berargumentasi, bahwa apapun yang hukum Taurat telah berikan kepada imam-imam Lewi sekarang menjadi milik dari Kristus saja, karena kewibawaan dan jabatan mereka berakhir di dalam Dia. ... Jika mereka melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka dengan benar / dengan seharusnya, dan mereka menyerahkan semua bisnis duniawi, membaktikan diri mereka sendiri seluruhnya untuk pengajaran orang-orang, dan pada pelaksanaan dari semua tugas-tugas lain dari gembala-gembala / pendeta-pendeta yang baik dan setia, pasti mereka harus dipelihara oleh umum; seperti Paulus secara benar berpendapat / menyimpulkan bahwa suatu kebutuhan hidup sekarang juga tidak kurang merupakan hak dari pelayan-pelayan / pendeta-pendeta dari Injil dari pada pada jaman dulu merupakan hak dari imam-imam yang melayani mezbah, (1Kor. 9:14);] - hal 279.
Ibr 7:12 - “Sebab, jikalau imamat berubah, dengan sendirinya akan berubah pula hukum Taurat itu.”.
1Kor 9:13-14 - “(13) Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? (14) Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.”.

Calvin (tentang 1Kor 9:13): “The sum is this - ‘The Levitical priests were ministers of the Israelitish Church; the Lord appointed them sustenance from their ministry; hence in ministers of the Christian Church the same equity must be observed at the present day. Now the ministers of the Christian Church are those that preach the gospel.’ [= Kesimpulannya adalah ini - ‘Imam-imam Lewi adalah pelayan-pelayan dari Gereja Israel; Tuhan menetapkan pemeliharaan / makanan bagi mereka dari pelayanan mereka; maka dalam pelayan-pelayan dari Gereja Kristen hak yang sama harus dijalankan pada jaman sekarang. Pelayan-pelayan dari Gereja Kristen adalah mereka yang memberitakan injil’.].
Catatan: jadi sudah pasti ini tidak mencakup pendeta-pendeta yang sesat!

Calvin (tentang 1Kor 9:13): “For my part, however, I simply admonish my readers to consider attentively Paul’s words. He argues that pastors, who labor in the preaching of the gospel, ought to be supported, because the Lord in ancient times appointed sustenance for the priests, on the ground of their serving the Church. Hence a distinction must be made between the ancient priesthood and that of the present day. Priests under the law were set apart to preside over the sacrifices, to serve the altar, and to take care of the tabernacle and temple. Those at the present day are set apart to preach the word and to dispense the sacraments. [= Tetapi bagi saya sendiri, saya hanya menasehatkan para pembaca saya untuk mempertimbangkan dengan penuh perhatian kata-kata Paulus. Ia berargumentasi bahwa pendeta-pendeta, yang berjerih payah dalam memberitakan injil, harus disokong, karena Tuhan dalam jaman kuno / dulu menetapkan pemeliharaan / makanan untuk imam-imam, berdasarkan pelayanan mereka terhadap Gereja. Maka suatu pembedaan harus dibuat antara keimaman kuno / dulu dan keimaman jaman sekarang. Imam-imam di bawah hukum Taurat dipisahkan untuk memimpin korban-korban, melayani mezbah, dan memelihara Kemah Suci dan Bait Allah. Mereka pada jaman sekarang dipisahkan untuk memberitakan firman dan untuk menyelenggarakan sakramen-sakramen.].

e)   Tetapi kalau diaken-diaken, penyanyi-penyanyi, dsb pada jaman sekarang, itu sangat berbeda! Karena apa? Karena pada jaman sekarang, mereka adalah orang-orang awam yang mempunyai pekerjaan sekuler lain. Bagaimana ini mau disamakan dengan penyanyi-penyanyi, pemusik-pemusik dsb pada jaman Perjanjian Lama, yang semuanya adalah orang-orang Lewi yang melayani secara full time, dan tidak mempunyai pekerjaan sekuler???? Kalau mereka adalah pelayan-pelayan full-timer, memang tak salah kalau mereka juga diberi biaya hidup, seperti yang dilakukan terhadap pendeta-pendeta.
Bahkan pendeta-pendeta jaman sekarang, kalau mereka mempunyai pekerjaan sekuler lain, sebetulnya tidak patut menerima sokongan penuh dari jemaat.
Justru sokongan penuh itu (dari persembahan persepuluhan dan semua persembahan lain) gunanya supaya mereka bisa melayani dengan perhatian sepenuhnya, tanpa memikirkan kebutuhan keuangan!!
Memang ini ada perkecualiannya, yaitu kalau gerejanya memang tidak mampu mencukupi kebutuhan keuangan dari pendeta, maka dalam hal ini tentu pendeta boleh melakukan pekerjaan lain. Paulus memang bekerja sendiri (Kis 18:1-3), dan menolak pemberian biaya hidup dari Gereja Korintus, tetapi itu jelas-jelas merupakan perkecualian dari ajaran umum yang ia berikan, yaitu bahwa pelayan-pelayan Tuhan harus hidup dari pelayanan mereka, berarti dibiayai oleh gereja! (1Kor 9).

Kis 18:1-3 - “(1) Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. (2) Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. (3) Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.”.

1Kor 9:3-14 - “(3) Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengeritik aku. (4) Tidakkah kami mempunyai hak untuk makan dan minum? (5) Tidakkah kami mempunyai hak untuk membawa seorang isteri Kristen, dalam perjalanan kami, seperti yang dilakukan rasul-rasul lain dan saudara-saudara Tuhan dan Kefas? (6) Atau hanya aku dan Barnabas sajakah yang tidak mempunyai hak untuk dibebaskan dari pekerjaan tangan? (7) Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau siapakah yang menggembalakan kawanan domba dan yang tidak minum susu domba itu? (8) Apa yang kukatakan ini bukanlah hanya pikiran manusia saja. Bukankah hukum Taurat juga berkata-kata demikian? (9) Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: ‘Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!’ Lembukah yang Allah perhatikan? (10) Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya. (11) Jadi, jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, berlebih-lebihankah, kalau kami menuai hasil duniawi dari pada kamu? (12) Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar? Tetapi kami tidak mempergunakan hak itu. Sebaliknya, kami menanggung segala sesuatu, supaya jangan kami mengadakan rintangan bagi pemberitaan Injil Kristus. (13) Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? (14) Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu. (15a) Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satupun dari hak-hak itu.”.

Russell Kelly: NONE of the church historians teach that the early church taught tithing for the first 200 years after Calvary. They all teach that early church leaders were self-employed! [= Tak ada dari ahli-ahli sejarah gereja yang mengajarkan bahwa gereja mula-mula mengajarkan persembahan persepuluhan untuk 200 tahun pertama setelah Kalvari. Mereka semua mengajar bahwa pemimpin-pemimpin gereja mula-mula bekerja sendiri!] - http://www.tithing-russkelly.com/id172.html

Kalau kata-kata Russell Kelly benar, ini merupakan suatu praktek yang tidak Alkitabiah, kecuali gereja-gereja pada saat itu memang begitu melarat sehingga memang tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup para hamba Tuhan! Dan kalau ini adalah kasusnya, maka adalah bodoh untuk menggunakan perkecualian  seperti ini sebagai suatu argumentasi!!

Kata-kata harus hidup dari pemberitaan Injil itu’ dalam 1Kor 9:14, menurut saya melarang seorang pendeta yang sudah dicukupi kebutuhannya oleh gereja, untuk mempunyai pekerjaan sekuler.

f)    Dalam Perjanjian Lama, orang-orang Lewi tidak menerima persembahan persepuluhan itu secara pribadi. Mereka memungut persembahan persepuluhan, dan memberikan semuanya ke Bait Allah (bilik-bilik di rumah Tuhan - 2Taw 31:11; bilik-bilik rumah Allah - Neh 10:37; bilik-bilik rumah perbendaharaan - Neh 10:38; rumah perbendaharaan - Mal 3:10). Dan dari sana baru persembahan persepuluhan itu digunakan untuk makanan mereka secara kolektif.

Secara sama, saya berpendapat bahwa persembahan persepuluhan tak boleh diberikan kepada pendeta-pendeta secara pribadi, tetapi diberikan kepada gereja, dan gereja yang membagi-bagikannya untuk setiap pelayan full-timer gereja sesuai kebutuhan mereka masing-masing, dan juga untuk semua pembiayaan lain dari gereja.

Catatan: saya membuat perkecualian dalam hal ini, yaitu kalau ada gereja yang sebetulnya mampu mencukupi kebutuhan seorang hamba Tuhan, tetapi majelisnya pelit sehingga hamnba Tuhan itu betul-betul tidak tercukupi kebutuhan hidupnya, maka dalam hal itu jemaat boleh saja mem‘by pass’ gereja / majelis, dan memberikan persembahan persepuluhannya langsung kepada pendeta tersebut.

Jadi, tuduhan Russell Kelly di atas mungkin cocok hanya untuk gereja-gereja / pendeta-pendeta tertentu yang mengambil seluruh / sebagian persembahan persepuluhan bagi diri mereka sendiri. Tetapi harus diingat bahwa tak semua pendeta / gereja melakukan hal itu, dan jelas saya / gereja saya tidak melakukan hal itu.

Juga pemberian persembahan persepuluhan ke gereja tak ada urusannya dengan menyamakan gereja dengan ruangan-ruangan penyimpanan. Dalam jaman Perjanjian Lama persembahan persepuluhan itu diberikan ke Bait Suci (ruangan penyimpanan hanya untuk menyimpan persembahan persepuluhan itu), dan dalam jaman Perjanjian Baru persembahan persepuluhan diberikan ke gereja (penyimpanannya dilakukan oleh bendahara gereja).

g)   Siapa yang menyamakan pendeta dengan Imam Besar, sehingga harus menerima sepersepuluh dari persembahan persepuluhan?? Kalau ada gereja yang menerapkan itu, dimana persembahan persepuluhan dari persembahan persepuluhan diberikan kepada pendeta (atau kepada sinode), saya menganggapnya sebagai suatu kesalahan, karena hirarkhi pada saat itu (imam besar - imam - orang-orang Lewi) sudah sama sekali berbeda dengan pada jaman sekarang.
Hirarkhi sudah sama sekali berbeda, tetapi prinsip pencukupan hamba-hamba Tuhan yang full timer tetap sama, dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru (1Kor 9:13-14).

1Kor 9:13-14 - “(13) Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? (14) Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.”.

Seperti sudah saya katakan di atas, saya berpendapat bahwa persembahan persepuluhan harus diberikan kepada gereja, dan biarlah majelis gereja mengatur uang dari persembahan persepuluhan itu, dan juga uang dari persembahan-persembahan yang lain, untuk memenuhi kebutuhan pendeta-pendeta, penginjil-penginjil, pelayan-pelayan full-timer yang lain, dan juga untuk segala keperluan gereja yang lain!

Selain benar, ajaran ini mempunyai suatu ‘keuntungan’ yaitu para pendeta bisa berkhotbah tentang persembahan atau persembahan persepuluhan, tanpa perlu dicurigai bahwa ia berkhotbah untuk memperkaya dirinya sendiri!!!

Tetapi gereja-gereja yang pendeta-pendetanya mengambil seluruh atau sebagian dari persembahan persepuluhan itu untuk dirinya sendiri, akan sungkan / takut-takut (kalau mereka memang ‘tahu malu’) untuk berkhotbah tentang persembahan persepuluhan, karena sangat memungkinkan untuk dicurigai sebagai berkhotbah untuk memperkaya diri sendiri.

h)  Orang Kristen adalah imam dan karena itu tidak perlu memberi persembahan persepuluhan??? Mari kita membaca kata-kata Russell Kelly tentang hal ini sekali lagi.

Russell Kelly: According to Numbers 18:25-28 and Nehemiah 10:38, the Levites, in turn, gave their best tenth of their tenth (1%) to the priests who ministered at the altar. God was their unique inheritance and their unique part. The tithe ended there; priests did not tithe. For obvious reasons, this is also not taught today. While priests were not commanded to tithe, they were evidently expected to give freewill vow offerings (Malachi 1:7-14). The main income of priests was not from tithes; it was from freewill offerings (Numbers 18 all; Nehemiah 10:35-38). Today all believers are priests (1 Peter 2:9-10; Rev 5:10) and priests did not tithe. This fact should have a profound impact on post Calvary giving principles. [= Menurut Bil 18:25-28 dan Neh 10:38, orang-orang Lewi, menurut gilirannya, memberikan persembahan persepuluhan yang terbaik dari persembahan persepuluhan mereka (1 %) kepada imam-imam yang melayani di mezbah. Allah adalah warisan unik mereka dan bagian unik mereka. Persembahan persepuluhan berhenti di sana; imam-imam tidak memberikan persembahan persepuluhan. Karena alasan-alasan yang jelas, ini juga tak diajarkan pada jaman sekarang. Sementara imam-imam tak diperintahkan untuk memberikan persembahan persepuluhan, mereka jelas diharapkan untuk memberikan persembahan-persembahan nazar sukarela (Bil 18 seluruhnya; Neh 10:35-38). Pada jaman sekarang, semua orang-orang percaya adalah imam-imam (1Pet 2:9-10; Wah 5:10) dan imam-imam tidak memberikan persembahan persepuluhan. Fakta ini harus mendapatkan pengaruh kuat yang mendalam pada prinsip-prinsip pemberian setelah Kalvari.] - http://www.tithing-russkelly.com/

Tanggapan saya:

1.   Russell Kelly kelihatannya hanya mau mengajar bahwa orang-orang Kristen tak perlu memberi persembahan persepuluhan, tetapi tetap harus memberi persembahan sukarela. Karena itu ia menyamakan dengan imam-imam yang tak memberi persembahan persepuluhan, tetapi (menurut Russell Kelly) memberi persembahan sukarela.
Bahwa dalam Perjanjian Lama imam-imam tidak perlu memberi persembahan persepuluhan, saya setuju. Tetapi bahwa imam-imam dalam Perjanjian Lama memberi persembahan sukarela, saya tak setuju, dan ayat-ayat yang diberikan oleh Russell Kelly untuk mendukung pandangannya (Bil 18 dan Neh 10:35-38) sama sekali tak cocok!!!

Neh 10:35-38 - “(35) Lagipula setiap tahun kami akan membawa ke rumah TUHAN hasil yang pertama dari tanah kami dan buah sulung segala pohon. (36) Pun kami akan membawa ke rumah Allah kami, yakni kepada para imam yang menyelenggarakan kebaktian di rumah Allah kami, anak-anak sulung kami dan anak-anak sulung ternak kami seperti tertulis dalam kitab Taurat, juga anak-anak sulung lembu kami dan kambing domba kami. (37) Dan tepung jelai kami yang mula-mula, dan persembahan-persembahan khusus kami, dan buah segala pohon, dan anggur dan minyak akan kami bawa kepada para imam, ke bilik-bilik rumah Allah kami, dan kepada orang-orang Lewi akan kami bawa persembahan persepuluhan dari tanah kami, karena orang-orang Lewi inilah yang memungut persembahan-persembahan persepuluhan di segala kota pertanian kami. (38) Seorang imam, anak Harun, akan menyertai orang-orang Lewi itu, bila mereka memungut persembahan persepuluhan. Dan orang-orang Lewi itu akan membawa persembahan persepuluhan dari pada persembahan persepuluhan itu ke rumah Allah kami, ke bilik-bilik rumah perbendaharaan.”.

Apa urusan text ini dengan persembahan sukarela dari imam-imam? Sama sekali tak ada!! Penggunaan text ini merupakan suatu penipuan!!

Sekarang mari kita melihat Bil 18.

Bil 18:1-32 - “(1) TUHAN berfirman kepada Harun: ‘Engkau ini dan anak-anakmu beserta seluruh sukumu haruslah menanggung akibat setiap kesalahan terhadap tempat kudus; sedang hanya engkau beserta anak-anakmulah yang harus menanggung akibat setiap kesalahan yang dilakukan dalam jabatanmu sebagai imam. (2) Suruhlah juga saudara-saudaramu, suku Lewi, suku bapa leluhurmu, mendekat bersama-sama dengan engkau, supaya mereka menggabungkan diri kepadamu dan melayani engkau, apabila engkau ini beserta anak-anakmu ada di depan kemah hukum. (3) Mereka harus melakukan kewajiban mereka kepadamu, dan kewajiban mereka mengenai kemah seluruhnya; hanya kepada perkakas tempat kudus dan kepada mezbah janganlah mereka mendekat, nanti mereka mati, baik mereka maupun kamu. (4) Mereka harus menggabungkan diri kepadamu dan melakukan kewajiban mereka mengenai Kemah Pertemuan sesuai dengan segala pekerjaan pada kemah itu; tetapi orang awam jangan mendekat kepadamu. (5) Dan kamu ini haruslah melakukan kewajibanmu mengenai tempat kudus dan kewajibanmu mengenai mezbah, supaya orang Israel jangan lagi tertimpa oleh murka. (6) Sesungguhnya Aku ini telah mengambil saudara-saudaramu, orang Lewi, dari tengah-tengah orang Israel sebagai pemberian kepadamu, sebagai orang-orang yang diserahkan kepada TUHAN, untuk melakukan pekerjaan pada Kemah Pertemuan; (7) tetapi engkau ini beserta anak-anakmu harus memegang jabatanmu sebagai imam dalam segala hal yang berkenaan dengan mezbah dan dengan segala sesuatu yang ada di belakang tabir, dan kamu harus mengerjakannya; sebagai suatu jabatan pemberian Aku memberikan kepadamu jabatanmu sebagai imam itu; tetapi orang awam yang mendekat harus dihukum mati.’ (8) Lagi berfirmanlah TUHAN kepada Harun: ‘Sesungguhnya Aku ini telah menyerahkan kepadamu pemeliharaan persembahan-persembahan khusus yang kepadaKu; semua persembahan kudus orang Israel Kuberikan kepadamu dan kepada anak-anakmu sebagai bagianmu; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. (9) Inilah bagianmu dari segala persembahan-persembahan yang maha kudus itu, yaitu dari bagian yang tidak harus dibakar: segala persembahan mereka yang berupa korban sajian, korban penghapus dosa dan korban penebus salah, yang dibayar mereka kepadaKu; itulah bagian maha kudus yang menjadi bagianmu dan bagian anak-anakmu. (10) Sebagai bagian maha kudus haruslah kamu memakannya; semua orang laki-laki boleh memakannya; haruslah itu bagian kudus bagimu. (11) Dan inipun adalah bagianmu: persembahan khusus dari pemberian mereka yang lain, termasuk segala persembahan unjukan orang Israel; semuanya itu Kuberikan kepadamu dan kepada anak-anakmu laki-laki dan perempuan bersama-sama dengan engkau; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Setiap orang yang tahir dari seisi rumahmu boleh memakannya. (12) Segala yang terbaik dari minyak dan segala yang terbaik dari anggur dan dari gandum, yakni yang sebagai hasil pertamanya dipersembahkan mereka kepada TUHAN, Aku berikan kepadamu. (13) Hulu hasil dari segala yang tumbuh di tanahnya yang dipersembahkan mereka kepada TUHAN adalah juga bagianmu; setiap orang yang tahir dari seisi rumahmu boleh memakannya. (14) Semua yang dikhususkan bagi TUHAN di antara orang Israel menjadi bagianmu. (15) Semua yang terdahulu lahir dari kandungan segala yang hidup, yang dipersembahkan mereka kepada TUHAN, baik dari manusia maupun dari binatang, adalah bagianmu; hanya haruslah kamu menebus anak sulung manusia, juga anak sulung binatang yang najis haruslah kamu tebus. (16) Mengenai uang tebusannya, dari sejak berumur satu bulan haruslah kautebus menurut nilainya, yakni lima syikal perak ditimbang menurut syikal kudus; syikal ini dua puluh gera beratnya. (17) Tetapi anak sulung lembu, domba atau kambing janganlah kautebus; semuanya itu kudus; darahnya haruslah kausiramkan pada mezbah dan lemaknya kaubakar sebagai korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan bagi TUHAN; (18) tetapi dagingnya adalah bagianmu sama seperti dada persembahan dan paha kanan. (19) Segala persembahan khusus, yakni persembahan kudus yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN, Aku berikan kepadamu dan kepada anak-anakmu laki-laki dan perempuan bersama-sama dengan engkau; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya; itulah suatu perjanjian garam untuk selama-lamanya di hadapan TUHAN bagimu serta bagi keturunanmu.’ (20) TUHAN berfirman kepada Harun: ‘Di negeri mereka engkau tidak akan mendapat milik pusaka dan tidak akan beroleh bagian di tengah-tengah mereka; Akulah bagianmu dan milik pusakamu di tengah-tengah orang Israel. (21) Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan. (22) Maka janganlah lagi orang Israel mendekat kepada Kemah Pertemuan, sehingga mereka mendatangkan dosa kepada dirinya, lalu mati; (23) tetapi orang Lewi, merekalah yang harus melakukan pekerjaan pada Kemah Pertemuan dan mereka harus menanggung akibat kesalahan mereka; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun. Mereka tidak akan mendapat milik pusaka di tengah-tengah orang Israel, (24) sebab persembahan persepuluhan yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN sebagai persembahan khusus Kuberikan kepada orang Lewi sebagai milik pusakanya; itulah sebabnya Aku telah berfirman tentang mereka: Mereka tidak akan mendapat milik pusaka di tengah-tengah orang Israel.’ (25) TUHAN berfirman kepada Musa: (26) ‘Lagi haruslah engkau berbicara kepada orang Lewi dan berkata kepada mereka: Apabila kamu menerima dari pihak orang Israel persembahan persepuluhan yang Kuberikan kepadamu dari pihak mereka sebagai milik pusakamu, maka haruslah kamu mempersembahkan sebagian dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN, yakni persembahan persepuluhanmu dari persembahan persepuluhan itu, (27) dan persembahan itu akan diperhitungkan sebagai persembahan khususmu, sama seperti gandum dari tempat pengirikan dan sama seperti hasil dari tempat pemerasan anggur. (28) Secara demikian kamupun harus mempersembahkan sebagai persembahan khusus kepada TUHAN sebagian dari segala persembahan persepuluhan yang kamu terima dari pihak orang Israel. Dan yang dipersembahkan dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN haruslah kamu serahkan kepada imam Harun. (29) Dari segala yang diserahkan kepadamu, yakni dari segala yang terbaik di antaranya, haruslah kamu mempersembahkan seluruh persembahan khusus kepada TUHAN, sebagai bagian kudus dari padanya. (30) Lagi haruslah engkau berkata kepada mereka: Apabila kamu mengkhususkan yang terbaik dari padanya, maka bagi orang Lewi haruslah hal itu dihitungkan sebagai hasil tempat pengirikan dan hasil tempat pemerasan anggur; (31) kamu boleh memakannya di setiap tempat, kamu dan seisi rumahmu, sebab upahmulah itu, untuk membalas pekerjaanmu di Kemah Pertemuan. (32) Dan dalam hal itu kamu tidak akan mendatangkan dosa kepada dirimu, asal kamu mengkhususkan yang terbaik dari padanya; demikianlah kamu tidak akan melanggar kekudusan persembahan-persembahan kudus orang Israel, dan kamu tidak akan mati.’”.

Juga seluruh Bil 18 hanya berbicara tentang persembahan bagi orang-orang Lewi dan persembahan dari orang-orang Lewi bagi imam-imam. Tak ada satu ayatpun yang berbicara tentang persembahan sukarela dari imam-imam bagi Tuhan!!! Jadi, ini lagi-lagi merupakan suatu penipuan oleh Russell Kelly!

Jadi, kalau Russell Kelly tetap mau menyamakan orang Kristen dengan imam, maka ia seharusnya mengajar bahwa orang Kristen tak perlu memberikan persembahan apapun sama sekali!!!

2.   Dalam Perjanjian Baru, orang Kristen / orang percaya memang disebut ‘imam’.

1Pet 2:9-10 - “(9) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib: (10) kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umatNya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.”.

Wah 1:5-6 - “(5) dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahNya - (6) dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, BapaNya, - bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.”.

Wah 5:10 - “Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.’”.

Wah 20:6 - “Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.”.

Tetapi dalam arti apa orang Kristen disebut ‘imam’??? Dan apakah bedanya orang Kristen jaman sekarang dengan imam-imam pada jaman Perjanjian Lama?

Dalam Perjanjian Lama, imam-imam adalah pengantara, dan mereka melayani secara full time, dan karena itu mereka disokong hidupnya oleh persembahan persepuluhan dari persembahan persepuluhan.

Dalam Perjanjian Baru, orang Kristen disebut imam, tetapi dalam arti apa???

a.   Setahu saya dalam semua ayat Perjanjian Baru yang menyatakan orang Kristen sebagai imam (1Pet 2:9  Wahyu 1:6; 5:10; 20:6), tidak ada satupun yang membicarakan pelayanan.
Bahkan Wah 1:5-6 menekankan kita jadi imam karena penebusan Kristus, dan ini lebih mengarahkan pada bolehnya kita langsung datang kepada Allah, karena sudah adanya penebusan itu. Jadi, kalau orang percaya disebut imam, itu karena mereka boleh langsung datang kepada Allah tanpa pengantara manusia biasa seperti dalam Perjanjian Lama.

William Barclay (tentang 1Pet 2:9): “this means that every Christian has the right of access to God;” [= ini berarti bahwa setiap orang Kristen mempunyai hak masuk kepada Allah;] - hal 199.

R. K. Harrison (Tyndale Old Testament Commentary): Leviticus and the New Testament. ... What is commonly described as the ‘priesthood of all believers’ implies that those who have committed their lives to Christ as Saviour and Lord, and thereby have experienced spiritual rebirth, have direct access to the Father without any recourse to human intermediaries. [= Imamat dan Perjanjian Baru. ... Apa yang secara umum digambarkan sebagai ‘imamat dari semua orang percaya’ menunjukkan secara implicit bahwa mereka yang telah menyerahkan hidup mereka kepada Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan, dan dengan itu telah mengalami kelahiran baru secara rohani, mempunyai jalan masuk langsung kepada Bapa tanpa penolong / jalan lain pada pengantara-pengantara manusia.] - ‘Leviticus’, ‘Introduction’, hal 32 - Libronix.

Tetapi sebutan ‘imam’ itu sebetulnya memang mengharuskan orang Kristen untuk melayani, hanya saja tidak secara full time, dan karena itu sangat berbeda dengan imam-imam pada jaman Perjanjian Lama.

b.   Dalam Perjanjian Baru tak ada imam / pengantara kecuali Yesus.
Imam merupakan TYPE dari Kristus, dan karena itu pada waktu Kristusnya sudah muncul, mati di salib dsb, maka tak boleh ada lagi imam / pengantara manusia biasa. Yesus adalah satu-satunya imam / pengantara kepada Allah.

1Tim 2:5 - “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,”.
Ef 2:13-18 - “(13) Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu ‘jauh,’ sudah menjadi ‘dekat’ oleh darah Kristus. (14) Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, (15) sebab dengan matiNya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diriNya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, (16) dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. (17) Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ‘jauh’ dan damai sejahtera kepada mereka yang ‘dekat,’ (18) karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.”.
Ibr 2:17 - “Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudaraNya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.”.
Ibr 3:1 - Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus,.
Ibr 4:14-16 - “(14) Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. (15) Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. (16) Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya..
Ibr 5:6,10 - “(6) sebagaimana firmanNya dalam suatu nas lain: ‘Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.’ ... (10) dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.. Bdk. Maz 110:4  Ibr 6:20  Ibr 7:17.
Ibr 7:24-28 - “(24) Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya, imamatNya tidak dapat beralih kepada orang lain. (25) Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka. (26) Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga, (27) yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukanNya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diriNya sendiri sebagai korban. (28) Sebab hukum Taurat menetapkan orang-orang yang diliputi kelemahan menjadi Imam Besar, tetapi sumpah, yang diucapkan kemudian dari pada hukum Taurat, menetapkan Anak, yang telah menjadi sempurna sampai selama-lamanya.”.
Ibr 8:1 - Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,.
Ibr 9:11 - Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, - artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, -.
Ibr 9:15 - Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggara yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama..
Ibr 9:24-28 - “(24) Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita. (25) Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diriNya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. (26) Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diriNya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korbanNya. (27) Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, (28) demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diriNya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia..
Ibr 10:10-12 - “(10) Dan karena kehendakNya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus. (11) Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. (12) Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,.
Ibr 10:19-22 - “(19) Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, (20) karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diriNya sendiri, (21) dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. (22) Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni..
Ibr 12:24 - dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel..



-bersambung-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar