About us

Golgotha Ministry adalah pelayanan dari Pdt. Budi Asali,M.Div dibawah naungan GKRI Golgota Surabaya untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia dan mengajarkan kebenaran firman Tuhan melalui khotbah-khotbah, pendalaman Alkitab, perkuliahan theologia dalam bentuk tulisan maupun multimedia (DVD video, MP3, dll). Pelayanan kami ini adalah bertujuan agar banyak orang mengenal kebenaran; dan bagi mereka yang belum percaya, menjadi percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, dan bagi mereka yang sudah percaya, dikuatkan dan didewasakan didalam iman kepada Kristus.
Semua yang kami lakukan ini adalah semata-mata untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus.

Kami mengundang dengan hangat setiap orang yang merasa diberkati dan terbeban didalam pelayanan untuk bergabung bersama kami di GKRI Golgota yang beralamat di : Jl. Raya Kalirungkut, Pertokoan Rungkut Megah Raya D-16, Surabaya.

Tuhan Yesus memberkati.

Rabu, 09 September 2015

PRO KONTRA TENTANG PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN (7)

Pemahaman Alkitab

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

Rabu, tgl 24 Juni 2015, pk 19.00

Pdt. Budi Asali, M. Div.

PRO KONTRA TENTANG

PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN (7)


7)   Harus mendahulukan keluarga.
Russell Kelly: “First Timothy 5:8 is the new Spirit-taught ‘first.’ A Christian’s first obligation is for the needs (not wants) of his/her immediate family. God wants you to make sure you can buy medicine, feed and shelter your family. Even the heathen do that (Rom 2:14-16). A Christian who neglects his/her family’s necessities is worse than unbelievers. And a pastor who convinces Christians to give their first to the church to the neglect of caring for their own family is guilty of sin against God’s cleat post-Calvary command.” [= 1Tim 5:8 adalah ajaran Roh yang baru tentang ‘pertama’. Kewajiban pertama seorang Kristen adalah untuk kebutuhan (bukan keinginan) dari keluarga langsung / dekatnya. Allah ingin kamu memastikan kamu bisa membeli obat, memberi makan dan perlindungan / rumah untuk keluargamu. Bahkan orang kafir melakukan itu (Ro 2:14-16). Seorang Kristen yang mengabaikan kebutuhan-kebutuhan keluarganya adalah lebih buruk dari orang-orang yang tidak percaya. Dan seorang pendeta yang meyakinkan orang-orang Kristen untuk memberi pemberian pertama mereka kepada gereja pada pengabaian tentang pemeliharaan keluarga mereka sendiri bersalah tentang dosa terhadap perintah yang jelas dari Allah setelah Kalvari (jaman Perjanjian Baru).] - http://www.tithing-russkelly.com/

1Tim 5:8 - “Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.”.

Ro 2:14-16 - “(14) Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. (15) Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. (16) Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.”.
Catatan: ini referensi ayat yang sama sekali tak cocok!! Mungkin ia menganggap bahwa mencukupi kebutuhan keluarga termasuk dalam apa yang ada dalam hati nurani orang-orang kafir.

Bahkan Russell Kelly, dalam bantahannya terhadap tulisan R. C. Sproul, menulis sebagai berikut:

Russell Kelly: “In 1st Timothy 5:8 Paul tells Christians to first buy medicine, food and essential shelter in order to avoid being worse than the heathen. It is wrong to delude poor struggling believers into giving the first of their Social Security and Medicaid checks to the church. Not even James Kennedy, Sproul’s former companion, taught that.” [= Dalam 1Tim 5:8 Paulus memberitahu orang-orang Kristen untuk pertama-tama membeli obat, makanan dan perlindungan hakiki / penting untuk menghindari keberadaan yang lebih buruk dari orang kafir. Adalah salah untuk menipu / menyesatkan orang-orang percaya yang bergumul ke dalam pemberian pertama dari cek Social Security dan Medicaid mereka kepada gereja. Bahkan James Kennedy, teman terdahulu dari Sproul, tidak mengajarkan itu.] - http://www.tithing-russkelly.com/id172.html
Catatan: kata ‘menipu / menyesatkan’ itu hanya benar kalau persembahan persepuluhan memang dihapuskan dalam jaman Perjanjian Baru, tentang mana menurut saya, Russell Kelly sama sekali tidak bisa membuktikannya.

Russell Kelly: Sproul: A second argument that people give to avoid the tithe is that they ‘cannot afford it.’ What that statement really means is that they cannot pay their tithe and pay all the other expenses they have incurred. Kelly: 1 Tim 5:8 ‘But if any provide not for his own, and especially for those of his own house, he hath denied the faith, and is worse than an infidel.’ The great sin of modern man is living beyond his/her means. Most of us need to cut back and we will only do that when saving souls becomes more important than buying expensive homes, cars and toys.” [= Sproul: Argumentasi kedua yang orang-orang berikan untuk menghindari persembahan persepuluhan adalah bahwa mereka ‘tidak bisa / mampu memberikannya’. Apa arti sesungguhnya dari pernyataan itu adalah bahwa mereka tidak bisa membayar persembahan persepuluhan mereka dan membayar semua pengeluaran yang lain yang telah mereka adakan. Kelly: 1Tim 5:8 ‘Tetapi jika siapapun tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu telah menyangkal iman, dan lebih buruk dari orang kafir’. Dosa yang besar dari orang modern adalah hidup melampaui sumber keuangannya. Kebanyakan dari kita perlu / harus mengurangi dan kita akan melakukan itu hanya pada waktu penyelamatan jiwa-jiwa menjadi lebih penting dari pada membeli rumah, mobil dan mainan yang mahal.] - http://www.tithing-russkelly.com/id172.html
Catatan: saya tidak mengerti apa maksudnya kalimat terakhir dari Russell Kelly itu.

Tanggapan saya:

a)   Pemeliharaan keluarga jelas termasuk hukum moral, dan ini sama saja pada jaman Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru! Kalau penggunaan Ro 2:14-16 memang dimaksudkan untuk mencakup hal itu dalam hati nurani orang-orang kafir, maka lebih-lebih lagi itu menunjukkan bahwa Russell Kellypun percaya bahwa itu termasuk hukum moral!

Jadi penekanan Russell Kelly tentang ‘post-Calvary’ [= setelah Kalvari / jaman Perjanjian Baru] dan pernyataannya bahwa 1Tim 5:8 merupakan ajaran Roh Kudus yang baru tentang ‘pertama’, merupakan suatu omong kosong!

Dalam Perjanjian Lamapun kita diharuskan menghormati orang tua kita, dan itu jelas mencakup pemeliharaan mereka!

Kel 20:12 - “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.”.

Ul 27:16 - “Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu dan bapanya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!”.

Yesus menganggap bahwa pemeliharaan orang tua termasuk dalam hukum ke 5, dan Ia mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang mengajar untuk melanggar hal itu.

Mat 15:3-6 - “(3) Tetapi jawab Yesus kepada mereka: ‘Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu? (4) Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati. (5) Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, (6) orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.”.

b)   Apakah kita harus mengutamakan keluarga atau mengutamakan Allah??
Ajaran Russell Kelly tentang ‘pengutamaan keluarga’ adalah ajaran yang sangat bodoh, gila dan tidak Alkitabiah! Dalam seluruh Alkitab tak ada keharusan mendahulukan keluarga dari Allah! Sebaliknyalah yang benar! Seluruh Alkitab mengajarkan bahwa Allah harus diutamakan di atas segala sesuatu, termasuk keluarga!

Kel 20:3 - “Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu.”.
Kalau keluarga diutamakan, maka keluarga menjadi ‘allah lain’ bagi kita!

Matthew Henry (tentang Kel 20:3): The sin against this commandment which we are most in danger of is giving the glory and honour to any creature which are due to God only. Pride makes a god of self, covetousness makes a god of money, sensuality makes a god of the belly; whatever is esteemed or loved, feared or served, delighted in or depended on, more than God, that (whatever it is) we do in effect make a god of.[= Dosa terhadap hukum ini dalam mana kita paling ada dalam bahaya adalah memberi kemuliaan dan hormat kepada makhluk ciptaan manapun yang adalah hak Allah saja. Kesombongan membuat diri sendiri sebagai seorang allah, ketamakan membuat uang sebagai seorang allah, pemuasan nafsu makan membuat perut sebagai seorang allah; apapun yang dihargai atau dikasihi, ditakuti atau dilayani, disenangi atau digantungi, lebih dari Allah, itu (apapun itu adanya) sebetulnya kita memang membuatnya sebagai seorang allah.].

1Raja 17:10-16 - “(10) Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: ‘Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum.’ (11) Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: ‘Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti.’ (12) Perempuan itu menjawab: ‘Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.’ (13) Tetapi Elia berkata kepadanya: ‘Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. (14) Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.’ (15) Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. (16) Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkanNya dengan perantaraan Elia.”.

Mat 4:21-22 - “(21) Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihatNya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka (22) dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia..

Mat 6:33 - “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”.

Mat 10:37 - “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari padaKu, ia tidak layak bagiKu; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari padaKu, ia tidak layak bagiKu.”.
Luk 14:26 - “‘Jikalau seorang datang kepadaKu dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridKu.”.
Catatan: kata ‘membenci’ dalam Luk 14:26 tidak mungkin diartikan betul-betul sebagai ‘membenci’ karena akan menabrak hukum ke 5 dan banyak hukum-hukum yang lain. Jadi, di sini kata itu harus diartikan sebagai ‘mengasihi kurang dari’. Jadi ‘membenci bapanya’ artinya ‘mengasihi bapanya kurang dari Kristus’. Dengan demikian arti dari Luk 14:26 menjadi sama dengan Mat 10:37.

Mat 22:37-39 - “(37) Jawab Yesus kepadanya: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. (38) Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. (39) Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”.

Keluarga termasuk sesama manusia. Memang harus dikasihi, tetapi itu termasuk hukum KEDUA. Yang PERTAMA adalah mengasihi Tuhan! Jadi, Tuhan harus diprioritaskan di atas keluarga!!

Mat 19:27-29 - “(27) Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: ‘Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?’ (28) Kata Yesus kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaanNya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. (29) Dan setiap orang yang karena namaKu meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.”.

Bdk. Mark 10:29-30 - “(29) Jawab Yesus: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, (30) orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.”.

Luk 9:59-62 - “(59) Lalu Ia berkata kepada seorang lain: ‘Ikutlah Aku!’ Tetapi orang itu berkata: ‘Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.’ (60) Tetapi Yesus berkata kepadanya: ‘Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.’ (61) Dan seorang lain lagi berkata: ‘Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.’ (62) Tetapi Yesus berkata: ‘Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.’”.

Bdk. Mat 8:19-22 - “(19) Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepadaNya: ‘Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.’ (20) Yesus berkata kepadanya: ‘Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya.’ (21) Seorang lain, yaitu salah seorang muridNya, berkata kepadaNya: ‘Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.’ (22) Tetapi Yesus berkata kepadanya: ‘Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.’.

Jamieson, Fausset & Brown (tentang Mat 8:21-22): This disciple did not, like the former, volunteer his services, but is called by the Lord Jesus, not only to follow, but to preach Him. And he is quite willing; only, he is not ready just yet. ‘Lord, I will; but’ - ‘There is a difficulty in the way just now; but that once removed, I am Thine.’ What now is this difficulty? Was his father actually dead - lying a corpse - having only to be buried? Impossible. As it was the practice, as noticed on Luke 7:12, to bury on the day of death, it is not very likely that this disciple would have been here at all if his father had just breathed his last; nor would the Lord, if He was there, have hindered him discharging the last duties of a son to a father. No doubt it was the common case of a son having a frail or aged father, not likely to live long, whose head he thinks it his duty to see under the ground before he goes abroad. ‘This aged father of mine will soon be removed; and if I might but delay until I see him decently interred, I should then be free to preach the kingdom of God wherever duty might call me.’ This view of the case will explain the curt reply, ‘Let the dead bury their dead: but go thou and preach the kingdom of God.’[= Murid ini tidak, seperti yang terdahulu, menawarkan pelayanannya dengan sukarela, tetapi dipanggil oleh Tuhan Yesus, bukan hanya untuk mengikut, tetapi untuk memberitakan Dia. Dan ia cukup mau; hanya, ia belum siap. ‘Tuhan, aku mau; tetapi’ - ‘Di sana ada suatu kesukaran di jalan sekarang; tetapi pada waktu itu disingkirkan, aku adalah milikMu’. Sekarang apakah kesukaran itu? Apakah ayahnya betul-betul mati - berbaring sebagai suatu mayat - hanya perlu untuk dikuburkan? Mustahil. Karena merupakan praktek saat itu, seperti diceritakan pada Luk 7:12, menguburkan pada hari kematian, adalah sangat tidak mungkin bahwa murid ini ada di sini jika ayahnya baru saja telah menghembuskan nafas terakhirnya; juga Tuhan tidak akan, jika Ia ada di sana, telah menghalangi dia untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban terakhir sebagai seorang anak kepada seorang ayah. Tak diragukan bahwa merupakan kasus yang umum dari seorang anak yang mempunyai seorang ayah yang lemah secara fisik atau sudah tua, rasanya tidak akan hidup lama lagi, yang ia pikirkan merupakan kewajibannya untuk kuburkan sebelum ia pergi meninggalkan rumah. ‘Ayahku yang tua ini akan segera disingkirkan / mati; dan jika aku bisa menunda sampai aku mengusahakan / memastikan supaya dia dikuburkan dengan layak, maka aku akan bebas untuk memberitakan kerajaan Allah dimanapun kewajiban memanggil aku’. Pandangan ini tentang kasus itu menjelaskan jawaban yang pendek / kasar, ‘Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi pergilah engkau dan dan beritakanlah Kerajaan Allah’.].
Luk 7:12 - “Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.”.

Calvin (tentang Mat 8:21): We have said, that the scribe was rejected by Christ as a follower, because he made his offer without consideration, and imagined that he would enjoy an easy life. The person whom Christ retains had an opposite fault. He was prevented from immediately obeying the call of Christ by the weakness of thinking it a hardship to leave his father. It is probable that his father was in extreme old age: for the mode of expression, ‘Permit me to bury,’ implies that he had but a short time to live. ... But he does not refuse the calling: he only asks leave for a time to discharge a duty which he owes to his father. The excuse bears that he looked upon himself as at liberty till his father’s death. From Christ’s reply we learn, that children should discharge their duty to their parents in such a manner that, whenever God calls them to another employment, they should lay this aside, and assign the first place to the command of God. Whatever duties we owe to men must give way, when God enjoins upon us what is immediately due to himself. All ought to consider what God requires from them as individuals, and what is demanded by their particular calling, that earthly parents may not prevent the claims of the highest and only Father of all from remaining entire. [= Kami telah mengatakan, bahwa ahli Taurat itu ditolak oleh Kristus sebagai seorang pengikut (Mat 8:19-20), karena ia membuat tawarannya tanpa pertimbangan, dan membayangkan bahwa ia akan menikmati suatu hidup yang mudah. Orang yang Kristus tahan mempunyai kesalahan yang berlawanan. Ia dicegah dari segera mentaati panggilan Kristus oleh kelemahan pemikiran bahwa merupakan suatu kesukaran untuk meninggalkan ayahnya. Adalah mungkin bahwa ayahnya ada dalam usia yang sangat tua: karena cara pengungkapan, ‘Ijinkanlah aku menguburkan’, secara implicit menunjukkan bahwa ia hanya mempunyai suatu waktu yang singkat untuk hidup. ... Tetapi ia tidak menolak panggilan itu: ia hanya meminta ijin untuk suatu waktu untuk melaksanakan suatu kewajiban tentang mana ia berhutang kepada ayahnya. Dari jawaban Kristus kita belajar, bahwa anak-anak harus melaksanakan kewajiban mereka kepada orang tua mereka sedemikian rupa sehingga, kapanpun Allah memanggil mereka pada pekerjaan yang lain, mereka harus menyingkirkan ini, dan memberikan tempat pertama pada perintah Allah. Kewajiban-kewajiban apapun tentang mana kita berhutang kepada manusia harus memberi jalan / mengalah, pada waktu Allah memerintah kita apa yang secara langsung adalah hakNya. Semua orang harus mempertimbangkan apa yang Allah tuntut dari mereka sebagai individu-individu, dan apa yang dituntut oleh panggilan khusus mereka, sehingga orang tua duniawi tidak mencegah tuntutan-tuntutan dari ‘Bapa yang tertinggi dan satu-satunya dari semua’ tetap utuh.].

Calvin (tentang Luk 9:60): Matthew has only the words, ‘Follow me:’ but Luke states more fully the reason why he was called, which was, that he might be a minister and preacher of the Gospel. Had he remained in a private station, there would have been no absolute necessity for leaving his father, provided he did not forsake the Gospel on his father’s account. But the preaching of the Gospel does not allow him to remain at home, and therefore Christ properly takes him away from his father. ... it deserves our notice, that the fault which still cleaved to him is corrected, and is not overlooked and encouraged. [= Matius hanya mempunyai kata-kata, ‘Ikutlah Aku’: tetapi Lukas menyatakan secara lebih lengkap alasan mengapa ia dipanggil, yang adalah, supaya ia bisa menjadi seorang pelayan dan pemberita Injil. Seandainya ia tetap di suatu tempat pribadi yang tetap / tak berpindah-pindah, di sana tidak akan ada kebutuhan mutlak untuk meninggalkan ayahnya, asal ia tidak meninggalkan Injil demi ayahnya. Tetapi pemberitaan Injil tidak mengijinkan dia untuk tetap ada di rumah, dan karena itu Kristus secara benar / tepat mengambilnya dari ayahnya. ... itu layak mendapat perhatian kita, bahwa kesalahan yang tetap melekat padanya dikoreksi, dan tidak diabaikan dan dikuatkan.].

Matthew Henry (tentang Luk 9:59): The excuse he made: ‘Lord, suffer me first to go and bury my father. I have an aged father at home, who cannot live long, and will need me while he does live; let me go and attend on him until he is dead, and I have performed my last office of love to him, and then I will do any thing.’ We may here see three temptations, by which we are in danger of being drawn and kept from following Christ, which therefore we should guard against: ... We are tempted to think that our duty to our relations will excuse us from our duty to Christ. It is a plausible excuse indeed: ‘Let me go and bury my father, - let me take care of my family, and provide for my children, and then I will think of serving Christ;’ whereas the kingdom of God and the righteousness thereof must be sought and minded in the first place.[= Alasan yang ia buat: ‘Tuhan, ijinkan aku untuk pergi dulu dan menguburkan ayahku. Aku mempunyai ayah yang sudah tua di rumah, yang tidak bisa hidup lama lagi, dan akan membutuhkan aku sementara ia hidup; biarlah aku pergi dan mengurus / merawat dia sampai ia mati, dan aku telah melaksanakan tugas kasih terakhirku kepadanya, dan pada saat itu aku akan melakukan apapun’. Kita bisa melihat 3 pencobaan di sini, dengan mana kita ada dalam bahaya dari ditarik dan dicegah dari mengikuti Kristus, yang karena itu kita harus berjaga-jaga terhadapnya: ... Kita dicobai untuk berpikir bahwa kewajiban kita kepada keluarga kita akan membebaskan kita dari kewajiban kita kepada Kristus. Itu memang merupakan suatu alasan / dalih yang masuk akal: ‘Biarlah aku pergi dan menguburkan ayahku, - biarlah aku memelihara keluargaku, dan memelihara / mencukupi kebutuhan anak-anakku, dan lalu aku akan memikirkan untuk melayani Kristus’; sedangkan sebaliknya kerajaan Allah dan kebenarannya harus dicari dan diperhatikan / dipentingkan di tempat pertama.].

Matthew Henry (tentang Luk 9:60): Christ’s answer to it (v. 60): ‘Let the dead bury their dead. Suppose (which is not likely) that there are none but the dead to bury their dead, or none but those who are themselves aged and dying, who are as good as dead, and fit for no other service, yet thou hast other work to do; go thou, and preach the kingdom of God.’ Not that Christ would have his followers or his ministers to be unnatural; our religion teaches us to be kind and good in every relation, to show piety at home, and to requite our parents. But we must not make these offices an excuse from our duty to God. If the nearest and dearest relation we have in the world stand in our way to keep us from Christ, it is necessary that we have a zeal that will make us forget father and mother, as Levi did, Deut 33:9. This disciple was called to be a minister, and therefore must not entangle himself with the affairs of this world, 2 Tim 2:4. And it is a rule that, whenever Christ calls to any duty, we must not consult with flesh and blood, Gal 1:15,16. No excuses must be admitted against a present obedience to the call of Christ.[= Jawaban Kristus terhadapnya (ay 60): ‘Biarlah orang mati menguburkan orang mati mereka. Seandainya / anggaplah (yang kecil kemungkinannya) bahwa di sana tidak ada siapapun kecuali orang mati untuk menguburkan orang mati mereka, atau tak ada siapapun kecuali mereka yang dirinya sendiri sudah tua dan sekarat, yang sama dengan mati, dan tidak cocok untuk pelayanan lain apapun, tetapi engkau mempunyai pekerjaan lain untuk dilakukan; pergilah engkau, dan beritakanlah kerajaan Allah’. Bukan bahwa Kristus menginginkan para pengikutNya atau pelayan / pendetaNya menjadi tidak alamiah; agama kita mengajar kita untuk menjadi baik dalam setiap hubungan, menunjukkan kesalehan di rumah, dan membalas (jasa) orang tua kita. Tetapi kita tidak boleh membuat tugas-tugas ini sebagai suatu dalih untuk membebaskan kita dari kewajiban kita terhadap Allah. Jika hubungan terdekat dan terkasih yang kita punyai di dunia berada di jalan untuk mencegah / menghalangi kita dari Kristus, adalah perlu bahwa kita mempunyai suatu semangat yang akan membuat kita melupakan ayah dan ibu, seperti dilakukan oleh (suku) Lewi, Ul 33:9. Murid ini dipanggil menjadi seorang pelayan, dan karena itu tidak boleh melibatkan dirinya sendiri dengan urusan-urusan dunia ini, 2Tim 2:4. Dan merupakan suatu peraturan bahwa kapanpun Kristus memanggil pada kewajiban apapun, kita tidak boleh berkonsultasi dengan daging dan darah (manusia), Gal 1:15,16. Tak ada dalih boleh diijinkan terhadap suatu ketaatan sekarang pada panggilan dari Kristus.].
2Tim 2:4 - “Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.”.
Gal 1:15-16 - “(15) Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karuniaNya, (16) berkenan menyatakan AnakNya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;”.
KJV: immediately I conferred not with flesh and blood: [= segera aku tidak berkonsultasi dengan daging dan darah:].
Ul 33:8-9 - “(8) Tentang Lewi ia berkata: ‘Biarlah Tumim dan UrimMu menjadi kepunyaan orang yang Kaukasihi, yang telah Kaucoba di Masa, dengan siapa Engkau berbantah dekat mata air Meriba; (9) yang berkata tentang ayahnya dan tentang ibunya: aku tidak mengindahkan mereka; ia yang tidak mau kenal saudara-saudaranya dan acuh tak acuh terhadap anak-anaknya. Sebab orang-orang Lewi itu berpegang pada firmanMu dan menjaga perjanjianMu;”.
Catatan: tentu saja Lewi / orang Lewi itu tidak bersikap seperti itu terhadap keluarganya DALAM SEGALA KEADAAN, TETAPI HANYA DALAM PERBANDINGAN ANTARA KEWAJIBAN MEREKA TERHADAP TUHAN DAN KEWAJIBAN MEREKA TERHADAP KELUARGA!

Matthew Henry (tentang Ul 33:9): He commends the zeal of this tribe for God when they sided with Moses (and so with God) against the worshippers of the golden calf (Ex 32:26, &c.), and, being employed in cutting off the ring-leaders in that wickedness, they did it impartially: the best friends they had in the world, though as dear to them as their next relations, they did not spare if they were idolaters. Note, Our regard to God and to his glory ought always to prevail above our regard to any creature whatsoever. And those who not only keep themselves pure from the common iniquities of the times and places in which they live, but, as they are capable, bear testimony against them, and stand up for God against the evil-doers, shall have special marks of honour put upon them. ... And indeed the office of the priests and Levites, which engaged their constant attendance, at least in their turns, at God’s altar, laid them under a necessity of being frequently absent from their families, which they could not take such care of, nor make such provision for, as other Israelites might. This was the constant self-denial they submitted to, that they might observe God’s word, and keep the covenant of priesthood. Note, Those that are called to minister in holy things must sit loose to the relations and interests that are dearest to them in this world, and prefer the gratifying of the best friend they have, Acts 21:13; 20:24. Our Lord Jesus knew not his mother and his brethren when they would have taken him off from his work, Matt 12:48.[= Ia memuji semangat dari suku ini untuk Allah pada waktu mereka berpihak kepada Musa (dan dengan demikian kepada Allah) terhadap penyembah-penyembah dari lembu emas (Kel 32:26-dst), dan pada waktu dipekerjakan dalam melenyapkan / membunuh para pemimpin dalam kejahatan itu, mereka melakukannya tanpa pandang bulu: sahabat-sahabat terbaik yang mereka punyai dalam dunia, sekalipun sama disayangi bagi mereka seperti keluarga dekat mereka, mereka tidak menyayangkan jika orang-orang itu adalah penyembah-penyembah berhala. Perhatikan, Hormat / perhatian kita kepada Allah dan pada kemuliaanNya harus selalu menang atas hormat / perhatian kita kepada makhluk apapun. Dan mereka bukan hanya menjaga diri mereka sendiri murni dari kejahatan umum dari waktu / jaman dan tempat dimana mereka hidup, tetapi sebagaimana mereka mampu, memberi kesaksian menentang mereka, dan membela Allah terhadap pembuat-pembuat kejahatan, akan mempunyai tanda kehormatan khusus yang diberikan kepada mereka. ... Dan memang jabatan imam-imam dan orang-orang Lewi, yang melibatkan pelayanan konstan mereka, setidaknya pada waktu giliran mereka, di mezbah Allah, menempatkan mereka di bawah suatu keharusan untuk sering absen dari keluarga mereka, yang tidak bisa mereka pelihara, atau beri persediaan, seperti yang bisa dilakukan oleh orang-orang Israel yang lain. Ini adalah penyangkalan diri konstan terhadap mana mereka tunduk, supaya mereka bisa memperhatikan / mentaati firman Allah, dan memelihara perjanjian imamat / keimaman. Perhatikan, Mereka yang dipanggil untuk melayani hal-hal kudus harus ‘mengabaikan’ hubungan dan kepentingan yang paling mereka sayangi di dunia ini, dan lebih memilih pemuasan dari sahabat terbaik yang mereka punyai, Kis 21:13; 20:24. Tuhan kita Yesus tidak mengenal ibuNya dan saudara-saudaraNya pada waktu mereka mau mengambilNya dari pekerjaanNya, Mat 12:48.].
Catatan: saya tak pasti tentang kata-kata ‘dan lebih memilih pemuasan dari sahabat terbaik yang mereka punyai’. Apakah ada salah cetak, atau yang dimaksud dengan ‘sahabat terbaik’ itu adalah Yesus. Saya condong pada yang terakhir, khususnya karena ayat-ayat yang dijadikan referensi adalah Kis 21:13 dan Kis 20:24.
Kis 21:13 - “Tetapi Paulus menjawab: ‘Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus.’”.
Kis 20:24 - “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.”.

Kel 32:26-28 - “(26) maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: ‘Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!’ Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi. (27) Berkatalah ia kepada mereka: ‘Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya.’ (28) Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.”.
Bdk. Ul 13:6-11 - “(6) Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu, (7) salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi, (8) maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya, (9) tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat. (10) Engkau harus melempari dia dengan batu, sehingga mati, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada TUHAN, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. (11) Maka seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu.”.
Catatan: pembunuhan-pembunuhan / hukuman-hukuman mati seperti ini termasuk dalam civil law [= undang-undang] yang hanya berlaku saat itu di tempat itu. Tetapi prinsipnya tetap berlaku, yaitu kita harus menentang orang-orang yang sesat / berusaha menyesatkan kita, tak peduli orang itu adalah keluarga dekat atau sahabat terbaik kita!! Dalam gereja, harus diberlakukan siasat gerejani / pengucilan terhadap orang-orang itu, tak peduli siapapun mereka adanya.

Bdk. Im 10:1-7 - “(1) Kemudian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan TUHAN api yang asing yang tidak diperintahkanNya kepada mereka. (2) Maka keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan TUHAN. (3) Berkatalah Musa kepada Harun: ‘Inilah yang difirmankan TUHAN: Kepada orang yang karib kepadaKu Kunyatakan kekudusanKu, dan di muka seluruh bangsa itu akan Kuperlihatkan kemuliaanKu.’ Dan Harun berdiam diri. (4) Kemudian Musa memanggil Misael dan Elsafan, anak-anak Uziel, paman Harun, lalu berkatalah ia kepada mereka: ‘Datang ke mari, angkatlah saudara-saudaramu ini dari depan tempat kudus ke luar perkemahan.’ (5) Mereka datang, dan mengangkat mayat keduanya, masih berpakaian kemeja, ke luar perkemahan, seperti yang dikatakan Musa. (6) Kemudian berkatalah Musa kepada Harun dan kepada Eleazar dan Itamar, anak-anak Harun: ‘Janganlah kamu berkabung dan janganlah kamu berdukacita, supaya jangan kamu mati dan jangan TUHAN memurkai segenap umat ini, tetapi saudara-saudaramu, yaitu seluruh bangsa Israel, merekalah yang harus menangis karena api yang dinyalakan TUHAN itu. (7) Janganlah kamu pergi dari depan pintu Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati, karena minyak urapan TUHAN ada di atasmu.’ Mereka melakukan sesuai dengan perkataan Musa.”.

Mat 12:46-50 - “(46) Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibuNya dan saudara-saudaraNya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. (47) Maka seorang berkata kepadaNya: ‘Lihatlah, ibuMu dan saudara-saudaraMu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.’ (48) Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepadaNya: ‘Siapa ibuKu? Dan siapa saudara-saudaraKu?’ (49) Lalu kataNya, sambil menunjuk ke arah murid-muridNya: ‘Ini ibuKu dan saudara-saudaraKu! (50) Sebab siapapun yang melakukan kehendak BapaKu di sorga, dialah saudaraKu laki-laki, dialah saudaraKu perempuan, dialah ibuKu.’”.

Calvin (tentang Ul 33:9): In the person of Aaron an example is set before all the Levites for their imitation. And, first, he is said to have renounced his own flesh and blood, in order that he might be more disencumbered for obeying God; and in fact it is necessary that all the pastors of the Church should put off their earthly affections, which would otherwise often keep them back from devoting themselves entirely to God. ... Christ now requires the same thing of His disciples, that sons should forget their fathers, and fathers their sons, and husbands their wives, lest anything should retard their course, and prevent them from earnestly advancing through life and death to the end to which they are called. (Matthew 10:37.) [= Dalam diri Harun suatu contoh / teladan diletakkan di depan semua orang-orang Lewi untuk diteladani. Dan pertama-tama, ia dikatakan telah meninggalkan / melepaskan daging dan darahnya sendiri, supaya ia bisa lebih tidak dibebani untuk mentaati Allah; dan dalam faktanya / sebetulnya adalah perlu bahwa semua pendeta dari Gereja melepaskan / menolak perasaan-perasaan / rasa sayang duniawi mereka, yang kalau tidak akan sering mencegah mereka dari pembaktian diri mereka sendiri sepenuhnya kepada Allah. ... Sekarang Kristus menuntut hal yang sama dari murid-muridNya, bahwa anak harus melupakan ayah mereka, dan ayah harus melupakan anak mereka, dan suami harus melupakan istri mereka, supaya jangan apapun memperlambat perjalanan mereka, dan mencegah mereka dari kemajuan dengan sungguh-sungguh melalui kehidupan dan kematian pada tujuan pada mana mereka dipanggil. (Mat 10:37).] - hal 389.
Catatan: saya tak mengerti mengapa Calvin bicara tentang Harun, karena kontext sama sekali tak bicara tentang Harun, tetapi tentang Lewi.

c)   Justru pengutamaan Allah, salah satunya melalui pengutamaan pemberian persembahan persepuluhan, menjamin berkat Tuhan sehingga keluarga kita bisa tercukupi! Dan sebaliknya, kalau kita menahan persembahan persepuluhan karena kita mengutamakan keluarga, kita mengundang hukuman / hajaran Tuhan, dalam persoalan keuangan (Mal 3:8-12). Ini sudah dibahas dalam pelajaran yang lalu dan tidak akan saya ulangi di sini.

Apakah Russell Kelly tak mempunyai iman bahwa Allah akan mencukupi orang Kristen dan keluarganya kalau orang Kristen itu mengutamakan / mendahulukan Allah?

Mat 6:33 - “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”.

A. W. Pink: “When the subject of tithing is brought before the Lord’s people, there are usually a few who are ready to say, Well, I think it is a man’s duty to provide for his own household, for his own family. Yes, so do I. Scripture says so. There is nothing wrong in that. I go further. I believe it is perfectly proper for a young Christian man to desire and to seek after an increasing income with which to properly support his growing family, but if he is not a tither he has no guarantee from God that his present income will even be maintained, let alone enlarged. But the tither has that guarantee from God, as we shall yet see, unless our eyes are shut. And then perhaps there are some who say, I cannot afford to tithe, for I have made some investments which have turned out very badly. Yes, and you are likely to meet with some worse ones if you continue to rob God! My friends, you need Divine guidance in the matter of investing, and God won’t give that guidance while you are walking contrary to His revealed will in the matter of church finance. I am fully persuaded that in the vast majority of cases, if not all (this may sound harsh: God’s Word is piercing and condemning and rebuking and humbling) that where you have children of God in middle life or in old age, who are in financial straits, it is because they robbed God in their earlier years. Be not deceived: God is not mocked! If they did not handle to His glory and use according to His Word the money He did give them, then they must not be surprised if He withholds from them now: see Jeremiah 5:25! There is a cause for every effect. There is an explanation to all things right here in the Word of God, too.” [= Pada waktu pokok tentang persembahan persepuluhan dibawa di depan umat Tuhan, biasanya ada beberapa orang yang siap untuk berkata, Saya pikir / kira adalah kewajiban seorang laki-laki / manusia untuk memelihara / menyediakan untuk rumah tangganya sendiri, untuk keluarganya sendiri. Ya, begitu juga dengan saya. Kitab Suci berkata begitu. Tak ada yang salah dengan itu. Saya berjalan / maju lebih jauh. Saya percaya adalah tepat secara sempurna bagi seorang pria muda Kristen untuk menginginkan dan untuk mengusahakan suatu penghasilan yang meningkat dengan mana untuk menyokong dengan benar keluarganya yang bertumbuh, tetapi jika ia bukan seorang pemberi persembahan persepuluhan ia tidak mempunyai jaminan dari Allah bahwa penghasilannya saat ini akan bertahan, apalagi bertambah besar. Tetapi orang yang memberi persembahan persepuluhan mempunyai jaminan itu dari Allah, seperti akan kita lihat, kecuali mata kita tertutup. Dan lalu mungkin ada beberapa orang yang berkata, Saya tak bisa memberi persembahan persepuluhan, karena saya telah membuat beberapa investasi yang telah berakhir dengan sangat buruk. Ya, dan kamu sangat mungkin akan bertemu dengan beberapa investasi yang lebih buruk jika kamu terus merampok Allah! Sahabat-sahabatku, kamu membutuhkan bimbingan Ilahi dalam persoalan investasi, dan Allah tidak akan memberikan bimbingan itu pada waktu kamu sedang berjalan bertentangan dengan kehendakNya yang dinyatakan dalam persoalan keuangan gereja. Saya yakin sepenuhnya bahwa dalam mayoritas kasus, jika bukannya semua kasus (ini bisa kedengaran keras: Firman Allah sedang menusuk dan mengecam dan mencela / memarahi dan merendahkan) bahwa dimana kamu mendapati anak-anak Allah dalam usia pertengahan atau usia tua, yang ada dalam kesukaran keuangan, itu adalah karena mereka telah merampok Allah pada tahun-tahun yang lebih awal. Jangan ditipu: Allah tak mau dipermainkan! Jika mereka tidak menangani uang yang Ia berikan kepada mereka bagi kemuliaanNya dan menggunakannya sesuai dengan FirmanNya, maka mereka tidak boleh terkejut jika Ia menahan uang itu dari mereka sekarang: lihat Yer 5:25! Di sana ada penyebab untuk setiap akibat / hasil. Juga di sana ada penjelasan bagi segala sesuatu di sini dalam Firman Allah.] - ‘Thiting’, hal 15-16 (AGES).

Yer 5:23-25 - “(23) Tetapi bangsa ini mempunyai hati yang selalu melawan dan memberontak; mereka telah menyimpang dan menghilang. (24) Mereka tidak berkata dalam hatinya: Baiklah kita takut akan TUHAN, Allah kita, yang memberi hujan pada waktunya, hujan pada awal musim maupun hujan pada akhir musim, dan yang menjamin bagi kita minggu-minggu yang tetap untuk panen. (25) Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu.”.

d)   Sekarang, bagaimana dengan 1Tim 5:8 yang digunakan oleh Russell Kelly?
1Tim 5:8 - “Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.”.

Ayat ini sebetulnya hanya memerintahkan orang Kristen untuk bertanggung jawab untuk pemeliharaan keluarganya, dan sama sekali tidak ada petunjuk apapun untuk menomor-satukan keluarga, apalagi mengutamakannya di atas Allah sendiri! Saya berpendapat bahwa penafsiran Russell Kelly tentang ayat ini bukan suatu exegesis tetapi suatu eisegesis! Ia berusaha memasukkan pandangannya ke dalam ayat ini, yang sebetulnya tidak berbicara apa-apa tentang hukum yang baru dari Roh Kudus, pengutamaan keluarga dan sebagainya.

Saya sendiri menganggap ayat ini memang harus ditaati, tetapi dengan cara mentaati Mal 3, yaitu dengan memberikan persembahan persepuluhan, sehingga berkat Tuhan akan menyebabkan saya dan keluarga saya dicukupi oleh Tuhan!!!

-bersambung-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar