About us

Golgotha Ministry adalah pelayanan dari Pdt. Budi Asali,M.Div dibawah naungan GKRI Golgota Surabaya untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia dan mengajarkan kebenaran firman Tuhan melalui khotbah-khotbah, pendalaman Alkitab, perkuliahan theologia dalam bentuk tulisan maupun multimedia (DVD video, MP3, dll). Pelayanan kami ini adalah bertujuan agar banyak orang mengenal kebenaran; dan bagi mereka yang belum percaya, menjadi percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, dan bagi mereka yang sudah percaya, dikuatkan dan didewasakan didalam iman kepada Kristus.
Semua yang kami lakukan ini adalah semata-mata untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus.

Kami mengundang dengan hangat setiap orang yang merasa diberkati dan terbeban didalam pelayanan untuk bergabung bersama kami di GKRI Golgota yang beralamat di : Jl. Raya Kalirungkut, Pertokoan Rungkut Megah Raya D-16, Surabaya.

Tuhan Yesus memberkati.

Tampilkan postingan dengan label Injil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Injil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

UNDANGAN PESTA

LUKAS 14:15-24


Luk 14:15-24 - “(15) Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: ‘Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.’ (16) Tetapi Yesus berkata kepadanya: ‘Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. (17) Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. (18) Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. (19)  Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. (20) Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. (21) Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. (22) Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. (23) Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. (24) Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuanKu.’”.

I) Undangan diberikan pada saat pesta sudah siap.


Pada saat itu, kalau orang mau mengadakan pesta, maka jauh hari sebelum pesta itu diadakan, undangan sudah dikirimkan kepada para tamu. Dalam undangan itu sudah ditetapkan tempat pesta itu dan juga tanggal pada saat pesta itu akan diadakan. Tetapi jam pesta tidak diberitahukan. Lalu orang yang mengadakan pesta itu mengadakan segala persiapan untuk pesta. Setelah persiapan untuk pesta itu siap (pada tanggal yang sudah ditentukan), maka orang yang  mengadakan pesta itu mengirim hamba-hambanya untuk mengundang (undangan ke dua) orang-orang yang tadinya telah diundang untuk datang. Hal ini sebetulnya bisa terlihat pada ay 17 tetapi Kitab Suci bahasa Indonesia tidak menunjukkan hal itu.
Ay 17: “Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.”.
KJV: ‘to them that were bidden’ [= kepada mereka yang telah diundang].
RSV: ‘to those who had been invited’ [= kepada mereka yang telah diundang].
NIV: ‘those who had been invited’ [= mereka yang telah diundang].
NASB: ‘to those who had been invited’ [= kepada mereka yang telah diundang].
Hanya KJV yang menggunakan bentuk past tense biasa, sedangkan RSV/NIV/NASB menggunakan past perfect tense. Penggunaan bentuk ‘past perfect tense’ (had been invited) menunjukkan bahwa orang-orang itu sudah mendapat undangan sebelum hamba itu memberitahukan bahwa pesta telah siap.

Bandingkan dengan Ester 5:8 (undangan pertama) dan Ester 6:14 (undangan ke dua).
Ester 5:8 - “Jikalau hamba mendapat kasih raja, dan jikalau baik pada pemandangan raja mengabulkan permintaan serta memenuhi keinginan hamba, datang pulalah kiranya raja dengan Haman ke perjamuan yang akan hamba adakan bagi raja dan Haman; maka besok akan hamba lakukan yang dikehendaki raja.’”.
Ester 6:14 - “Selagi mereka itu bercakap-cakap dengan dia, datanglah sida-sida raja, lalu mengantarkan Haman dengan segera ke perjamuan yang diadakan oleh Ester.”.
Jadi, adanya undangan ke dua menunjukkan bahwa pesta telah siap!

Orang yang mengadakan pesta itu, jelas menggambarkan Allah sendiri. Sama seperti orang itu sudah menyiapkan pesta, demikian juga Allah telah menyiapkan keselamatan bagi kita.

Bahwa keselamatan sudah siap, terbukti dari:

1)   Kata-kata ‘sudah selesai’ yang diucapkan Yesus di atas kayu salib (Yoh 19:30).
Yesus sudah dicambuki habis-habisan, dipakukan pada kayu salib, mengalami kehausan yang luar biasa, mengalami keterpisahan dengan Allah dsb untuk membereskan dosa kita! Lalu Ia berkata ‘sudah selesai’! Renungkan kata-kata Yesus ini! Keselamatan kita sudah diselesaikan di atas kayu salib. Kita hanya tinggal menerimanya dengan cuma-cuma.
Ro 3:23-24 - “(23) Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, (24) dan oleh kasih karunia Allah telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”.

2)   Kebangkitan Yesus dari antara orang mati.
Upah dosa ialah maut (Kej 2:16-17  Ro 6:23), dan kalau Yesus belum selesai membereskan dosa manusia, Ia tidak akan bisa bangkit dari antara orang mati.

3)   Kenaikan Yesus ke surga.
Yesus datang ke dunia karena ditugaskan oleh Bapa untuk membereskan dosa manusia. Kalau dosa belum dibereskan dan Ia mau pulang ke surga, Ia tidak akan diterima oleh Bapa. Bahwa Ia diterima oleh Bapa, menunjukkan bahwa tugasNya sudah selesai.

Ini adalah sesuatu yang sangat penting! Keselamatan kita sudah siap! Dosa kita sudah dibayar lunas, pengampunan dosa, pembenaran orang berdosa, perdamaian dengan Allah, pengangkatan menjadi anak Allah, hidup kekal, sukacita dan damai sejahtera, semuanya sudah tersedia! Semua sudah siap!
Karena pesta sudah siap (disiapkan oleh orang yang mengadakan pesta), maka para undangan itu tidak perlu melakukan apa-apa lagi (membawa piring, gelas, makanan, dsb).
Demikian juga, karena keselamatan sudah siap, untuk mendapatkan keselamatan kita yang diundang tidak perlu melakukan apa-apa lagi (memperbaiki hidup kita, membuangi dosa, dsb). Kita hanya perlu menerima undangan itu dengan datang kepada Yesus.
Setelah pesta siap, maka ada hamba yang memberikan undangan untuk datang. Demikian juga, karena keselamatan itu sudah siap, maka Allah memanggil saudara melalui hamba-hambaNya. Pada saat seorang kristen (pendeta, penginjil, guru sekolah minggu, orang kristen biasa) memberitakan Injil kepada saudara, itu adalah panggilan Allah kepada saudara!

II) Ada penolakan terhadap undangan (ay 18-20).


Ay 18-20: “(18) Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. (19)  Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. (20) Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.”.

Orang-orang dalam ay 18-20 sudah menerima undangan pertama dan sudah berjanji untuk datang. Tetapi waktu pesta sudah siap dan undangan kedua diberikan, mereka menolak. Ada yang menolak dengan halus (ay 18-19 - disertai permintaan maaf); ada yang menolak dengan kasar (ay 20 tanpa minta maaf). Demikian juga dalam dunia rohani ada banyak orang seperti ini. Kelihatannya mereka mau datang kepada Yesus. Mereka mau diajak ke gereja, mau dibaptis, mau belajar Kitab Suci, mau melayani Tuhan, mau memberi persembahan dsb, tetapi waktu mereka betul-betul ditantang untuk datang kepada Yesus dan menerimaNya sebagai Juruselamat dan Tuhan, mereka menolak!

Orang-orang dalam ay 18-20 memberikan alasan-alasan penolakan:
1.   Ay 18 - karena baru membeli ladang.
2.   Ay 19 - karena baru membeli lembu (kata ‘kebiri’ seharusnya tidak ada).
3.   Ay 20 - karena baru kawin.

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari alasan-alasan ini:

1)   Ini adalah alasan-alasan yang sangat umum.
Ay 18 - Alasan yang berhubungan dengan milik.
Ay 19 - Alasan yang berhubungan dengan pekerjaan.
Ay 20 - Alasan yang berhubungan dengan istri / keluarga.

Hal-hal ini (milik, pekerjaan, keluarga) memang sering menjadi penghalang untuk datang kepada Yesus. Misalnya:
a)   Tidak bisa datang ke gereja karena harus menjaga rumah.
b)   Tidak bisa ke gereja karena bekerja pada hari Minggu.
c)   Tidak bisa ikut Kebaktian / Pemahaman Alkitab karena menjaga anak.
d)   Sibuk bekerja, tidak ada waktu untuk Tuhan.
e)   Keluarga / orang tua tidak mengijinkan untuk dibaptis, ke gereja, dll.

2)   Hal-hal yang baik bisa menghalangi kita untuk menerima hal yang terbaik.
Ladang, lembu, istri bukanlah hal yang berdosa. Mereka semua baik. Tetapi semua itu bisa menghalangi untuk menerima yang terbaik (pesta). Karena apa? Karena salah prioritas!
Demikian juga dalam dunia rohani. Milik saudara, pekerjaan saudara, keluarga saudara bukanlah sesuatu yang berdosa. Tetapi kalau itu saudara prioritaskan lebih dari keselamatan, maka semua itu menghalangi saudara untuk menerima yang terbaik.

3)   Alasan-alasan dalam ay 18-20 adalah alasan-alasan yang dibuat-buat.
Melihat ladang, mencoba lembu bukanlah sesuatu yang urgent / mendesak! Orang yang baru kawin memang bebas dari wajib militer (Ul 24:5) supaya bisa bersenang-senang.
Ul 24:5 - “Apabila baru saja seseorang mengambil isteri, janganlah ia keluar bersama-sama dengan tentara maju berperang atau dibebankan sesuatu pekerjaan; satu tahun lamanya ia harus dibebaskan untuk keperluan rumah tangganya dan menyukakan hati perempuan yang telah diambilnya menjadi isterinya.’”.
Tetapi orang yang baru kawin tidak dilarang untuk ikut pesta. Apalagi pesta termasuk bersenang-senang! Jelas bahwa semua alasan-alasan ini cuma dibuat-buat.

Banyak orang membuat-buat alasan untuk menolak Yesus, misalnya dengan berkata:
a)         Banyak orang kristen brengsek.
Padahal orang dunia ini juga brengsek, tetapi mereka mau hidup di dunia dan berteman dengan orang dunia.
b)         Sibuk, tidak ada waktu.
Tetapi untuk hal-hal lain (pesta kawin, HUT, dsb) ada waktu!
c)         Gerejanya jauh.
Tetapi untuk hal-hal lain (belanja, piknik, undangan pernikahan) bisa pergi walaupun jauh!
d)   Dilarang oleh keluarga.
Kebanyakan orang berpikir, dari pada geger dengan keluarga, yang jelas bukan merupakan sesuatu yang dikehendaki Tuhan, lebih baik menolak Yesus. Terhadap alasan ini perlu saudara ingat bahwa Yesus berkata dalam Mat 10:34-36 - “(34) ‘Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. (35) Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, (36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.”.
Karena itu jangan terlalu cepat berkata bahwa Allah tidak menghendaki saudara geger dengan keluarga! Dalam persoalan seperti ini Allah menghendaki saudara geger dengan siapapun!
Jangan membuat-buat alasan. Tuhan tahu isi hati saudara!

4)   Alasan yang sesungguhnya: mereka tidak menghargai pesta itu!
Mereka sudah diundang jauh hari sebelumnya. Mengapa mereka tidak mengatur waktu untuk bisa datang ke pesta? Mengapa mereka justru membeli ladang / lembu atau kawin menjelang pesta? Jelas karena mereka tidak menghargai baik pestanya maupun orang yang mengadakan pesta! Orang yang menolak Injil boleh mempunyai 1001 macam alasan, tetapi alasan sebenarnya adalah:

a)         Mereka tidak menghargai keselamatan.
Mereka lebih peduli pada hal-hal duniawi (uang, keluarga, kesehatan, pekerjaan, study, dll). Bahkan pikiran mereka dipenuhi dengan hal-hal itu, sehingga tidak ada tempat dalam pikiran mereka untuk keselamatan jiwa mereka! Kalau saudara adalah orang yang seperti itu, ingatlah bahwa suatu hari saudara akan mati, dan tanpa keselamatan saudara akan masuk neraka! Bandingkan dengan:
1.   Mat 16:26 - “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”.
2.   Perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh (Luk 12:16-21).
Luk 12:16-21 - “(16) Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kataNya: ‘Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. (17) Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. (18) Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. (19) Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! (20) Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? (21) Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.’”.

b)         Mereka tidak menghargai Allah sendiri.
Orang dunia mungkin mau beragama, pergi ke gereja, berbuat baik, belajar Firman Tuhan, dsb. Tetapi mereka tidak akan mempedulikan, apalagi mengasihi Allah. Kalau saudara adalah orang yang seperti itu, ingatlah bahwa Allah mengasihi saudara! Tetapi kalau saudara terus menolak Dia, Ia akan menghakimi dan menghukum saudara!

5)   Orang-orang yang menolak ini menggambarkan orang-orang Yahudi yang menolak Injil / Kristus.
Matthew Henry mengatakan bahwa orang-orang yang menolak undangan ini menggambarkan orang-orang Yahudi, yang menanggapi Injil / Kristus dengan dingin.


Undangannya ditolak! Bagaimana sikapnya?

1)   Murka.
Ay 21: “Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.”.
Penolakan terhadap undangan adalah penghinaan! Ia tidak mau menerima alasan-alasan itu! Demikian juga kalau saudara menolak Injil / undangan Allah untuk diselamatkan melalui Kristus, maka Allah juga murka kepada saudara! Ia tidak mau menerima alasan apapun! Ia murka!
Bahkan, sebetulnya karena kita lahir dalam dosa (karena kita keturunan Adam), dan kita lahir sebagai anak setan, maka sejak kita lahir murka Allah sudah ada di atas kita. Lalu Allah ingin kita berdamai dengan Dia. Ia menjadi manusia dan mati bagi dosa kita. Lalu Ia memanggil kita untuk mau datang kepada Kristus, sehingga bisa diperdamaikan dengan Dia. Kalau kita menolak, itu berarti kita tidak mau berdamai dengan Dia! Maka murka Allah akan tetap ada di atas kita.

Yoh 3:36 - “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.’”.

Murka itu akan dinyatakan sepenuhnya pada saat saudara mati dan masuk neraka! Pada saat ini murka itu belum dinyatakan sepenuhnya, tetapi murka itu ada di atas saudara! Kalau saudara tidak merasa menderita (semua baik-baik saja), jangan menganggap murka Allah itu tidak ada! Saudara ‘baik-baik’, karena murka Allah itu belum dinyatakan! Tetapi kalau saudara terus tidak mau bertobat dan datang kepada Kristus, maka pada akhirnya murka itu akan dinyatakan sepenuhnya! Dan kita tidak tahu kapan ini akan terjadi! Karena itu cepatlah bertobat!

2)   Menolak orang yang tadinya diundang (ay 24).
Ay 24: “Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuanKu.’”.
Ada 3 hal yang ingin saya bahas dari ay 24 ini.

a)         Ay 24: “Aku berkata kepadamu”.
Kata ‘mu’ di sini dalam bahasa Yunaninya ada dalam bentuk jamak! Padahal kata ‘hamba’ dalam ay 17 ada dalam bentuk tunggal. Jadi, ay 24 ini sebetulnya sudah tidak lagi termasuk dalam perumpamaan. Dalam ay 24 ini Yesus berbicara ditujukan kepada pendengarNya, yaitu orang-orang Yahudi / Farisi.
Sesuatu yang menarik adalah bahwa Yesus berkata ‘jamuanKu’ (ay 24). Dalam ay 16 orang yang mengadakan pesta jelas menggambarkan Allah. Tetapi dalam ay 24 Yesus berkata ‘jamuanKu’. Jadi, ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah!

b)         ‘Tak menikmati jamuanKu’ (ay 24) bukanlah suatu keadaan netral / tak menderita!
Itu adalah hukuman! ‘Tidak masuk surga’ berarti ‘masuk neraka’! Karena itu hati-hati dengan doktrin tentang Allah yang adalah kasih. Itu tidak boleh diartikan seakan-akan Ia tidak menghukum kalau manusia tidak mau bertobat. Hati-hati mengatakan bahwa Yesus tidak datang untuk menghakimi / menghukum tetapi untuk menyelamatkan (Yoh 3:17  Yoh 12:47). Pada kedatangan pertama Ia memang datang untuk menyelamatkan, tetapi kalau saudara tidak mau datang kepadaNya untuk diselamatkan, maka pada kedatangan kedua Ia akan menghakimi dan menghukum saudara!

c)   Ay 24 ini mengajar kita bahwa kita tidak bisa menolak undangan seenak kita.
Ada orang yang menolak dan berkata ‘Nanti saja, lain kali!’. Tetapi ingat bahwa penolakan kita mengundang penolakan Allah! Karena itu Yes 55:6 berkata: “Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui;”.

3)   Ia mengundang orang lain (ay 21b-23).
Ay 21b-23: “(21b) Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. (22) Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. (23) Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.”.

Ia tidak membatalkan pesta itu, tetapi Ia mengundang orang lain! Kalau ada orang menolak undangan Allah yang ingin menyelamatkannya, maka Allah tidak akan terus menunggui orang itu, tetapi Ia akan terus memberikan undanganNya kepada orang lain (bdk. Luk 9:5  Kis 13:51  Kis 18:6).

Luk 9:5 - “Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.’”.
Kis 13:51 - “Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium.”.
Kis 18:6 - “Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: ‘Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain.’”.

Undangan kepada orang lain ini merupakan gambaran dari undangan Allah kepada orang-orang non Yahudi (bdk. Ul 32:21  Ro 11:17-21).
Ul 32:21 - “Mereka membangkitkan cemburuKu dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hatiKu dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal.”.
Ro 11:17-21 - “(17) Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, (18) janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu. (19) Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas. (20) Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah! (21) Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.”.

Dalam Ro 11:17 Yahudi / Israel digantikan oleh non Israel. Tetapi dalam Ro 11:21 ada peringatan: “Kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang yang asli (orang Yahudi), Ia juga tidak akan menyayangkan kamu (orang non Yahudi)”. Maksudnya: kalau Allah tidak menyayangkan orang Yahudi yang tidak percaya, Allah juga tidak akan menyayangkan kita yang tidak mau percaya!

Jadi, kalau saudara menolak undangan Allah untuk datang kepada Yesus, Allah akan mengalihkan undangan itu kepada orang lain! Prinsipnya adalah: Tuhan tidak mau memberikan sesuatu kepada orang yang tidak menghargai.

Bdk. Mat 7:6 - “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”.

Dan karena itu saya berpendapat bahwa ini berlaku bukan hanya untuk keselamatan saja, tetapi juga untuk Firman Tuhan. Kalau saudara terus mengacuhkan Firman Tuhan, misalnya dengan tidak datang dalam Pemahaman Alkitab, maka jangan kaget kalau suatu kali Tuhan memindahkan Firman Tuhan dari diri saudara!

Dalam ay 23 ada kata ‘paksa’.
Ay 23: “Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.”.

Ini tidak bisa dijadikan dasar untuk berkata bahwa dalam Pemberitaan Injil kita boleh betul-betul memaksa seseorang secara fisik. Tetapi bagaimanapun dalam arti tertentu memang ada unsur pemaksaan dalam Pemberitaan Injil. Apa unsur pemaksaannya?
a)   Pemberitaan Injil adalah suatu perintah untuk datang dan percaya kepada Yesus.
b)   Pemberitaan Injil mengandung suatu ancaman bagi yang menolak.
c)   Dalam Pemberitaan Injil ada desakan untuk percaya kepada Yesus!
d)   Injil mengandung suatu argumentasi yang memaksa / mendesak orang untuk percaya dan menerimanya.

‘Paksaan’ ini menunjukkan kesungguhan Allah dalam menyelamatkan! Ini justru menunjukkan kasih Allah! Demikian pula kalau ada orang kristen yang ‘memaksa’ (terus mendesak) saudara untuk percaya kepada Yesus, jangan menganggap itu sebagai tindakan yang menyebalkan! Itu justru merupakan bukti bahwa orang kristen itu mengasihi saudara dan ingin supaya saudara diselamatkan!

IV) Pengganti para undangan (ay 21-23).


Ay 21-23: “(21) Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. (22) Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. (23) Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.”.

Mereka dikatakan sebagai orang miskin, cacat, buta, lumpuh (ay 21b). Mereka ada di jalan, lorong dan lintasan (ay 21b,23), yang mungkin berarti bahwa mereka adalah orang gelandangan.
Orang-orang ini kelihatannya justru sama sekali tidak siap untuk ikut pesta! Orang miskin tidak mempunyai pakaian pesta, orang cacat, buta, lumpuh akan sukar pergi ke pesta. Tetapi sekalipun mereka tidak siap, ada dua hal yang penting:

1)   Pestanya sudah siap!
Kesiapan pesta ini tidak tergantung kepada yang diundang, tetapi tergantung kepada yang mengundang! Apakah saudara merasa diri saudara belum siap menerima keselamatan? Saudara masih terlalu banyak dosa? Ingat bahwa keselamatan sudah siap! Yesus yang menyiapkannya bagi saudara dengan mati di salib dan bangkit dari antara orang mati!

2)   Mereka mau datang.
Mereka tak mencari alasan untuk menolak! Orang-orang dalam ay 18-20 lebih siap, tetapi mereka mencari alasan untuk menolak. Orang-orang di sini lebih tidak siap, tetapi tidak mencari alasan untuk menolak! Mereka mau datang! Itu yang penting!
Matthew Henry mengatakan bahwa seringkali orang-orang yang kelihatannya tidak bisa diharapkan, justru menerima undangan Injil, dan sebaliknya!

Bdk. Mat 21:31b-32 - “(31b) Kata Yesus kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. (32) Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.’”.

Bagaimana dengan saudara? Maukah saudara datang kepada Yesus dan menerima keselamatan yang sudah Ia sediakan?





-AMIN-

Minggu, 14 Desember 2014

THE GREATEST GIFT

Yoh 3:16 - “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”.
KJV: “For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.” [= Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia memberikan AnakNya yang Tunggal, supaya siapapun yang percaya kepadaNya tidak binasa, tetapi mempunyai hidup yang kekal.].
Ada orang yang menambahinya dengan kata-kata tertentu sehingga menjadi seperti ini:
“For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, as a Christmas gift to every one, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.” [= Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia memberikan AnakNya yang Tunggal, sebagai hadiah Natal bagi setiap orang, supaya siapapun yang percaya kepadaNya tidak binasa, tetapi mempunyai hidup yang kekal.].
Streams in the Desert, vol 2, January 15:
“God (the greatest lover) so loved (the greatest degree) the world (the greatest number) that He gave (the greatest act) His only begotten Son (the greatest gift) that whosoever (the greatest invitation) believeth (the greatest simplicity) in Him (the greatest person) should not perish (the greatest deliverance), but (the greatest difference) have (the greatest certainty) everlasting life (the greatest possession).” [= Allah (pecinta terbesar) begitu mengasihi (tingkat terbesar) dunia (jumlah terbesar) sehingga Ia memberikan (tindakan terbesar) AnakNya yang tunggal (pemberian / hadiah terbesar) supaya barangsiapa (undangan terbesar) percaya (kesederhanaan terbesar) kepada Dia (pribadi terbesar) tidak binasa (pembebasan terbesar), tetapi (perbedaan terbesar) mempunyai (kepastian terbesar) hidup yang kekal (milik yang terbesar).] - John 3:16.
I) Allah memberikan AnakNya yang Tunggal.
1) Allah (pecinta terbesar / pribadi dengan cinta yang terbesar).
Semua kita tentu lebih senang dicintai dari pada dicuekin apalagi dibenci. Tetapi siapa orang yang mencintai itu jelas juga penting. Kalau kita dicintai oleh walikota, kita pasti akan bangga sekali. Apalagi kalau yang mencintai itu gubernur atau presiden. Tetapi ayat ini tidak mengatakan bahwa walikota / gubernur / presiden mencintai kita. Ayat ini mengatakan bahwa Allah mencintai kita! Walikota / gubernur / presiden itu orang besar, tetapi semua mereka tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Allah, yang adalah Pencipta / pemilik seluruh alam semesta dengan segala isinya!
2) Bukti bahwa Allah adalah pecinta terbesar adalah bahwa Ia memberikan AnakNya yang Tunggal.
a) Anak Allah.
Jangan berpikir mula-mula ada Allah, lalu suatu waktu Dia beranak, dan muncul Anak Allah. Kalau diartikan demikian, Anak Allah itu tidak kekal, dan Dia bukan Allah.
Kita harus menafsirkan istilah ‘Anak Allah’ itu sesuai dengan pengertian orang-orang di sana pada jaman itu, dan itu bisa terlihat dari ayat-ayat di bawah ini:
Yoh 5:18 - “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuhNya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah BapaNya sendiri dan dengan demikian menyamakan diriNya (seharusnya ‘menyetarakan diriNya’) dengan Allah.”.
Karena itu, tidak salah menyebut Yesus sebagai ‘the greatest person’ [= pribadi yang terbesar].
b) Tunggal.
Ini ditambahkan untuk membedakan istilah ‘Anak Allah’ yang digunakan terhadap Yesus, dan istilah ‘anak Allah’ pada waktu itu diterapkan kepada kita. Kalau kita percaya kepada Yesus, kita juga disebut ‘anak Allah’ (Yoh 1:12), tetapi itu tidak berarti bahwa kita setara dengan Allah! Mengapa? Karena Yesus adalah Anak Allah yang sesungguhnya / kekal, sedangkan kita menjadi anak Allah karena diadopsi (Gal 4:5 versi KJV/RSV/NASB). Yang seperti Yesus itu hanya satu, dan karena itu lalu ditambahkan kata ‘Tunggal’ / ‘satu-satunya’.
c) Allah memberikan / mengaruniakan AnakNya yang Tunggal.
Ini dilakukan dengan mengutus AnakNya datang ke dalam dunia, menjadi manusia sama seperti kita (kecuali dalam hal dosa), menderita dan mati disalib untuk memikul hukuman dosa kita. Jadi, ada hubungan yang sangat erat / tak bisa dipisahkan antara Natal dan Jum’at Agung. Natal harus ada supaya Jum’at Agung bisa ada! Yesus dilahirkan pada Natal, supaya bisa menderita dan mati pada Jum’at Agung. Menderita dan mati dengan cara bagaimana? Dengan cara yang paling mengerikan, menyakitkan, hina, dan terkutuk. Penyaliban, yang didahului dengan pencambukan!
Bagi saudara yang mempunyai banyak anak, saya tanya: bolehkah saya minta anak saudara untuk disembelih lalu disate? Sekalipun saudara mempunyai banyak anak, saudara tidak akan ijinkan anak saudara disembelih lalu disate, apalagi kalau punya anak tunggal!
Sebetulnya jangankan anak, tetapi bahkan kalau saudara punya banyak anjing, saya minta satu saja untuk dibuat RW, saudara pasti akan menolak! Tetapi Allah, yang hanya mempunyai satu Anak, rela memberikanNya untuk kita.
Ini membuat Dia memang layak disebut sebagai ‘the greatest lover’ [= pecinta yang terbesar]! KasihNya layak dianggap kasih yang mempunyai ‘the greatest degree’ [= tingkat terbesar], dan tindakanNya dalam memberikan AnakNya itu disebut sebagai ‘the greatest act’ [= tindakan terbesar]. Dan ini juga menyebabkan hadiahNya itu layak disebut sebagai ‘the greatest gift’ [= hadiah terbesar]!
II) Allah memberikanNya kepada ‘dunia’.
1) Siapa yang disebut dengan istilah ‘dunia’ di sini?
Tentu bukan dunia dalam arti alam semesta atau bumi ini, tetapi manusianya. Tetapi manusia yang mana? Yahudi saja? Terus terang, dulu orang-orang Yahudi mempunyai pandangan bahwa yang bisa selamat itu hanya orang-orang Yahudi saja, dan Allah menciptakan orang-orang non Yahudi hanya untuk menjadi bahan bakar di neraka. Karena itu, ada yang mengatakan bahwa kata ‘dunia’ ini digunakan dalam Yoh 3:16 ini untuk menentang pandangan Yahudi bahwa hanya orang-orang Yahudi saja yang bisa selamat. Jadi, kata ‘dunia’ ini diartikan sebagai ‘Yahudi + non Yahudi’! Dengan kata lain, ‘segala bangsa’!

Mari kita bandingkan dengan ayat-ayat Kitab Suci yang lain:
a) Mat 28:19 - “Karena itu pergilah, jadikanlah SEMUA BANGSA muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,”.
b) Luk 24:47 - “dan lagi: dalam namaNya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.”.
c) Kis 1:8 - “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.’”.
d) Dalam Injil Lukas yang datang kepada Yesus pada Natal adalah para gembala (Luk 2:8-20). Ini adalah orang-orang Yahudi. Tetapi dalam Injil Matius yang datang kepada Yesus dalam Natal adalah orang-orang Majus (Mat 2:1-12), yang adalah orang-orang non Yahudi! Apakah yang terakhir ini ditolak? Tidak mungkin ditolak, karena Allah sendiri yang memimpin mereka dengan menggunakan petunjuk bintang!
Catatan: Awas, ini bukan dasar untuk menyetujui / mempercayai horoscope! Bintang dalam Mat 2 itu bersifat mujijat!
Dari semua ini jelas bahwa Yesus adalah hadiah Natal dari Allah kepada segala bangsa, termasuk saudara dan saya, tidak peduli dari bangsa atau suku bangsa apapun kita berasal! Ini cocok disebut sebagai ‘the greatest number’ [= jumlah terbesar].
Dan kebalikannya juga berlaku, yaitu: segala bangsa / suku bangsa hanya mempunyai satu Juruselamat / Penebus, yaitu Yesus Kristus!
2) Dunia ini adalah dunia yang berdosa.
Sekarang bagaimana keadaan manusia-manusia di dunia ini kok Allah tahu-tahu mau memberikan AnakNya yang Tunggal kepada dunia? Apakah dunia ini begitu baik, suci, mengasihi Allah, selalu menyenangkan dan memuliakan Dia, sehingga Dia lalu mau memberikan AnakNya yang Tunggal kepada dunia?
Ro 3:10-18 - “(10) seperti ada tertulis: ‘Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. (11) Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. (12) Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. (13) Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. (14) Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, (15) kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. (16) Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, (17) dan jalan damai tidak mereka kenal; (18) rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu.’”.
Melihat dunia yang seperti ini, lalu Allah itu masih mau memberikan AnakNya yang Tunggal kepada dunia, itu betul-betul luar biasa! Tak terbayangkan! Itu sebabnya Ia memang layak disebut sebagai ‘The greatest lover’ [= Pecinta terbesar]! Bandingkan dengan ayat-ayat ini:
• Ro 8:32 - “Ia, yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi yang menyerahkanNya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”.
• 1Yoh 4:10 - “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus AnakNya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.”.
• Ro 5:6-8 - “(6) Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. (7) Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar - tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati -. (8) Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”.
Kata-kata ‘tidak mudah’ oleh KJV diterjemahkan ‘scarcely’, oleh NIV diterjemahkan ‘rarely’, dan oleh RSV/NASB diterjemahkan ‘hardly’. Semua artinya kurang lebih sama, yaitu ‘jarang’ atau ‘sangat jarang’.
III) Mengapa Allah memberikan hadiah itu kepada kita?
Dengan kata lain, mengapa Allah mengutus Yesus datang ke dalam dunia pada Natal, lalu menderita dan mati pada Jum’at Agung? Jawabannya: Yoh 3:16b - “... supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”.
Jadi, Ia memberikan AnakNya yang Tunggal itu supaya kita tidak binasa, atau, untuk menyelamatkan / memberikan hidup kekal kepada kita!
Mungkin ada orang yang bertanya: Tidak bisakah Allah menggunakan cara lain untuk menyelamatkan manusia? Jawabannya: tidak ada! Kalau memang ada, Dia akan pakai cara itu, bukan dengan memberikan AnakNya yang Tunggal!
Mengapa tidak bisa? Karena Allah itu adil. Ini menyebabkan Ia HARUS menghukum setiap orang atas setiap dosa yang diperbuatnya. Kalau Allah tak menghukum apakah Ia baik?
Untuk menjawab ini, mari kita pikirkan suatu analogi: kalau saudara ditangkap polisi karena melanggar peraturan lalu lintas, lalu saudara merayu-rayu polisi itu, dan akhirnya polisi itu membebaskan saudara, apakah polisi itu baik? Bagaimana kalau ada pencopet tertangkap, lalu merayu polisi itu dan lalu dibebaskan? Apakah polisi itu baik? Bagaimana kalau penjual narkoba, perampok, pembunuh, pemerkosa, dsb?
Sekarang kita terapkan kepada Tuhan / Allah sendiri. Kalau Ia tidak menghukum manusia berdosa, Ia bukan Allah yang suci, benar ataupun adil! Kalau ada satu dosa saja, bagaimanapun kecilnya, tidak dihukum selama-lamanya oleh Allah, maka Allah kehilangan keadilanNya! Yang bisa Ia lakukan, adalah menyediakan seorang pengganti untuk memikul hukuman dosa itu. Karena itu, Ia mengutus Yesus menjadi manusia pada Natal pertama, lalu mengorbankanNya pada Jum’at Agung, untuk memikul hukuman dosa umat manusia. Dengan demikian Yesus menjadi pengganti bagi kita.
Yes 53:4-6 - “(4) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. (5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.”.
2Kor 5:15 - “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.”.
Setelah Yesus menderita dan mati untuk menggantikan kita, maka tersedia jalan keselamatan bagi kita. Ingat: seandainya Yesus tidak lahir, menderita dan mati bagi kita, maka tidak ada jalan keselamatan bagi manusia, dan semua manusia mulai Adam dan Hawa sampai kiamat, termasuk saudara dan saya, akan masuk ke neraka selama-lamanya!
Tetapi faktanya adalah Yesus sudah lahir pada Natal yang pertama, lalu menderita dan mati untuk menebus dosa kita pada hari Jumat Agung, sehingga sekarang telah tersedia jalan untuk selamat bagi kita.
Ingat hal ini sekali lagi: Ia adalah hadiah untuk seluruh dunia / segala bangsa, dan bagi seluruh dunia / segala bangsa hanya ada satu hadiah ini. Tidak ada banyak hadiah, tidak ada banyak Penebus / Juruselamat, hanya satu, yaitu Yesus Kristus!
Kis 4:12 - “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.’”.
1Yoh 5:11-12 - “(11) Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam AnakNya. (12) Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.”.
Yoh 14:6 - “Kata Yesus kepadanya: ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”.
Calvin: “our salvation must not be sought any where else than in Christ” [= keselamatan kita tidak boleh dicari di tempat lain manapun juga selain dalam Kristus].
Calvin juga mengatakan kebalikannya: “not the least drop of salvation can be found out of Christ” [= tidak satu tetes terkecilpun dari keselamatan bisa ditemukan di luar Kristus].
IV) Apa yang harus kita lakukan?
Terimalah hadiah itu, dengan menerima / percaya kepada Kristus. Maka saudara tidak akan binasa, tetapi memiliki hidup kekal.
“God (the greatest lover) so loved (the greatest degree) the world (the greatest number) that He gave (the greatest act) His only begotten Son (the greatest gift) that whosoever (the greatest invitation) believeth (the greatest simplicity) in Him (the greatest person) should not perish (the greatest deliverance), but (the greatest difference) have (the greatest certainty) everlasting life (the greatest possession)” [= Allah (pecinta terbesar) begitu mengasihi (tingkat terbesar) dunia (jumlah terbesar) sehingga Ia memberikan (tindakan terbesar) AnakNya yang tunggal (pemberian / hadiah terbesar) supaya barangsiapa (undangan terbesar) percaya (kesederhanaan terbesar) kepada Dia (pribadi terbesar) tidak binasa (pembebasan terbesar), tetapi (perbedaan terbesar) mempunyai (kepastian terbesar) hidup yang kekal (milik yang terbesar)] - John 3:16.
1) Tidak binasa.
Kata ‘binasa’ bukan hanya menunjuk pada kematian, tetapi pada perpisahan kekal dengan Allah dan pada hukuman kekal di neraka.
2Tes 1:9 - “Mereka ini akan menjalani hukuman KEBINASAAN selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatanNya,”.
Wah 21:8 - “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah KEMATIAN yang kedua.’”.
‘Tidak binasa’ disebut sebagai ‘the greatest deliverance’ [= pembebasan terbesar]! Memang kalau kita dibebaskan dari problem, penyakit dsb, kita senang juga. Tetapi apa gunanya kaya, sehat, hidup tanpa problem di dunia ini, kalau nanti harus masuk neraka selama-lamanya? Kalau harus memilih, enak jadi Lazarus atau orang kayanya? Jadi, ‘tidak binasa’ ini yang terpenting; ini adalah ‘the greatest deliverance’ [= pembebasan terbesar]!
2) Hidup yang kekal.
a) Kata ‘hidup’ kontras dengan ‘binasa’, dan kontras itu juga ditunjukkan oleh kata ‘tetapi’.
Dan kata ‘tetapi’ ini mengkontraskan sedemikian rupa sehingga disebut sebagai ‘the greatest difference’ [= perbedaan terbesar].
Pada saat mereka masih hidup di dunia, maka ada kontras yang besar antara Lazarus dan orang kaya. Tetapi setelah mereka mati, keadaan terbalik, dan kontrasnya jauh lebih besar lagi. Memang antara surga dan neraka ada perbedaan yang layak disebut sebagai ‘the greatest difference’ [= perbedaan terbesar].
b) Kata ‘kekal’ berarti selama-lamanya. Kalau bisa berhenti / hilang itu namanya tidak kekal.
Bdk. Yoh 10:28-29 - “(28) dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu. (29) BapaKu, yang memberikan mereka kepadaKu, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.”.
Ini jelas menunjukkan bahwa keselamatan tidak bisa hilang!
c) Ini disebut sebagai ‘the greatest possession’ [= milik yang terbesar].
Lenski: “Not to perish is to have; not to have is to perish” [= Tidak binasa artinya mempunyai (hidup kekal); tidak mempunyai (hidup kekal) artinya binasa] - hal 265.
Apapun yang saudara punyai, itu tidak ada artinya sama sekali kalau saudara tidak mempunyai hidup yang kekal ini!
Mat 16:26 - “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”.
d) Siapapun yang percaya kepada Yesus dikatakan ‘mempunyai’ hidup yang kekal.
Ini disebut ‘the greatest certainty’ [= kepastian terbesar]. Jadi, keselamatan / hidup kekal itu bukan hanya mungkin / kemungkinan besar diterima, tetapi pasti diterima!
3) Percaya kepada Dia (Yesus Kristus).
Cara / jalan supaya tidak binasa tetapi beroleh hidup kekal adalah dengan percaya kepada Yesus Kristus. 
Karena sudah adanya korban Yesus Kristus, maka jalan untuk selamat itu menjadi begitu sederhana dan mudah, yaitu hanya dengan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Cara / jalan ini disebut sebagai ‘the greatest simplicity’ [= kesederhanaan terbesar].
Kita tidak mempercayai keselamatan karena perbuatan baik ataupun karena iman + perbuatan baik! Ini merupakan cara / jalan yang ruwet dan mustahil! Semboyan Reformasi adalah SOLA FIDE [= hanya iman].
Ef 2:8-9 - “(8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, (9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”.
Tetapi karena begitu sederhana, banyak orang lalu meremehkan cara / jalan ini. Tetapi kalau saudara tidak mau jalan yang sederhana ini, tidak ada jalan untuk selamat!
Dan satu hal lagi: ini ditawarkan kepada ‘whosoever’ [= siapapun]. Dan ini disebut sebagai ‘the greatest invitation’ [= tawaran / undangan yang terbesar]. Jangan sia-siakan undangan ini! Mari kita percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, dan bahkan dengan membagikannya / menceritakannya kepada orang-orang lain. Maukah saudara? Tuhan memberkati saudara semua.
-AMIN