About us

Golgotha Ministry adalah pelayanan dari Pdt. Budi Asali,M.Div dibawah naungan GKRI Golgota Surabaya untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia dan mengajarkan kebenaran firman Tuhan melalui khotbah-khotbah, pendalaman Alkitab, perkuliahan theologia dalam bentuk tulisan maupun multimedia (DVD video, MP3, dll). Pelayanan kami ini adalah bertujuan agar banyak orang mengenal kebenaran; dan bagi mereka yang belum percaya, menjadi percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, dan bagi mereka yang sudah percaya, dikuatkan dan didewasakan didalam iman kepada Kristus.
Semua yang kami lakukan ini adalah semata-mata untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus.

Kami mengundang dengan hangat setiap orang yang merasa diberkati dan terbeban didalam pelayanan untuk bergabung bersama kami di GKRI Golgota yang beralamat di : Jl. Raya Kalirungkut, Pertokoan Rungkut Megah Raya D-16, Surabaya.

Tuhan Yesus memberkati.

Tampilkan postingan dengan label Undangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Undangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

UNDANGAN PESTA

LUKAS 14:15-24


Luk 14:15-24 - “(15) Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: ‘Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.’ (16) Tetapi Yesus berkata kepadanya: ‘Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. (17) Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. (18) Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. (19)  Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. (20) Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. (21) Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. (22) Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. (23) Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. (24) Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuanKu.’”.

I) Undangan diberikan pada saat pesta sudah siap.


Pada saat itu, kalau orang mau mengadakan pesta, maka jauh hari sebelum pesta itu diadakan, undangan sudah dikirimkan kepada para tamu. Dalam undangan itu sudah ditetapkan tempat pesta itu dan juga tanggal pada saat pesta itu akan diadakan. Tetapi jam pesta tidak diberitahukan. Lalu orang yang mengadakan pesta itu mengadakan segala persiapan untuk pesta. Setelah persiapan untuk pesta itu siap (pada tanggal yang sudah ditentukan), maka orang yang  mengadakan pesta itu mengirim hamba-hambanya untuk mengundang (undangan ke dua) orang-orang yang tadinya telah diundang untuk datang. Hal ini sebetulnya bisa terlihat pada ay 17 tetapi Kitab Suci bahasa Indonesia tidak menunjukkan hal itu.
Ay 17: “Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.”.
KJV: ‘to them that were bidden’ [= kepada mereka yang telah diundang].
RSV: ‘to those who had been invited’ [= kepada mereka yang telah diundang].
NIV: ‘those who had been invited’ [= mereka yang telah diundang].
NASB: ‘to those who had been invited’ [= kepada mereka yang telah diundang].
Hanya KJV yang menggunakan bentuk past tense biasa, sedangkan RSV/NIV/NASB menggunakan past perfect tense. Penggunaan bentuk ‘past perfect tense’ (had been invited) menunjukkan bahwa orang-orang itu sudah mendapat undangan sebelum hamba itu memberitahukan bahwa pesta telah siap.

Bandingkan dengan Ester 5:8 (undangan pertama) dan Ester 6:14 (undangan ke dua).
Ester 5:8 - “Jikalau hamba mendapat kasih raja, dan jikalau baik pada pemandangan raja mengabulkan permintaan serta memenuhi keinginan hamba, datang pulalah kiranya raja dengan Haman ke perjamuan yang akan hamba adakan bagi raja dan Haman; maka besok akan hamba lakukan yang dikehendaki raja.’”.
Ester 6:14 - “Selagi mereka itu bercakap-cakap dengan dia, datanglah sida-sida raja, lalu mengantarkan Haman dengan segera ke perjamuan yang diadakan oleh Ester.”.
Jadi, adanya undangan ke dua menunjukkan bahwa pesta telah siap!

Orang yang mengadakan pesta itu, jelas menggambarkan Allah sendiri. Sama seperti orang itu sudah menyiapkan pesta, demikian juga Allah telah menyiapkan keselamatan bagi kita.

Bahwa keselamatan sudah siap, terbukti dari:

1)   Kata-kata ‘sudah selesai’ yang diucapkan Yesus di atas kayu salib (Yoh 19:30).
Yesus sudah dicambuki habis-habisan, dipakukan pada kayu salib, mengalami kehausan yang luar biasa, mengalami keterpisahan dengan Allah dsb untuk membereskan dosa kita! Lalu Ia berkata ‘sudah selesai’! Renungkan kata-kata Yesus ini! Keselamatan kita sudah diselesaikan di atas kayu salib. Kita hanya tinggal menerimanya dengan cuma-cuma.
Ro 3:23-24 - “(23) Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, (24) dan oleh kasih karunia Allah telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”.

2)   Kebangkitan Yesus dari antara orang mati.
Upah dosa ialah maut (Kej 2:16-17  Ro 6:23), dan kalau Yesus belum selesai membereskan dosa manusia, Ia tidak akan bisa bangkit dari antara orang mati.

3)   Kenaikan Yesus ke surga.
Yesus datang ke dunia karena ditugaskan oleh Bapa untuk membereskan dosa manusia. Kalau dosa belum dibereskan dan Ia mau pulang ke surga, Ia tidak akan diterima oleh Bapa. Bahwa Ia diterima oleh Bapa, menunjukkan bahwa tugasNya sudah selesai.

Ini adalah sesuatu yang sangat penting! Keselamatan kita sudah siap! Dosa kita sudah dibayar lunas, pengampunan dosa, pembenaran orang berdosa, perdamaian dengan Allah, pengangkatan menjadi anak Allah, hidup kekal, sukacita dan damai sejahtera, semuanya sudah tersedia! Semua sudah siap!
Karena pesta sudah siap (disiapkan oleh orang yang mengadakan pesta), maka para undangan itu tidak perlu melakukan apa-apa lagi (membawa piring, gelas, makanan, dsb).
Demikian juga, karena keselamatan sudah siap, untuk mendapatkan keselamatan kita yang diundang tidak perlu melakukan apa-apa lagi (memperbaiki hidup kita, membuangi dosa, dsb). Kita hanya perlu menerima undangan itu dengan datang kepada Yesus.
Setelah pesta siap, maka ada hamba yang memberikan undangan untuk datang. Demikian juga, karena keselamatan itu sudah siap, maka Allah memanggil saudara melalui hamba-hambaNya. Pada saat seorang kristen (pendeta, penginjil, guru sekolah minggu, orang kristen biasa) memberitakan Injil kepada saudara, itu adalah panggilan Allah kepada saudara!

II) Ada penolakan terhadap undangan (ay 18-20).


Ay 18-20: “(18) Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. (19)  Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. (20) Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.”.

Orang-orang dalam ay 18-20 sudah menerima undangan pertama dan sudah berjanji untuk datang. Tetapi waktu pesta sudah siap dan undangan kedua diberikan, mereka menolak. Ada yang menolak dengan halus (ay 18-19 - disertai permintaan maaf); ada yang menolak dengan kasar (ay 20 tanpa minta maaf). Demikian juga dalam dunia rohani ada banyak orang seperti ini. Kelihatannya mereka mau datang kepada Yesus. Mereka mau diajak ke gereja, mau dibaptis, mau belajar Kitab Suci, mau melayani Tuhan, mau memberi persembahan dsb, tetapi waktu mereka betul-betul ditantang untuk datang kepada Yesus dan menerimaNya sebagai Juruselamat dan Tuhan, mereka menolak!

Orang-orang dalam ay 18-20 memberikan alasan-alasan penolakan:
1.   Ay 18 - karena baru membeli ladang.
2.   Ay 19 - karena baru membeli lembu (kata ‘kebiri’ seharusnya tidak ada).
3.   Ay 20 - karena baru kawin.

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari alasan-alasan ini:

1)   Ini adalah alasan-alasan yang sangat umum.
Ay 18 - Alasan yang berhubungan dengan milik.
Ay 19 - Alasan yang berhubungan dengan pekerjaan.
Ay 20 - Alasan yang berhubungan dengan istri / keluarga.

Hal-hal ini (milik, pekerjaan, keluarga) memang sering menjadi penghalang untuk datang kepada Yesus. Misalnya:
a)   Tidak bisa datang ke gereja karena harus menjaga rumah.
b)   Tidak bisa ke gereja karena bekerja pada hari Minggu.
c)   Tidak bisa ikut Kebaktian / Pemahaman Alkitab karena menjaga anak.
d)   Sibuk bekerja, tidak ada waktu untuk Tuhan.
e)   Keluarga / orang tua tidak mengijinkan untuk dibaptis, ke gereja, dll.

2)   Hal-hal yang baik bisa menghalangi kita untuk menerima hal yang terbaik.
Ladang, lembu, istri bukanlah hal yang berdosa. Mereka semua baik. Tetapi semua itu bisa menghalangi untuk menerima yang terbaik (pesta). Karena apa? Karena salah prioritas!
Demikian juga dalam dunia rohani. Milik saudara, pekerjaan saudara, keluarga saudara bukanlah sesuatu yang berdosa. Tetapi kalau itu saudara prioritaskan lebih dari keselamatan, maka semua itu menghalangi saudara untuk menerima yang terbaik.

3)   Alasan-alasan dalam ay 18-20 adalah alasan-alasan yang dibuat-buat.
Melihat ladang, mencoba lembu bukanlah sesuatu yang urgent / mendesak! Orang yang baru kawin memang bebas dari wajib militer (Ul 24:5) supaya bisa bersenang-senang.
Ul 24:5 - “Apabila baru saja seseorang mengambil isteri, janganlah ia keluar bersama-sama dengan tentara maju berperang atau dibebankan sesuatu pekerjaan; satu tahun lamanya ia harus dibebaskan untuk keperluan rumah tangganya dan menyukakan hati perempuan yang telah diambilnya menjadi isterinya.’”.
Tetapi orang yang baru kawin tidak dilarang untuk ikut pesta. Apalagi pesta termasuk bersenang-senang! Jelas bahwa semua alasan-alasan ini cuma dibuat-buat.

Banyak orang membuat-buat alasan untuk menolak Yesus, misalnya dengan berkata:
a)         Banyak orang kristen brengsek.
Padahal orang dunia ini juga brengsek, tetapi mereka mau hidup di dunia dan berteman dengan orang dunia.
b)         Sibuk, tidak ada waktu.
Tetapi untuk hal-hal lain (pesta kawin, HUT, dsb) ada waktu!
c)         Gerejanya jauh.
Tetapi untuk hal-hal lain (belanja, piknik, undangan pernikahan) bisa pergi walaupun jauh!
d)   Dilarang oleh keluarga.
Kebanyakan orang berpikir, dari pada geger dengan keluarga, yang jelas bukan merupakan sesuatu yang dikehendaki Tuhan, lebih baik menolak Yesus. Terhadap alasan ini perlu saudara ingat bahwa Yesus berkata dalam Mat 10:34-36 - “(34) ‘Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. (35) Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, (36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.”.
Karena itu jangan terlalu cepat berkata bahwa Allah tidak menghendaki saudara geger dengan keluarga! Dalam persoalan seperti ini Allah menghendaki saudara geger dengan siapapun!
Jangan membuat-buat alasan. Tuhan tahu isi hati saudara!

4)   Alasan yang sesungguhnya: mereka tidak menghargai pesta itu!
Mereka sudah diundang jauh hari sebelumnya. Mengapa mereka tidak mengatur waktu untuk bisa datang ke pesta? Mengapa mereka justru membeli ladang / lembu atau kawin menjelang pesta? Jelas karena mereka tidak menghargai baik pestanya maupun orang yang mengadakan pesta! Orang yang menolak Injil boleh mempunyai 1001 macam alasan, tetapi alasan sebenarnya adalah:

a)         Mereka tidak menghargai keselamatan.
Mereka lebih peduli pada hal-hal duniawi (uang, keluarga, kesehatan, pekerjaan, study, dll). Bahkan pikiran mereka dipenuhi dengan hal-hal itu, sehingga tidak ada tempat dalam pikiran mereka untuk keselamatan jiwa mereka! Kalau saudara adalah orang yang seperti itu, ingatlah bahwa suatu hari saudara akan mati, dan tanpa keselamatan saudara akan masuk neraka! Bandingkan dengan:
1.   Mat 16:26 - “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”.
2.   Perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh (Luk 12:16-21).
Luk 12:16-21 - “(16) Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kataNya: ‘Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. (17) Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. (18) Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. (19) Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! (20) Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? (21) Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.’”.

b)         Mereka tidak menghargai Allah sendiri.
Orang dunia mungkin mau beragama, pergi ke gereja, berbuat baik, belajar Firman Tuhan, dsb. Tetapi mereka tidak akan mempedulikan, apalagi mengasihi Allah. Kalau saudara adalah orang yang seperti itu, ingatlah bahwa Allah mengasihi saudara! Tetapi kalau saudara terus menolak Dia, Ia akan menghakimi dan menghukum saudara!

5)   Orang-orang yang menolak ini menggambarkan orang-orang Yahudi yang menolak Injil / Kristus.
Matthew Henry mengatakan bahwa orang-orang yang menolak undangan ini menggambarkan orang-orang Yahudi, yang menanggapi Injil / Kristus dengan dingin.


Undangannya ditolak! Bagaimana sikapnya?

1)   Murka.
Ay 21: “Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.”.
Penolakan terhadap undangan adalah penghinaan! Ia tidak mau menerima alasan-alasan itu! Demikian juga kalau saudara menolak Injil / undangan Allah untuk diselamatkan melalui Kristus, maka Allah juga murka kepada saudara! Ia tidak mau menerima alasan apapun! Ia murka!
Bahkan, sebetulnya karena kita lahir dalam dosa (karena kita keturunan Adam), dan kita lahir sebagai anak setan, maka sejak kita lahir murka Allah sudah ada di atas kita. Lalu Allah ingin kita berdamai dengan Dia. Ia menjadi manusia dan mati bagi dosa kita. Lalu Ia memanggil kita untuk mau datang kepada Kristus, sehingga bisa diperdamaikan dengan Dia. Kalau kita menolak, itu berarti kita tidak mau berdamai dengan Dia! Maka murka Allah akan tetap ada di atas kita.

Yoh 3:36 - “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.’”.

Murka itu akan dinyatakan sepenuhnya pada saat saudara mati dan masuk neraka! Pada saat ini murka itu belum dinyatakan sepenuhnya, tetapi murka itu ada di atas saudara! Kalau saudara tidak merasa menderita (semua baik-baik saja), jangan menganggap murka Allah itu tidak ada! Saudara ‘baik-baik’, karena murka Allah itu belum dinyatakan! Tetapi kalau saudara terus tidak mau bertobat dan datang kepada Kristus, maka pada akhirnya murka itu akan dinyatakan sepenuhnya! Dan kita tidak tahu kapan ini akan terjadi! Karena itu cepatlah bertobat!

2)   Menolak orang yang tadinya diundang (ay 24).
Ay 24: “Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuanKu.’”.
Ada 3 hal yang ingin saya bahas dari ay 24 ini.

a)         Ay 24: “Aku berkata kepadamu.
Kata ‘mu’ di sini dalam bahasa Yunaninya ada dalam bentuk jamak! Padahal kata ‘hamba’ dalam ay 17 ada dalam bentuk tunggal. Jadi, ay 24 ini sebetulnya sudah tidak lagi termasuk dalam perumpamaan. Dalam ay 24 ini Yesus berbicara ditujukan kepada pendengarNya, yaitu orang-orang Yahudi / Farisi.
Sesuatu yang menarik adalah bahwa Yesus berkata ‘jamuanKu (ay 24). Dalam ay 16 orang yang mengadakan pesta jelas menggambarkan Allah. Tetapi dalam ay 24 Yesus berkata ‘jamuanKu. Jadi, ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah!

b)         ‘Tak menikmati jamuanKu’ (ay 24) bukanlah suatu keadaan netral / tak menderita!
Itu adalah hukuman! ‘Tidak masuk surga’ berarti ‘masuk neraka’! Karena itu hati-hati dengan doktrin tentang Allah yang adalah kasih. Itu tidak boleh diartikan seakan-akan Ia tidak menghukum kalau manusia tidak mau bertobat. Hati-hati mengatakan bahwa Yesus tidak datang untuk menghakimi / menghukum tetapi untuk menyelamatkan (Yoh 3:17  Yoh 12:47). Pada kedatangan pertama Ia memang datang untuk menyelamatkan, tetapi kalau saudara tidak mau datang kepadaNya untuk diselamatkan, maka pada kedatangan kedua Ia akan menghakimi dan menghukum saudara!

c)   Ay 24 ini mengajar kita bahwa kita tidak bisa menolak undangan seenak kita.
Ada orang yang menolak dan berkata ‘Nanti saja, lain kali!’. Tetapi ingat bahwa penolakan kita mengundang penolakan Allah! Karena itu Yes 55:6 berkata: “Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui;”.

3)   Ia mengundang orang lain (ay 21b-23).
Ay 21b-23: “(21b) Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. (22) Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. (23) Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.”.

Ia tidak membatalkan pesta itu, tetapi Ia mengundang orang lain! Kalau ada orang menolak undangan Allah yang ingin menyelamatkannya, maka Allah tidak akan terus menunggui orang itu, tetapi Ia akan terus memberikan undanganNya kepada orang lain (bdk. Luk 9:5  Kis 13:51  Kis 18:6).

Luk 9:5 - “Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.’”.
Kis 13:51 - “Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium.”.
Kis 18:6 - “Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: ‘Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain.’”.

Undangan kepada orang lain ini merupakan gambaran dari undangan Allah kepada orang-orang non Yahudi (bdk. Ul 32:21  Ro 11:17-21).
Ul 32:21 - “Mereka membangkitkan cemburuKu dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hatiKu dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal.”.
Ro 11:17-21 - “(17) Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, (18) janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu. (19) Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas. (20) Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah! (21) Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.”.

Dalam Ro 11:17 Yahudi / Israel digantikan oleh non Israel. Tetapi dalam Ro 11:21 ada peringatan: “Kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang yang asli (orang Yahudi), Ia juga tidak akan menyayangkan kamu (orang non Yahudi). Maksudnya: kalau Allah tidak menyayangkan orang Yahudi yang tidak percaya, Allah juga tidak akan menyayangkan kita yang tidak mau percaya!

Jadi, kalau saudara menolak undangan Allah untuk datang kepada Yesus, Allah akan mengalihkan undangan itu kepada orang lain! Prinsipnya adalah: Tuhan tidak mau memberikan sesuatu kepada orang yang tidak menghargai.

Bdk. Mat 7:6 - “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”.

Dan karena itu saya berpendapat bahwa ini berlaku bukan hanya untuk keselamatan saja, tetapi juga untuk Firman Tuhan. Kalau saudara terus mengacuhkan Firman Tuhan, misalnya dengan tidak datang dalam Pemahaman Alkitab, maka jangan kaget kalau suatu kali Tuhan memindahkan Firman Tuhan dari diri saudara!

Dalam ay 23 ada kata ‘paksa’.
Ay 23: “Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.”.

Ini tidak bisa dijadikan dasar untuk berkata bahwa dalam Pemberitaan Injil kita boleh betul-betul memaksa seseorang secara fisik. Tetapi bagaimanapun dalam arti tertentu memang ada unsur pemaksaan dalam Pemberitaan Injil. Apa unsur pemaksaannya?
a)   Pemberitaan Injil adalah suatu perintah untuk datang dan percaya kepada Yesus.
b)   Pemberitaan Injil mengandung suatu ancaman bagi yang menolak.
c)   Dalam Pemberitaan Injil ada desakan untuk percaya kepada Yesus!
d)   Injil mengandung suatu argumentasi yang memaksa / mendesak orang untuk percaya dan menerimanya.

‘Paksaan’ ini menunjukkan kesungguhan Allah dalam menyelamatkan! Ini justru menunjukkan kasih Allah! Demikian pula kalau ada orang kristen yang ‘memaksa’ (terus mendesak) saudara untuk percaya kepada Yesus, jangan menganggap itu sebagai tindakan yang menyebalkan! Itu justru merupakan bukti bahwa orang kristen itu mengasihi saudara dan ingin supaya saudara diselamatkan!

IV) Pengganti para undangan (ay 21-23).


Ay 21-23: “(21) Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. (22) Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. (23) Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.”.

Mereka dikatakan sebagai orang miskin, cacat, buta, lumpuh (ay 21b). Mereka ada di jalan, lorong dan lintasan (ay 21b,23), yang mungkin berarti bahwa mereka adalah orang gelandangan.
Orang-orang ini kelihatannya justru sama sekali tidak siap untuk ikut pesta! Orang miskin tidak mempunyai pakaian pesta, orang cacat, buta, lumpuh akan sukar pergi ke pesta. Tetapi sekalipun mereka tidak siap, ada dua hal yang penting:

1)   Pestanya sudah siap!
Kesiapan pesta ini tidak tergantung kepada yang diundang, tetapi tergantung kepada yang mengundang! Apakah saudara merasa diri saudara belum siap menerima keselamatan? Saudara masih terlalu banyak dosa? Ingat bahwa keselamatan sudah siap! Yesus yang menyiapkannya bagi saudara dengan mati di salib dan bangkit dari antara orang mati!

2)   Mereka mau datang.
Mereka tak mencari alasan untuk menolak! Orang-orang dalam ay 18-20 lebih siap, tetapi mereka mencari alasan untuk menolak. Orang-orang di sini lebih tidak siap, tetapi tidak mencari alasan untuk menolak! Mereka mau datang! Itu yang penting!
Matthew Henry mengatakan bahwa seringkali orang-orang yang kelihatannya tidak bisa diharapkan, justru menerima undangan Injil, dan sebaliknya!

Bdk. Mat 21:31b-32 - “(31b) Kata Yesus kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. (32) Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.’”.

Bagaimana dengan saudara? Maukah saudara datang kepada Yesus dan menerima keselamatan yang sudah Ia sediakan?





-AMIN-

Selasa, 21 Januari 2014

BAGI YANG TAK PUNYA UANG

Yes 55:1-2 - “(1) Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! (2) Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.”.

Pendahuluan: Beberapa minggu yang lalu di koran diberitakan adanya ‘perusahaan’ yang mengajak orang untuk menanamkan uang dengan keuntungan 300 % dalam beberapa hari. Kalau saudara menerima ajakan seperti itu, apakah saudara tidak curiga? Saya yakin, kalau saudara bukan orang bodoh, saudara pasti curiga. Mengapa? Karena itu adalah cara mendapatkan uang / keuntungan yang terlalu enak / gampang, dan kalau terlalu enak / gampang maka biasanya ada udang di balik batu. Kekristenan juga sering dicurigai / tidak dipercaya karena jalannya dianggap terlalu enak / gampang! Dalam hal apa terlalu enak / gampang? Dalam hal mendapatkan keselamatan. Dalam persoalan ini, kristen bertentangan dengan semua agama lain dan sekte. Tetapi sebelum saya membicarakan prinsip kristen dan agama-agama lain dan sekte-sekte, saya ingin membahas adanya 3 golongan manusia.

I) 3 golongan manusia.

1)   Orang yang tidak merasa butuh keselamatan.
Ay 1: ‘Ayo, hai semua orang yang haus’.
KJV: ‘Ho, every one that thirsteth’ (= Hai / Ayo, setiap orang yang haus).

Calvin memberikan alasan mengapa kata ‘Ho’ / ‘Ayo’ di gunakan.
Calvin: for so great is the sluggishness of men that it is very difficult to arouse them. They do not feel their wants, though they are hungry; nor do they desire food, which they greatly need; and therefore that indifference must be shaken off by loud and incessant cries” (= karena begitu besar kemalasan / kelambanan manusia sehingga begitu sukar untuk membangunkan mereka. Mereka tidak merasakan kebutuhan mereka, sekalipun mereka lapar; juga mereka tidak menginginkan makanan, yang sangat mereka butuhkan; dan karena itu sikap acuh tak acuh itu harus disingkirkan oleh teriakan yang keras dan tak henti-hentinya) - hal 156.

Saya tidak tahu apakah penafsiran Calvin tentang kata ‘Ho’ / ‘Ayo’ ini bisa dibenarkan atau tidak, tetapi saya tahu / yakin bahwa memang ada banyak orang yang tidak merasakan kebutuhan akan keselamatan.

Mengapa orang tidak merasa haus / merasa membutuhkan keselamatan?

a)   Mereka mabuk oleh hal-hal duniawi, seperti kesenangan, pesta, sex, pacaran, uang, hobby, dsb. Orang kaya lebih rawan terhadap hal-hal ini, karena dengan uangnya ia bisa menikmati banyak hal-hal duniawi, sehingga tidak merasakan kebutuhan rohaninya. Dan karena itu Yesus berkata bahwa orang kaya sukar masuk surga.
Mat 19:23-24 - “(23) Yesus berkata kepada murid-muridNya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (24) Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.’”.

b)   Mereka terobsesi oleh problem / penderitaan duniawi, sehingga sama sekali tidak memikirkan kebutuhan rohaninya. Orang miskin lebih rawan terhadap hal ini.

c)   Mereka berpikir bahwa kematian itu masih jauh, dan karenanya sekarang ini tidak perlu memikirkan kehidupan setelah kematian. Orang muda rawan terhadap pemikiran ini.

2)   Orang yang merasa butuh keselamatan, tetapi merasa dirinya mampu mengusahakan keselamatan itu (ay 2a).
Ay 2a: “Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?”.
Mereka mengira bahwa dengan membeli sesuatu / makanan mereka bisa menjadi kenyang. Ini merupakan gambaran dari orang-orang yang mengusahakan sendiri keselamatannya, dengan berbuat baik dsb, dan mengira bahwa ini bisa menyelamatkan mereka.
Orang-orang yang berusaha dengan kekuatannya sendiri ini memang bisa saja merasabahwa mereka berhasil.

Calvin: “They may, indeed, imagine that they are full, when they are swelled with vain confidence, but are like persons who, in consequence of being swollen with wind, do not perceive their hunger. Yet it would be better for them to be sore pressed by hunger and thirst, that it might lead them to call on the Lord with earnestness of heart” [= Mereka bisa saja berkhayal / mengira bahwa mereka kenyang, pada waktu mereka membengkak / menggelembung / dipenuhi kesombongan karena keyakinan yang sia-sia, tetapi mereka seperti orang yang, karena dipenuhi oleh angin (kembung), tidak merasa lapar. Tetapi jauh lebih baik bagi mereka untuk ditekan secara berat oleh rasa lapar dan haus, supaya itu bisa memimpin mereka untuk berseru kepada Tuhan dengan kesungguhan hati] - hal 158.

3)   Orang yang merasa butuh keselamatan dan merasa dirinya sama sekali tidak mempunyai kemampuan untuk mengusahakan keselamatan.

II) Kristen vs agama-agama lain dan sekte-sekte.

Fritz Ridenour: “Many religions and cults admit the problem of sin, but their solution is always different from Christianity’s. While Christianity says that the only salvation from sin is faith in Jesus Christ and His atoning death on the cross, other religions seek salvation through good works or keeping rules and laws” (= Banyak agama dan sekte mengakui problem dosa, tetapi cara pemecahan / penyelesaian mereka selalu berbeda dengan cara pemecahan / penyelesaian dari kekristenan. Sementara kekristenan mengatakan bahwa satu-satunya keselamatan dari dosa adalah iman kepada Yesus Kristus dan kematianNya yang menebus di kayu salib, agama-agama lain mencari keselamatan melalui perbuatan-perbuatan baik atau dengan memelihara / mentaati peraturan-peraturan dan hukum-hukum) - ‘So What’s the Difference?’, hal 17.

Lihat ay 1-2a: “(1) Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! (2) Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?”.

Calvin berpendapat bahwa ‘air’‘roti’‘anggur’ dan ‘susu’ menunjuk kepada segala sesuatu yang dibutuhkan untuk kehidupan rohani. E. J. Young mengatakan bahwa kata-kata itu menyimbolkan ‘berkat rohani’. Yang manapun yang benar dari kedua penafsiran tersebut di atas, jelas bahwa ‘keselamatan’ tercakup dalam kata-kata itu. Selanjutnya ay 1-2a menunjukkan adanya 2 cara untuk mendapatkan keselamatan / berkat rohani itu.

1)   Dengan ‘uang pembayaran’ (ay 2a).
Ay 2a: “Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?”.
‘Uang pembayaran’ ini menunjuk pada usaha manusia / perbuatan baik manusia. Ini merupakan prinsip semua agama lain / sekte.

Calvin: “by the word ‘money’ he denotes all the industry, study, or labour which belongs to man. Not that God values a single farthings all our idle attempts to worship him, but because labours foolishly undertaken are reckoned valuable by the judgment of the flesh” (= dengan kata ‘uang’ ia menunjuk pada semua kerajinan, tindakan belajar, atau jerih payah manusia. Bukan bahwa Allah menghargai sepeserpun semua usaha yang tak berharga / sia-sia dari kita untuk menyembahNya, tetapi karena jerih payah yang dilakukan secara bodoh dianggap berharga oleh penilaian daging) - hal 158.

Di bawah ini saya menunjukkan bahwa agama-agama lain di dunia ini memang menekankan perbuatan baik / usaha manusia untuk mendapatkan keselamatan. Untuk menunjukkan hal itu, saya akan membahas secara singkat prinsip keselamatan dari agama-agama besar dalam dunia:

a)         Yudaisme / agama Yahudi.
Fritz Ridenour (tentang ajaran Yudaisme / agama Yahudi tentang ‘keselamatan’): “Anyone, Jew or not, may gain salvation through commitment to the one God and moral living”(= Siapapun, orang Yahudi atau bukan, bisa mendapatkan keselamatan melalui komitmen kepada satu Allah dan hidup yang bermoral) - ‘So What’s the Difference’, hal 63.

b)         Agama Hindu.
Fritz Ridenour (tentang keselamatan dalam agama Hindu): “Man is justified through devotion, meditation, good works and self-control” (= Manusia dibenarkan melalui pembaktian, meditasi, perbuatan baik dan penguasaan diri sendiri) - ‘So What’s the Difference’, hal 82.

c)         Agama Buddha.
Fritz Ridenour (tentang keselamatan dalam agama Buddha): “Man is saved by self-effort only” (= Manusia diselamatkan hanya oleh usaha sendiri) - ‘So What’s the Difference’, hal 92.
Subhadra Bhiksu: A Buddhist Catechism: “No one can be redeemed by another. No God and no saint is able to shield a man from the consequences of evil doings. Every one of us must become his own redeemer” (= Tak seorangpun bisa ditebus oleh orang lain. Tidak ada Allah dan tidak ada orang suci yang bisa membentengi seorang manusia dari konsekwensi dari tindakan jahat. Setiap orang dari kita harus menjadi penebusnya sendiri) - ‘The Encyclopedia of Religious Quotations’, hal 590.

d)         Agama Islam.
Fritz Ridenour (tentang ajaran Islam tentang ‘keselamatan’): “Man earns his own salvation, pays for his own sins” (= Manusia memperoleh keselamatannya sendiri, membayar untuk dosa-dosanya sendiri) - ‘So What’s the Difference’, hal 72.
Catatan: kata ‘to earn’ sebetulnya berarti ‘memperoleh karena telah melakukan sesuatu’.

e)         Dalam agama-agama lain secara umum.
Fritz Ridenour: “Many religions and cults admit the problem of sin, but their solution is always different from Christianity’s. While Christianity says that the only salvation from sin is faith in Jesus Christ and His atoning death on the cross, other religions seek salvation through good works or keeping rules and laws” (= Banyak agama dan sekte mengakui problem dosa, tetapi solusi mereka selalu berbeda dengan solusi dari kekristenan. Sementara kekristenan mengatakan bahwa satu-satunya keselamatan dari dosa adalah iman kepada Yesus Kristus dan kematianNya yang menebus di salib, agama-agama lain mencari keselamatan melalui perbuatan-perbuatan baik atau pemeliharaan peraturan-peraturan dan hukum-hukum) - ‘So What’s the Difference’, hal 17.

f)          Agama Katolik.
Dalam persoalan ini Roma Katolik termasuk dalam kategori agama lain, karena dalam Roma Katolik:
1.   Baptisan dianggap mutlak perlu untuk keselamatan, padahal baptisan jelas termasuk perbuatan baik / ketaatan.
2.   Dipercaya adanya Mortal sin (= dosa besar / mematikan) dan Venial sin (= dosa kecil / remeh). Mortal sin dianggap bisa menghancurkan keselamatan seseorang. Jadi, supaya tetap selamat seseorang harus menjauhi mortal sin. Lagi-lagi terlihat bahwa ketaatan seseorang punya andil dalam keselamatannya.

Bahwa Katolik menekankan pentingnya perbuatan baik untuk keselamatan / masuk surga, juga bisa terlihat dari kutipan-kutipan di bawah ini:
a.   Fritz Ridenour: “Roman Catholicism teaches that faith is just the beginning of salvation, so the believer must constantly work throughout his life to complete the process” (= Roma Katolik mengajar bahwa iman hanyalah permulaan dari keselamatan, sehingga orang percaya harus terus menerus bekerja dalam sepanjang hidupnya untuk melengkapi proses itu) - ‘So What’s the Difference’, hal 41.
b.   Fritz Ridenour: “The Catholic believes that good works are necessary for salvation”(= Orang Katolik percaya bahwa perbuatan baik perlu untuk keselamatan) - ‘So What’s the Difference’, hal 45.
c.   Fritz Ridenour (tentang keselamatan dalam Roma Katolik): “Salvation is secured by faith plus good works - as channeled through the Roman Catholic Church” (= Keselamatan dipastikan oleh iman ditambah perbuatan baik - seperti yang disalurkan melalui Gereja Roma Katolik) - ‘So What’s the Difference’, hal 45-46.

Dalam kristen (yang Alkitabiah dan Injili), kita bisa selamat hanya karena iman / percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan sama sekali bukan karena perbuatan baik kita. Jadi, dalam kekristenan, sekalipun perbuatan baik itu harus dilakukan, tetapi perbuatan baik itu sama sekali tidak punya andil dalam menyelamatkan kita / membawa kita ke surga.

Prinsip kristen ini sesuai dengan Ef 2:8-9 - “(8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, (9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri”.

Cynddylan Jones mengomentari Ef 2:8-9 sebagai berikut: “You might as well try to cross the Atlantic in a paper boat as to get to heaven by your own good works” (= Kamu bisa mencoba menyeberangi Lautan Atlantik dalam sebuah perahu kertas sama seperti kamu mau ke surga dengan perbuatan-perbuatan baikmu sendiri).

Martin Luther: “The most damnable and pernicious heresy that has ever plagued the mind of men was the idea that somehow he could make himself good enough to deserve to live with an all-holy God” (= Ajaran sesat yang paling terkutuk dan jahat / merusak yang pernah menggoda pikiran manusia adalah gagasan bahwa entah bagaimana ia bisa membuat dirinya sendiri cukup baik sehingga layak untuk hidup dengan Allah yang mahasuci) - Dr. D. James Kennedy, ‘Evangelism Explosion’, hal 31-32.

2)   Dengan cuma-cuma / gratis (ay 1); ini merupakan prinsip kekristenan.
Ay 1: “Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!”.
Wah 22:17b - “barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!”.

John Henry Jowett tentang Yes 55:1-7: “The refreshing waters are offered to ‘everyone’ that is thirsty. ... And the waters may be ours ‘without money and without price.’ ... No, we are asked to pay nothing, and for the simple reason that we ‘have nothing wherewith to pay.’ The reviving grace is given to us ‘freely,’ and all that we have to present is our thirst. And yet we spend and spend, we labour and labour, but we buy no bread of contentment, and the waters of satisfaction are far away. The satisfying bread cannot be bought; it can only be begged” (= Air yang menyegarkan ditawarkan kepada ‘setiap orang’ yang haus. ... Dan air itu bisa menjadi milik kita ‘tanpa uang dan tanpa harga / pembayaran’. ... Tidak, kita tidak diminta untuk membayar apa-apa, dan itu disebabkan karena alasan yang sederhana yaitu bahwa kita ‘tidak mempunyai apapun dengan mana kita bisa membayar’. Kasih karunia yang menghidupkan diberikan kepada kita ‘dengan cuma-cuma’, dan semua yang harus kita berikan adalah kehausan kita. Tetapi kita terus menghabiskan uang dan kita terus berjerih payah, tetapi kita tidak membeli roti kepuasan, dan air kepuasan berada jauh dari kita. Roti yang memuaskan tidak bisa dibeli; itu hanya bisa diminta / diterima melalui pengemisan) - ‘Springs of Living Water’, August 6.

Archbishop William Temple, yang dikutip oleh John Stott, berkata sebagai berikut: “All is of God. The only thing of my very own which I contribute to my redemption is the sin from which I need to be redeemed” (= Semua dari Allah. Satu-satunya hal dari diriku sendiri yang aku sumbangkan pada penebusanku adalah dosa dari mana aku perlu ditebus) - ‘The Preacher’s Portrait’, hal 44-45.

Mengapa keselamatan bisa cuma-cuma? Ro 3:23-24 - “(23) Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, (24) dan oleh kasih karunia Allah telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus”.

Juga perhatikan, bahwa sebelum Yes 55:1 yang berbicara tentang keselamatan yang cuma-cuma ini, terdapat Yes 53, yang menubuatkan penderitaan dan kematian Kristus untuk menebus dosa umat manusia. Memang, andaikata tidak ada Yes 53, tidak bisa ada Yes 55:1. Dengan kata lain, andaikata tidak ada penebusan yang dilakukan oleh Kristus di atas kayu salib, maka tidak mungkin bisa ada keselamatan yang diberikan secara gratis / cuma-cuma.

Anonymous: “Salvation is free for you because someone else paid” (= Keselamatan itu gratis bagimu karena seorang lain telah membayarnya) - ‘The Encyclopedia of Religious Quotations’, hal 587.

Donald Lester: “We are saved by someone doing for us what we cannot do for ourselves” (= Kita diselamatkan oleh seseorang yang melakukan bagi kita apa yang tidak bisa kita lakukan untuk diri kita sendiri) - ‘The Encyclopedia of Religious Quotations’, hal 589.

Ini yang menyebabkan orang sering berkata dengan sinis: Kok enak, kita yang dosa, Yesus yang memikul dosanya. Jalan yang terlalu gampang / enak ini dicurigai! Kalau manusiamenawarkan apa yang terlalu enak / gampang, maka itu mungkin sekali perlu dicurigai. Tetapi kalau Tuhan menawarkan apa yang terlalu enak / gampang, saudara tidak perlu curiga. Mengapa? Karena Tuhan itu memang baik dan penuh kasih / kasih karunia! Adanya kasih karunia ini menyebabkan Ia mau memberikan yang baik kepada orang-orang yang tidak layak menerimanya!

Illustrasi: Seorang penginjil memberitakan Injil kepada seorang pekerja tambang. Pada waktu pekerja tambang itu mendengar bahwa untuk bisa diselamatkan ia hanya perlu percaya kepada Yesus, ia berkata: ‘Hanya percaya dan saya selamat? Kok gampang sekali?’. Penginjil itu lalu bertanya: ‘Dimana kamu bekerja?’. Pekerja tambang itu menjawab: ‘Puluhan atau bahkan ratusan meter di bawah permukaan tanah’. Penginjil itu bertanya lagi: ‘Wah, tentu sukar sekali bagi kamu untuk turun ke sana lalu naik lagi ke atas’. Pekerja itu menjawab: ‘Tidak sukar sama sekali. Karena perusahaan saya telah memasang sebuah lift, dan saya hanya tinggal masuk ke dalam lift itu dan lift itu akan membawa saya naik atau turun’. Lalu penginjil itu berkata: ‘Sama seperti perusahaanmu sudah bersusah payah memasang lift, sehingga sekarang bagi kamu tinggal gampangnya, demikian juga Kristus sudah bersusah payah, menderita dan mati di kayu salib untuk menyediakan keselamatan bagimu, sehingga sekarang bagi kamu tinggal gampangnya. Kamu hanya perlu masuk ke dalam Yesus / percaya kepada Yesus, dan Yesus akan mengangkat kamu ke surga!’.

III) Pemilihan dan konsekwensinya.

1)   Orang yang termasuk golongan 1, mungkin tidak akan beragama. Kalaupun mereka beragama, mereka tidak akan bersikap serius dengan agamanya. Kalau saudara adalah orang seperti ini, saya ingin memberitahu beberapa hal:

a)         Saudara adalah orang berdosa.
Ro 3:23 - “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”.

b)   Allah itu suci sehingga membenci dosa, dan juga adil sehingga pasti menghukum orang berdosa.
Nahum 1:3a - “TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah”.

c)   Lambat atau cepat, saudara akan mati, dan harus mempertanggung-jawabkan dosa-dosa saudara di hadapan Allah.
Ibr 9:27 - “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi”.
2Kor 5:10 - “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat”.

Karena itu:
1.   Kalau saudara adalah orang kaya yang mabuk oleh kesenangan-kesenangan duniawi sehingga tidak mempedulikan keselamatan, maka nasib saudara akan menjadi seperti orang kaya dalam cerita tentang Lazarus dan orang kaya (Luk 16:19-26).
2.   Kalau saudara adalah orang miskin / menderita, yang hanya memikirkan penderitaan duniawi saudara, maka kalau dibandingkan dengan cerita dalam Luk 16:19-26 tadi, maka nasib saudara akan lebih buruk, baik dari Lazarusnya maupun dari orang kayanya, karena di dunia saudara mengalami nasib dari Lazarus, sedangkan setelah mati saudara akan mengalami nasib dari orang kaya.
3.   Kalau saudara adalah orang yang masih muda, jangan berpikir bahwa kematian itu masih lama. Tidak kurang orang yang mendadak mati pada waktu masih muda, baik karena kecelakaan, pembunuhan, bencana alam, penyakit, dsb. Karena itu janganlah mengabaikan keselamatan sekalipun saudara masih muda.

Calvin: “there is no man who is not in want of those ‘waters,’ and to whom Christ is not necessary; and therefore he invites all indiscriminately, without any respect of persons” (= tidak ada manusia yang tidak berada dalam keadaan butuh akan ‘air’ itu, dan bagi siapa Kristus itu tidak diperlukan; dan karenanya Ia mengundang semua orang tanpa membeda-bedakan, tanpa memandang orang) - hal 156.

2)   Orang yang termasuk golongan 2 mungkin sekali akan masuk dalam agama-agama lain di luar kristen atau sekte-sekte, yang semuanya menekankan perbuatan baik untuk bisa selamat.
Kalau saudara termasuk golongan ini, maka perhatikan ay 2 dimana Yesaya / Tuhan menegur orang yang menolak pemberian cuma-cuma dari Allah tetapi berjerih-payah untuk hal-hal yang tidak berguna (dalam soal rohani / keselamatan).

Ay 2a: “Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?”.

E. J. Young: “By means of a question the prophet, or rather God through the prophet, causes men to see the vanity of rejecting the free gift of salvation and seeking to labour to obtain it by their own efforts” (= Dengan menggunakan suatu pertanyaan, sang nabi, atau lebih tepat Allah melalui sang nabi, membuat manusia melihat kesia-siaan dari penolakan pemberian keselamatan secara cuma-cuma dan berusaha untuk bekerja untuk mendapatkannya dengan usaha mereka sendiri) - hal 375.

Perhatikan juga kata-kata ‘sesuatu yang bukan roti’ dan ‘sesuatu yang tidak mengenyangkan’ dalam ay 2 itu, yang menunjukkan bahwa orang-orang ini tertipu.

E. J. Young: “In seeking to purchase bread they are deceived, for what they obtain is not bread” (= Dalam berusaha membeli roti mereka tertipu, karena apa yang mereka dapatkan bukanlah roti) - hal 376.

Bandingkan dengan:
a)   Amsal 14:12 yang mengatakan: “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut”.
b)   Yes 64:6 - “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin”.

3)   Orang yang termasuk golongan ke 3 mempunyai kemungkinan besar untuk menjadi kristen / percaya kepada Kristus.
Mengapa saya katakan ‘kemungkinan besar’ dan bukannya ‘pasti’ menjadi kristen / percaya kepada Kristus? Karena bisa saja seseorang sadar dirinya berdosa, membutuhkan keselamatan, dan ia tidak mampu mengusahakannya sendiri, tetapi karena ia tidak pernah mendengar Injil, maka ia cuma bisa putus asa dalam keadaannya yang tanpa harapan itu.
Karena itu, kalau di sini ada orang yang seperti itu, saya ingin memberi tahu saudara 3 hal:
a)   Pada saat Kristus menderita dan mati di kayu salib, Ia sudah memikul hukuman darisemua dosa saudara, baik yang lalu, sekarang maupun yang akan datang. Karena itulah maka di kayu salib Ia bisa berkata ‘Sudah selesai’ (Yoh 19:30).
b)   Dalam Luk 5:31b-32 Kristus sendiri berkata: “(31b) Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; (32) Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat”.
Kata-kata ini tidak berarti bahwa di dunia ini ada orang benar. Bdk. Ro 3:10-12,23 - “(10) seperti ada tertulis: ‘Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. (11) Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. (12) Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. ... (23) Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”.
Jadi, yang dimaksud dengan ‘orang benar’ dalam Luk 5:32 itu adalah adalah orang berdosa yang mengira dirinya adalah orang benar. Sedangkan yang dimaksud dengan‘orang berdosa’ adalah orang berdosa yang sadar bahwa dirinya adalah orang berdosa.
c)   Dalam Yoh 6:37b Yesus berkata: “barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang”.
Karena itu, saudara tidak perlu putus asa dengan keadaan saudara. Di dalam diri saudara sendiri tidak ada harapan. Di dalam usaha saudara sendiri juga tidak ada harapan. Tetapi dalam Kristus ada pengharapan! Karena itu datanglah kepada Kristus, percayalah dan terimalah Dia sebagai Juruselamat saudara, maka saudara akan menerima pengampunan dosa dan keselamatan / hidup yang kekal. Maukah saudara?

-AMIN-