About us

Golgotha Ministry adalah pelayanan dari Pdt. Budi Asali,M.Div dibawah naungan GKRI Golgota Surabaya untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia dan mengajarkan kebenaran firman Tuhan melalui khotbah-khotbah, pendalaman Alkitab, perkuliahan theologia dalam bentuk tulisan maupun multimedia (DVD video, MP3, dll). Pelayanan kami ini adalah bertujuan agar banyak orang mengenal kebenaran; dan bagi mereka yang belum percaya, menjadi percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, dan bagi mereka yang sudah percaya, dikuatkan dan didewasakan didalam iman kepada Kristus.
Semua yang kami lakukan ini adalah semata-mata untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus.

Kami mengundang dengan hangat setiap orang yang merasa diberkati dan terbeban didalam pelayanan untuk bergabung bersama kami di GKRI Golgota yang beralamat di : Jl. Raya Kalirungkut, Pertokoan Rungkut Megah Raya D-16, Surabaya.

Tuhan Yesus memberkati.

Selasa, 21 Januari 2014

PENGHAKIMAN AKHIR ZAMAN (1)

Penghakiman akhir jaman
Wahyu 20:11-15

Wah 20:11-15 - “(11) Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapanNya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. (12) Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. (13) Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. (14) Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. (15) Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu”.

I) Yang menghakimi.

Ay 11-12: “(11) Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapanNya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. (12) Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu”.

1)   Ada suatu takhta putih besar.

a)         Takhta.

The Bible Illustrator (NT): “‘I saw a throne.’ There is a throne now, but men do not see it. There is a real government now, but it will be a visible one then. You know the sceptic has doubts, because he cannot see. He says, ‘Where is God, and whom is the throne? I have never seen it.’ Did you ever see the throne of England? I never did - but you know there is one; you know there is a government. I never saw the Queen, and I dare say many of you have not seen her, but you know there is a Queen. I never saw the great King, but He is here. He reigns; and by and by His throne will become visible, and faith and doubt will be lost in sight, and the believer will say, ‘It is He’; and the infidel will say, ‘It is He’; and there will be no more doubting and no more believing - it will be sight” (= ‘Aku melihat suatu takhta’. Di sana ada sebuah takhta sekarang, tetapi manusia tidak melihatnya. Di sana ada suatu pemerintahan yang nyata sekarang, tetapi itu akan merupakan suatu pemerintahan yang kelihatan pada saat itu. Engkau tahu orang-orang yang skeptik / suka ragu-ragu mempunyai keraguan, karena ia tidak bisa melihat. Ia berkata: ‘Dimanakah Allah, dan siapakah takhta itu? Aku tak pernah melihatnya’. Apakah engkau pernah melihat takhta Inggris? Aku tidak pernah melihatnya - tetapi engkau tahu takhta itu ada; engkau tahu di sana ada suatu pemerintahan. Aku tak pernah melihat sang Ratu, dan aku berani mengatakan banyak dari kalian yang tidak pernah melihatnya, tetapi engkau tahu di sana ada seorang Ratu. Aku tidak pernah melihat sang Raja yang besar / agung, tetapi Ia ada di sini. Ia bertakhta; dan segera takhtaNya akan menjadi kelihatan, dan iman dan keraguan akan hilang dalam penglihatan, dan orang percaya akan berkata: ‘Itu adalah Dia’; dan orang kafir akan berkata: ‘Itu adalah Dia’; dan di sana tidak akan ada lagi keraguan dan kepercayaan / iman - yang ada adalah penglihatan).

Tetapi kalau saudara baru ‘percaya’ pada saat itu, karena saudara sudah melihat, itu bukan iman, dan itu tidak akan menyelamatkan saudara! Jadi, percayalah sekarang, dan jangan menunda!

b)         Takhta itu besar dan berwarna putih.

Jamieson, Fausset & Brown: “‘Great.’ - in contrast to the ‘thrones’ (Rev. 20:4). ‘White’ - emblem of purity and justice” [= ‘Besar’ - dikontraskan dengan ‘takhta-takhta’ (Wah 20:4). ‘Putih’ - simbol dari kemurnian dan keadilan].

Wiersbe: “It is white because it represents the unchanging holiness of God; He is not a respecter of persons” (= Takhta itu putih karena itu mewakili kekudusan yang tidak berubah dari Allah; Ia bukanlah seorang yang suka pilih kasih).

2)   Siapa yang duduk di atas takhta itu?
Ada yang menganggap bahwa yang menghakimi ini adalah Allah (Bapa).
Ay 12: “Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu”.
KJV: ‘stand before God’ (= berdiri di depan Allah).
RSV/NIV/NASB: ‘standing before the throne’ (= berdiri di depan takhta itu).

Tentang apakah yang duduk itu Allah (Bapa) atau Kristus, tidak menjadi masalah.
Barclay: “the unity of the Father and the Son is such that there is no difficulty in ascribing the action of the one to the other” (= kesatuan Bapa dan Anak adalah sedemikian rupa sehingga tidak ada kesukaran untuk menganggap tindakan dari yang satu sebagai tindakan dari yang lain) - hal 195.
Homer Hailey: “The idea that God judges, and yet Christ judges, should present no problem; for Jesus taught that He and the Father are one - one in Godhood, purpose, and work (John 10:30; 14:10). Later Paul taught that God’s judgment would be carried out through Jesus Christ (Acts 17:31; Rom. 2:16)” [= Gagasan bahwa Allah menghakimi, tetapi Kristus menghakimi, tidak perlu memberikan problem; karena Yesus mengajar bahwa Ia dan Bapa adalah satu - satu dalam keAllahan, tujuan / rencana, dan pekerjaan (Yoh 10:30; 14:10). Belakangan Paulus mengajarkan bahwa penghakiman Allah akan dilaksanakan melalui Yesus Kristus (Kis 17:31; Ro 2:16)] -‘Revelation’, hal 400.
Kis 17:31 - “Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukanNya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.’”.
Ro 2:16 - “Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus”.

Tetapi tetap, secara strict / ketat, saya berpendapat bahwa yang duduk untuk menghakimi di sini harus adalah Kristus.

Jamieson, Fausset & Brown: “‘Him that sat on it.’ - the Son, to whom ‘the Father hath committed all judgment.’ God in Christ, i. e., the Father represented by the Son, before whose judgment-seat we must all stand” (= ‘Dia, yang duduk di atasnya’. - sang Anak, kepada siapa ‘Bapa telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya’. Allah dalam Kristus, yaitu sang Bapa diwakili oleh sang Anak, di depan takhta penghakiman siapa kita semua harus berdiri).

Bdk. Yoh 5:22-23,27 - “(22) Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, (23) supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. ... (27) Dan Ia telah memberikan kuasa kepadaNya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia”.
2Tim 4:1 - “Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataanNya dan demi KerajaanNya”.
Bdk. Mat 25:31-46.

Barnes’ Notes: “‘Stand before God.’ That is, they appear thus to be judged. The word ‘God’ here must naturally refer to the final Judge on the throne, and there can be no doubt (see Matt. 25:31) that this is the Lord Jesus. Compare 2 Cor. 5:10. None can judge the secrets of the heart; none can pronounce on the moral character of all mankind, of all countries and ages, and determine their everlasting allotment, but he who is divine” [= ‘Berdiri di depan Allah’. Artinya, mereka hadir / muncul seperti itu untuk dihakimi. Kata ‘Allah’ di sini tentu saja harus menunjuk kepada Hakim terakhir pada takhta, dan tidak ada keraguan (lihat Mat 25:31) bahwa ini adalah Tuhan Yesus. Bdk. 2Kor 5:10. Tidak ada yang bisa menghakimi rahasia-rahasia dari hati; tidak ada yang bisa menyatakan karakter moral dari umat manusia, dari semua negara dan jaman, dan menentukan bagian kekal mereka, kecuali Ia yang adalah Ilahi / Allah].
2Kor 5:10 - “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat”.

Charles Hodge: “As Christ is to be the judge, as all men are to appear before him, as the secrets of the hearts are to be the grounds of judgment, it is obvious that the sacred writers believed Christ to be a divine person, for nothing less than omniscience could qualify any one for the office here ascribed to our Lord” (= Karena Kristus akan menjadi Hakim, karena semua orang akan menghadap di hadapanNya, karena rahasia dari hati adalah dasar penghakiman, jelaslah bahwa penulis-penulis sakral / kudus percaya bahwa Kristus adalah Pribadi ilahi, karena hanya kemahatahuan yang bisa memenuhi syarat bagi siapapun untuk jabatan / tugas yang di sini dianggap sebagai milik Tuhan kita) - ‘I & II Corinthians’, hal 501.

II) Yang dihakimi.

1)   Semua orang akan dihakimi.
Ay 13: “Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya”.

a)   Tidak ada tempat untuk bersembunyi dan lolos dari penghakiman ini karena langit dan bumi akan lenyap.

1.   Lenyapnya langit dan bumi.
Ay 11b: “Dari hadapanNya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya”.
Ay 11b ini sesuai dengan 2Pet 3:10,12b - “(10) Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. ... (12b) Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya”.

Hilang-lenyapnya langit dan bumi juga dinyatakan dalam banyak ayat lain seperti Maz 102:26-28  Yes 51:6  Mat 24:35 / Mark 13:31 / Luk 21:33  Luk 16:17  Wah 21:1. Karena itu saya menganggap aneh bahwa ternyata ada banyak penafsir yang mengatakan bahwa langit dan bumi itu bukannya dimusnahkan tetapi diperbaharui.

Istilah ‘langit dan bumi yang baru’ dalam Wah 21:1 tidak berarti bahwa langit dan bumi yang lama diperbaharui. Yang lama dihancurkan, dan Allah menciptakan yang baru.

Bible Knowledge Commentary: “The new heaven and new earth described in chapter 21 has no similarity to the present earth and heaven” (= Langit dan bumi yang baru yang digambarkan dalam pasal 21 tidak mempunyai kemiripan dengan langit dan bumi yang sekarang ini).

2.   Lenyapnya langit dan bumi yang sekarang ini menyebabkan tidak mungkin ada siapapun yang bisa bersembunyi dan lolos dari penghakiman ini.

Wiersbe: “Heaven and earth flee away; there is no place for the lost sinner to hide! The Judge on the throne is Jesus Christ (John 5:22-23). Today He is the Savior of the world; on that day, He will be the righteous Judge” [= Langit dan bumi akan hilang; di sana tidak ada tempat bagi orang berdosa yang terhilang untuk bersembunyi! Sang Hakim pada takhta adalah Yesus Kristus (Yoh 5:22-23). Sekarang Ia adalah Juruselamat dunia; pada hari itu, Ia akan menjadi Hakim yang benar / adil].

Bdk. Wah 6:12-17 - “(12) Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. (13) Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang. (14) Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya. (15) Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung. (16) Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: ‘Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu.’ (17) Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?”.

Perhatikan khususnya Wah 6:16 itu, yang menunjukkan bahwa mereka kelihatannya ingin menyembunyikan diri terhadap murka Anak Domba (Yesus) itu, tetapi ini semua tidak mungkin terjadi. Bukan hanya gunung-gunung atau batu-batu karang yang mereka harapkan bisa menyembunyikan diri mereka, tetapi bahkan dunia inipun akan musnah. Karena itu, tidak bisa ada yang bersembunyi, semua harus menghadap takhta penghakiman Kristus!

b)         Orang-orang besar atau kecil akan dihakimi.
Ay 12: “Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu”.

Kata-kata ‘besar dan kecil’ mewakili semua orang, tanpa kecuali. Kalau di dunia, apalagi di Indonesia, maka orang kecil saja yang pasti diadili, sedangkan orang besar bisa lolos. Tetapi dalam penghakiman akhir jaman, tak ada yang lolos. Kaya atau miskin, tua atau muda, laki-laki atau perempuan, berkedudukan tinggi atau rendah, dari bangsa atau suku bangsa apapun, semua akan dihakimi!

Wycliffe Bible Commentary: “From the judgment for crime exercised by the State, thousands escape every year; in fact, many crimes are not even known to those in authority. But no one will be able to escape this judgment” (= Dari penghakiman untuk kejahatan yang dilakukan oleh Negara, ribuan orang lolos setiap tahun, dalam faktanya, banyak kejahatan bahkan tidak diketahui oleh mereka yang mempunyai otoritas. Tetapi tidak seorangpun akan bisa lolos dari penghakiman ini).

The Bible Illustrator (NT): “We often marvel at the contrast exhibited in the present life, between the circumstances or conditions in which mankind are placed. From the extreme of affluence to the extreme of destitution there are endless varieties of condition, yet, in certain respects, all are equal; the noble and the mean; the richest and the poorest. Surely it ought to make the wealthy set loose to their riches, and the poor think lightly of their poverty, when it is remembered how soon the small and the great will stand alike before God, to be judged according, not to their respective conditions on earth, but each according to his works” (= Kita sering heran melihat kontras yang ditunjukkan dalam kehidupan sekarang ini, antara keadaan-keadaan atau kondisi-kondisi dalam mana umat manusia ditempatkan. Dari kekayaan / kemakmuran yang extrim sampai kemiskinan yang extrim ada variasi kondisi yang tak ada akhirnya, tetapi dalam hal tertentu semua sama; orang-orang yang mulia dan yang hina; orang-orang yang terkaya dan yang termiskin. Ini seharusnya membuat orang kaya melepaskan kekayaan mereka, dan orang miskin meremehkan kemiskinan mereka, pada waktu diingat betapa segera orang kecil dan orang besar akan berdiri secara sama di depan Allah, untuk dihakimi bukan menurut kondisi mereka masing-masing di bumi, tetapi masing-masing menurut perbuatannya).

c)         Orang-orang yang sudah mati maupun yang masih hidup akan dihakimi.
Matthew Henry: “not only those that are found alive at the coming of Christ, but all who have died before” (= bukan hanya mereka yang ditemukan hidup pada kedatangan Kristus, tetapi semua yang telah mati sebelumnya).
Bahwa yang akan dihakimi nanti bukan orang mati saja, tetapi juga orang yang masih hidup, terlihat dari ayat-ayat ini:
2Tim 4:1 - “Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataanNya dan demi KerajaanNya”.
1Pet 4:5 - “Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati”.

d)   Semua orang mati dibangkitkan, tak peduli dimanapun dan bagaimana keadaan mayat mereka, dan lalu dihakimi.
Ay 12-13: “(12) Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. (13) Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya”.

Mayat-mayat dari orang-orang mati ini ada di tempat-tempat yang beraneka ragam, tetapi semua akan dibangkitkan.

1.   Kuburan akan menyerahkan orang-orang yang ada di dalamnya.
Yoh 5:28-29 - “(28) Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suaraNya, (29) dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum”.
Bdk. Kis 24:15 - “Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar”.

2.   Laut akan menyerahkan orang-orang yang ada di dalamnya (ay 13a).
Barnes’ Notes: “‘And the sea gave up the dead which were in it.’ All that had been buried in the depths of ocean. This number in the aggregate will be great. If we include all who were swept off by the flood, and all who have perished by shipwreck, and all who have been killed in naval battles and buried in the sea, and all who have been swept away by inundations of the ocean, and all who have peacefully died at sea, as sailors, or in the pursuits of commerce or benevolence, the number in the aggregate will be immense - a number so vast that it was proper to notice them particularly in the account of the general resurrection and the last judgment” (= ‘Dan laut menyerahkan orang mati yang ada di dalamnya’. Semua yang telah dikubur dalam kedalaman lautan. Jumlah orang-orang ini secara keseluruhannya akan besar. Jika kita mencakup semua yang disapu oleh air bah, dan semua yang binasa karena kecelakaan kapal / kapal tenggelam, dan semua yang telah dibunuh dalam perang di laut dan dikubur di laut, dan semua yang telah disapu oleh banjir lautan / meluapnya lautan, dan semua yang mati dengan damai di laut, seperti pelaut-pelaut, atau dalam pengejaran perdagangan atau perbuatan baik, jumlah keseluruhannya akan sangat besar - suatu jumlah yang begitu banyak sehingga adalah benar untuk memperhatikan mereka secara khusus dalam cerita tentang kebangkitan umum dan penghakiman terakhir).

3.   Maut akan menyerahkan orang-orang yang ada di dalamnya (ay 13b).
Adam Clarke: “‘And death.’ All who died by any kind of disease. Death is here personified, and represented as a keeper of defunct human beings; probably no more than earth or the grave is meant, as properly belonging to the empire of death” (= ‘Dan kematian / maut’. Semua yang mati oleh jenis penyakit apapun. Kematian di sini dipersonifikasikan, dan digambarkan sebagai seorang penjaga dari orang mati; mungkin yang dimaksudkan tidak lebih dari bumi atau kubur, karena secara benar merupakan milik dari kekaisaran kematian).
Saya berpendapat bahwa yang dimaksudkan bukan hanya orang yang mati karena penyakit apapun, tetapi juga orang yang mati karena sebab lain apapun, seperti dibunuh, bunuh diri, kecelakaan, serangan teroris, dan sebagainya.

4.   HADES (kerajaan maut) akan menyerahkan orang-orang yang di dalamnya.
Ay 13b: “dan maut dan kerajaan maut (Yunani: HADES) menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya”.
KJV: ‘and death and hell delivered up the dead which were in them’ (= dan maut dan nerakamenyerahkan orang mati yang ada di dalamnya).
Kata Yunani yang dipakai adalah HADES, dan sekalipun kadang-kadang bisa diterjemahkan sebagai ‘neraka’, seperti dalam Luk 16:23, tetapi saya berpendapat bahwa di sini tidak mungkin diterjemahkan seperti itu.

a.         Ada yang menganggap bahwa Hades adalah tempat dari roh-roh orang mati.
Adam Clarke: “‘And hell.’ Hadees, Hades, the place of separate spirits. The sea and death have the bodies of all human beings; hades has their spirits. That they may be judged, and punished or rewarded according to their works, their bodies and souls must be reunited; hades, therefore, gives up the spirits; and the sea and the earth give up the bodies” (= ‘Dan neraka’. HADES, Hades, tempat dari roh-roh yang terpisah. Laut dan maut / kematian mempunyai tubuh-tubuh dari semua manusia; Hades mempunyai roh-roh mereka. Supaya mereka bisa dihakimi, dan dihukum atau diberi pahala sesuai dengan perbuatan mereka, tubuh-tubuh dan jiwa-jiwa mereka harus dipersatukan kembali; karena itu, Hades menyerahkan roh-roh; dan laut dan bumi menyerahkan tubuh-tubuh).
Catatan: perhatikan bahwa ay 13b TIDAK mengatakan bahwa Hades menyerahkan ‘roh-roh’, tetapi menyerahkan ‘orang-orang mati’! Disamping itu, dalam sepanjang Kitab Suci, kata Hades / Sheol tidak pernah menunjuk pada tempat roh-roh orang mati. Karena itu, saya tidak setuju dengan penafsiran Adam Clarke ini.

b.         Hades dianggap sebagai ‘keadaan kematian’.
William Hendriksen: “It is evident that the term ‘Hades’ as used here cannot mean hell or grave. It signifies the state of disembodied existence. It refers to the state of death which results when life ceases and when body and soul separate. Thus Hades always follows death (Rev. 6:8)” [= Adalah jelas bahwa istilah ‘Hades’ seperti yang digunakan di sini tidak bisa berarti ‘neraka’ atau ‘kuburan’. Itu menunjuk pada keadaan keberadaan tanpa tubuh. Itu menunjuk pada keadaan kematian yang terjadi pada waktu kehidupan berhenti dan pada waktu tubuh dan jiwa terpisah. Karena itu, Hades selalu mengikuti maut / kematian (Wah 6:8)] - ‘More Than Conquerors’, hal 57.
Wah 6:8 - “Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi”.

e)         Orang-orang percaya maupun tidak percaya akan dihakimi.
Pkh 3:17 - “Berkatalah aku dalam hati: ‘Allah akan mengadili baik orang yang benar maupun yang tidak adil, karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya.’”.
2Kor 5:10 - “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat”.
Bdk. Mat 25:31-46.

Jadi, ini merupakan suatu penghakiman yang dilakukan, baik terhadap orang percaya maupun orang yang tidak percaya. Ini bertentangan dengan ajaran Premillenialisme, yang mengatakan bahwa orang-orang benar akan bangkit dulu, dihakimi, dan setelah 1000 tahun baru ada kebangkitan dari orang-orang jahat, dan penghakiman atas diri mereka.

Tetapi kalau orang-orang percaya juga dihakimi, maka muncul suatu problem, karena kelihatannya ini bertentangan dengan Yoh 5:24.
Yoh 5:24 - “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup”.
KJV: ‘shall not come into condemnation’ (= tidak akan dihukum).
RSV/NASB: ‘does not come into judgment’ (= tidak akan dihakimi).
NIV: ‘will not be condemned’ (= tidak akan dihukum).
Sebetulnya, yang hurufiah adalah terjemahan dari RSV/NASB, karena kata Yunani yang digunakan di sini berasal dari kata dasar yang sama dengan kata ‘dihakimi’ yang digunakan dalam Wah 20:12,13.
Jadi, bagaimana pengharmonisan dari 2 bagian yang kelihatannya kontradiksi ini?

Pulpit Commentary: “We read in John 5:24 that he that believeth shall not come into judgment; and yet we read elsewhere, ‘We must all stand before the judgment seat of Christ:’ how is this? Reply: Believers, with others, will be made manifest before the judgment seat of Christ; but their manifestation will be that of pardoned and of sanctified men, whose guilt is cancelled and whose sin is removed. Surely, when this is taken into account, the difficulty ceases. There will be no such judgment as involves condemnation” [= Kita membaca dalam Yoh 5:24 bahwa ia yang percaya tidak akan dihakimi; tetapi kita membaca di tempat lain, ‘kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus’ (2Kor 5:10); bagaimana ini? Jawab: Orang-orang percaya, bersama dengan orang-orang lain, akan dihadirkan di depan takhta pengadilan Kristus; tetapi mereka dihadirkan sebagai orang-orang yang diampuni dan dikuduskan, yang kesalahannya sudah dihapuskan dan yang dosanya dibersihkan. Pasti, pada waktu hal ini diperhatikan, kesukarannya berhenti / hilang. Di sana tidak akan ada penghakiman yang melibatkan penghukuman] - hal 491.

III) Dasar penghakiman.

1)   Pembukaan semua kitab, dan juga kitab kehidupan.
Ay 12: “Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.”.
Untuk bagian yang saya beri garis bawah tunggal, bandingkan dengan terjemahan KJV.
KJV: ‘and the dead were judged out of those things which were written in the books, according to their works.’ (= dan orang-orang mati dihakimi dari hal-hal yang tertulis dalam kitab-kitab itu, menurut / sesuai dengan perbuatan-perbuatan mereka.).

Bdk. Dan 7:10 - “suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapanNya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapanNya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab”.

a)   Jelas bahwa ‘semua kitab’ maupun ‘kitab kehidupan’ bukan merupakan istilah yang bersifat hurufiah, tetapi simbolis. Alasannya: Allah itu maha tahu dan tidak pikun, sehingga jelas Ia tidak membutuhkan catatan dalam kitab apapun untuk mengingat apapun.

Homer Hailey: “These are not literal books ... The books sybolizes the divine record of the lives and deeds of all who have lived. Pieters has well expressed it: ‘The books evidently stand for the omniscience of God the Judge, to whom nothing is unknown, and by whom nothing is forgotten’ (p 313), except what He wills to forget (Heb. 8:12)”[= Ini bukan betul-betul kitab-kitab secara hurufiah ... Kitab-kitab ini menyimbolkan catatan ilahi tentang kehidupan-kehidupan dan tindakan-tindakan dari semua orang yang pernah hidup. Pieters telah menyatakan dengan baik hal ini: ‘Kitab-kitab itu dengan jelas mewakili kemahatahuan Allah sang Hakim, bagi siapa tidak ada yang tak diketahui, dan oleh siapa tak ada yang dilupakan’ (hal 313), kecuali apa yang Ia kehendaki untuk dilupakan (Ibr 8:12)] - ‘Revelation’, hal 401.
Ibr 8:12 - “Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.’”.

b)         Kitab apa saja yang dimaksud dengan ‘semua kitab’?

1.   Yang jelas ay 12b mengatakan bahwa kitab-kitab itu mencatat perbuatan manusia, yang akan dijadikan dasar penghakiman.
Kitab yang mencatat dosa-dosa kita selama ini tetap ditutup, dan baru dibuka pada akhir jaman itu. Tidak heran jaman sekarang belum ada keadilan yang sempurna!

a.   Semua perbuatan, kata-kata, pikiran / hal-hal yang tersembunyi, tercatat dari hari ke hari.
The Bible Illustrator (NT): “Nothing escapes its watchful eye. Every sin is duly marked, every corrupt imagination, every wrong principle, indulged in or professed. Every idle word, every unhallowed thought, goes to swell the score. Even if our sins were as frequent as our breathing, the account goes on day after day; pages are filled till the last awful hour has come, when the sinner beholds the magnitude of his transgressions” (= Tidak ada yang lolos dari mata yang mengawasi. Setiap dosa diperhatikan / ditandai dengan seharusnya, setiap khayalan yang jahat, setiap prinsip yang salah, yang dituruti sesuka hatinya atau yang diakui. Setiap kata yang sia-sia / tak berarti, setiap pikiran yang tidak kudus, membuat angka membengkak. Bahkan jika dosa-dosa kita sama seringnya dengan nafas kita, penghitungan berjalan terus dari hari ke hari; halaman-halaman dipenuhi sampai saat terakhir yang mengerikan telah tiba, pada saat orang berdosa melihat besarnya pelanggaran-pelanggarannya).

b.   Semua yang tercatat itu akan dihakimi.
Pulpit Commentary: “WE ARE ALSO TOLD WHAT WILL BE JUDGED. 1. Deeds (2 Cor 5:10). 2. Words (Matt 12:36,37). 3. Thoughts (1 Cor 4:3-5). 4. Secret things (Rom 2:16). 5. ‘Every secret thing’ (Eccl 12:14). ‘There is nothing covered, that shall not be revealed; and hid, that shall not be known.’” [= Kita juga diberitahu apa yang akan dihakimi. 1. Tindakan-tindakan (2Kor 5:10). 2. Kata-kata (Mat 12:36,37). 3. Pikiran-pikiran (1Kor 4:3-5). 4. Hal-hal yang rahasia / tersembunyi (Ro 2:16). 5. ‘Setiap hal yang rahasia / tersembunyi’ (Pkh 12:14). ‘Karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui’] - hal 489.
2Kor 5:10 - “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat”.
Mat 12:36-37 - “(36) Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. (37) Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.’”.
1Kor 4:5 - “Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah”.
Ro 2:16 - “Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus”.
Pkh 12:14 - “Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat”.
Bagian akhir dari kutipan di atas mengutip Mat 10:26 - “Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui”.
Bdk. Ibr 4:13 - “Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapanNya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepadaNya kita harus memberikan pertanggungan jawab”.

c.   Ini seharusnya menyebabkan kita mengekang diri terhadap dosa, dan didorong pada ketataan.
The Bible Illustrator (NT): “when we hear of the books to be opened at the judgment, and of men being judged out of those things which are written in the books, we are, in effect, reminded that the actions which we day by day commit, the very words we speak and the thoughts we indulge, contribute the materials for a final reckoning, upon the issue of which will be suspended eternal joy or eternal shame. This regard to the inevitable connection between conduct in this life and our portion in eternity, would serve alike to restrain from iniquity and impel to obedience” (= pada waktu kita mendengar tentang kitab-kitab yang akan dibuka pada penghakiman, dan tentang orang-orang yang dihakimi dengan hal-hal yang tertulis dalam kitab-kitab itu, sebenarnya kita diingatkan bahwa tindakan-tindakan yang kita lakukan hari demi hari, kata-kata yang kita katakan dan pikiran-pikiran yang turuti sesuka hati kita, menyumbangkan bahan-bahan untuk suatu perhitungan akhir, pada hasil mana tergantung sukacita yang kekal atau rasa malu yang kekal. Hubungan yang tak terhindarkan antara tingkah laku dalam kehidupan ini dan bagian kita dalam kekekalan, akan berfungsi secara sama untuk mengekang dari kejahatan dan mendorong pada ketaatan).

d.         Banyak kitab-kitab versus satu kitab kehidupan.
The Bible Illustrator (NT): “It must not be overlooked, however, that while mention is made of books of several volumes of account - out of which the dead will be judged, ALLUSION IS MADE TO BUT ONE BOOK OF LIFE, containing the names of those who would be saved. Possibly an intimation is hereby conveyed as to the comparative fewness of the saved. Yet another interpretation of the difference is, that, whereas there are many different methods by which men may go to perdition, there is but one way of life. It is not alone the heathen, who never heard of a Redeemer; nor the infidel, who professed to disbelieve the existence of God or a revelation; nor the heretic, who corrupted the truth and turned the grace of God into lasciviousness; not alone the scoffer, the profligate, the profane, who will be excluded from heaven; but the impenitent, the unbelieving, the unconverted, the ungodly - all who have refused to lay hold of the salvation which is offered in the gospel” (= Tetapi tidak boleh diabaikan, bahwa sekalipun disebutkan beberapa kitab laporan / catatan - dengan mana orang-orang mati akan dihakimi, hanya dibuat kiasan tentang satu kitab kehidupan, yang berisikan nama-nama dari mereka yang akan diselamatkan. Mungkin di sini ada suatu petunjuk / isyarat yang diberikan berkenaan dengan relatif sedikitnya orang yang selamat. Tetapi penafsiran yang lain tentang perbedaan ini adalah bahwa sekalipun ada banyak metode yang berbeda-beda dengan mana orang-orang bisa pergi ke neraka / penghukuman, tetapi hanya ada satu jalan kehidupan. Bukan hanya orang-orang kafir, yang tidak pernah mendengar tentang seorang Penebus; ataupun orang yang tidak beragama, yang mengaku tidak percaya terhadap keberadaan Allah atau suatu wahyu; atau orang sesat, yang merusak kebenaran dan membalikkan kasih karunia Allah menjadi nafsu; bukan hanya pengejek-pengejek, orang yang jahat / boros, orang yang duniawi / najis, yang akan tidak masuk surga; tetapi juga orang-orang yang tidak menyesal, orang-orang yang tidak percaya, orang yang tidak bertobat, orang yang jahat / tidak religius - semua yang telah menolak untuk memperoleh keselamatan yang ditawarkan dalam Injil).

e.         Penghakiman juga memperhitungkan iman kita.
Adam Clarke: “‘According to their works.’ And according to their faith also, for their works would be the proof whether their faith were true or false; but faith exclusively could be no rule in such a procedure” (= ‘Menurut perbuatan mereka’. Dan menurut iman mereka juga, karena perbuatan mereka akan menjadi bukti apakah iman mereka benar atau salah; tetapi iman secara exklusif tidak bisa menjadi standard dalam prosedur seperti itu).
Saya berpendapat bahwa bagian terakhir (yang saya garis-bawahi) itu salah. Iman menjadi standard yang exklusif untuk menentukan apakah seseorang masuk surga atau neraka. Bahwa hal ini memang benar, terbukti dengan dibukanya kitab kehidupan. Orang yang namanya tercantum di sana adalah orang yang sungguh-sungguh beriman, dan hanya mereka yang akan masuk surga. Jadi, jelas bahwa iman memang dijadikan standard untuk menentukan apakah seseorang masuk surga atau tidak. Sedangkan perbuatan, atau diperhitungkan sebagai bukti iman, atau sebagai standard untuk menentukan tingkat pahala di surga maupun tingkat hukuman di neraka.

f.          Bagaimana dengan dosa-dosa dari orang-orang percaya?
Semua dosa dari orang-orang percaya sudah dihapuskan oleh darah Kristus, dan tidak akan diingat-ingat lagi oleh Allah sampai selama-lamanya.
Bandingkan dengan ayat-ayat di bawah ini:
·         Yes 43:25 - “Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu”.
·         Yer 31:34 - “Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.’”.
·         Yeh 18:21-22 - “(21) Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapanKu serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. (22) Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya”.
·         Mikha 7:19 - “Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut”.
·         Ibr 8:12 - “Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.’”.

Seiss’ Apocalypse: “There is not an ill thought, a mean act, a scene of wrong in all your history, a dirty transaction, a filthiness of speech, or a base feeling that ever found entertainment in your heart, but is there described in bold hand, by its true name, and set down to your account, to be then brought forth for final settlement, if not clean blotted out through faith in Christ’s blood before this present life of yours is ended” (= Tidak ada suatu pikiran buruk, suatu tindakan jahat, suatu adegan yang salah dalam seluruh sejarahmu, suatu transaksi yang kotor, suatu ucapan yang kotor, atau suatu perasaan yang jelek / hina yang menyenangkan yang pernah ditemukan dalam hatimu, yang tidak digambarkan di sana dengan tangan yang berani, dengan sebutan yang sebenarnya, dan dimasukkan dalam tanggunganmu, untuk nanti diajukan untuk penyelesaian akhir, jika tidak dihapuskan melalui iman pada darah Kristus sebelum hidupmu yang sekarang ini berakhir).

The Bible Illustrator (NT): “I remark that there will be a book of unforgiven sins. The iniquities of the righteous will all have been pardoned, and so will not be mentioned. But the sins of the unpardoned will on that day be announced” (= Saya menyatakan bahwa di sana akan ada suatu kitab tentang dosa-dosa yang tidak diampuni. Kejahatan-kejahatan dari orang-orang benar semuanya akan diampuni, dan dengan demikian tidak akan disebutkan. Tetapi dosa-dosa dari  orang yang tidak diampuni akan diumumkan pada hari itu).

IVP Bible Background Commentary: New Testament: “All would be judged according to their works (Ps 62:12; Prov 24:12; Jer 17:10; 32:19; Ezek 18:30), but former sinful works canceled by true repentance would not count against the righteous (Ezek 18:21-22)” [= Semua orang akan dihakimi menurut perbuatan mereka (Maz 62:13; Amsal 24:12; Yer 17:10; 32:19; Yeh 19:30), tetapi perbuatan-perbuatan berdosa yang lalu yang dibatalkan oleh pertobatan yang sejati tidak akan diperhitungkan terhadap orang-orang benar (Yeh 18:21-22)].

Maz 62:13 - “dan dari padaMu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya”.
Amsal 24:12 - “Kalau engkau berkata: ‘Sungguh, kami tidak tahu hal itu!’ Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya, dan membalas manusia menurut perbuatannya?”.
Yer 17:10 - “Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.’”.
Yer 32:19 - “besar dalam rancanganMu dan agung dalam perbuatanMu; mataMu terbuka terhadap segala tingkah langkah anak-anak manusia dengan mengganjar setiap orang sesuai dengan tingkah langkahnya dan sesuai dengan buah perbuatannya”.
Yeh 18:30 - “Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan”.

Lenski (hal 606) juga mengatakan bahwa dalam kitab itu hanya tercatat dosa-dosa dari orang-orang yang tidak percaya, sedangkan untuk orang-orang percaya, yang tercatat hanya perbuatan baiknya saja, bahkan yang sudah disempurnakan oleh kebenaran Kristus. Mengapa? Karena dosa mereka sudah dihapuskan oleh darah Kristus (1Yoh 1:7).
1Yoh 1:7 - “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa”.

Jadi, biarpun orang-orang percaya juga dihakimi perbuatannya (2Kor 5:10), tetapi tidak ada perbuatannya yang jahat / dosa yang dihakimi, karena semua sudah dihapuskan, dan tidak lagi diingat-ingat oleh Allah. Yang dihakimi dalam diri mereka hanyalah perbuatan baiknya saja, untuk menentukan pahala mereka.
2Kor 5:10 - “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat”. Bdk. Mat 25:31-46.
Pkh 12:14 - “Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat”.

EVERYTHING IS AGAINST ME!

Kebaktian G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

Minggu, tgl 12 Januari 2014, pk 08.00

Pdt. Budi Asali. M. Div.

KEJADIAN 42:1-38 

Kej 42:1-38 - “(1) Setelah Yakub mendapat kabar, bahwa ada gandum di Mesir, berkatalah ia kepada anak-anaknya: ‘Mengapa kamu berpandang-pandangan saja?’ (2) Lagi katanya: ‘Telah kudengar, bahwa ada gandum di Mesir; pergilah ke sana dan belilah gandum di sana untuk kita, supaya kita tetap hidup dan jangan mati.’ (3) Lalu pergilah sepuluh orang saudara Yusuf untuk membeli gandum di Mesir. (4) Tetapi Yakub tidak membiarkan Benyamin, adik Yusuf, pergi bersama-sama dengan saudara-saudaranya, sebab pikirnya: ‘Jangan-jangan ia ditimpa kecelakaan nanti.’ (5) Jadi di antara orang yang datang membeli gandum terdapatlah juga anak-anak Israel, sebab ada kelaparan di tanah Kanaan. (6) Sementara itu Yusuf telah menjadi mangkubumi di negeri itu; dialah yang menjual gandum kepada seluruh rakyat negeri itu. Jadi ketika saudara-saudara Yusuf datang, kepadanyalah mereka menghadap dan sujud dengan mukanya sampai ke tanah. (7) Ketika Yusuf melihat saudara-saudaranya, segeralah mereka dikenalnya, tetapi ia berlaku seolah-olah ia seorang asing kepada mereka; ia menegor mereka dengan membentak, katanya: ‘Dari mana kamu?’ Jawab mereka: ‘Dari tanah Kanaan untuk membeli bahan makanan.’ (8) Memang Yusuf mengenal saudara-saudaranya itu, tetapi dia tidak dikenal mereka. (9) Lalu teringatlah Yusuf akan mimpi-mimpinya tentang mereka. Berkatalah ia kepada mereka: ‘Kamu ini pengintai, kamu datang untuk melihat-lihat di mana negeri ini tidak dijaga.’ (10) Tetapi jawab mereka: ‘Tidak tuanku! Hanyalah untuk membeli bahan makanan hamba-hambamu ini datang. (11) Kami ini sekalian anak dari satu ayah; kami ini orang jujur; hamba-hambamu ini bukanlah pengintai.’ (12) Tetapi ia berkata kepada mereka: ‘Tidak! Kamu datang untuk melihat-lihat di mana negeri ini tidak dijaga.’ (13) Lalu jawab mereka: ‘Hamba-hambamu ini dua belas orang, kami bersaudara, anak dari satu ayah di tanah Kanaan, tetapi yang bungsu sekarang ada pada ayah kami, dan seorang sudah tidak ada lagi.’ (14) Lalu kata Yusuf kepada mereka: ‘Sudahlah! Seperti telah kukatakan kepadamu tadi: kamu ini pengintai. (15) Dalam hal ini juga kamu harus diuji: demi hidup Firaun, kamu tidak akan pergi dari sini, jika saudaramu yang bungsu itu tidak datang ke mari. (16) Suruhlah seorang dari padamu untuk menjemput adikmu itu, tetapi kamu ini harus tinggal terkurung di sini. Dengan demikian perkataanmu dapat diuji, apakah benar, dan jika tidak, demi hidup Firaun, sungguh-sungguhlah kamu ini pengintai.’ (17) Dan dimasukkannyalah mereka bersama-sama ke dalam tahanan tiga hari lamanya. (18) Pada hari yang ketiga berkatalah Yusuf kepada mereka: ‘Buatlah begini, maka kamu akan tetap hidup, aku takut akan Allah. (19) Jika kamu orang jujur, biarkanlah dari kamu bersaudara tinggal seorang terkurung dalam rumah tahanan, tetapi pergilah kamu, bawalah gandum untuk meredakan lapar seisi rumahmu. (20) Tetapi saudaramu yang bungsu itu haruslah kamu bawa kepadaku, supaya perkataanmu itu ternyata benar dan kamu jangan mati.’ Demikianlah diperbuat mereka. (21) Mereka berkata seorang kepada yang lain: ‘Betul-betullah kita menanggung akibat dosa kita terhadap adik kita itu: bukankah kita melihat bagaimana sesak hatinya, ketika ia memohon belas kasihan kepada kita, tetapi kita tidak mendengarkan permohonannya. Itulah sebabnya kesesakan ini menimpa kita.’ (22) Lalu Ruben menjawab mereka: ‘Bukankah dahulu kukatakan kepadamu: Janganlah kamu berbuat dosa terhadap anak itu! Tetapi kamu tidak mendengarkan perkataanku. Sekarang darahnya dituntut dari pada kita.’ (23) Tetapi mereka tidak tahu, bahwa Yusuf mengerti perkataan mereka, sebab mereka memakai seorang juru bahasa. (24) Maka Yusuf mengundurkan diri dari mereka, lalu menangis. Kemudian ia kembali kepada mereka dan berkata-kata dengan mereka; ia mengambil Simeon dari antara mereka; lalu disuruh belenggu di depan mata mereka. (25) Sesudah itu Yusuf memerintahkan, bahwa tempat gandum mereka akan diisi dengan gandum dan bahwa uang mereka masing-masing akan dikembalikan ke dalam karungnya, serta bekal mereka di jalan akan diberikan kepada mereka. Demikianlah dilakukan orang kepada mereka itu. (26) Sesudah itu merekapun memuat gandum itu ke atas keledai mereka, lalu berangkat dari situ. (27) Ketika seorang membuka karungnya untuk memberi makan keledainya di tempat bermalam, dilihatnyalah uangnya ada di dalam mulut karungnya. (28) Katanya kepada saudara-saudaranya: ‘Uangku dikembalikan; lihat, ada dalam karungku!’ Lalu hati mereka menjadi tawar dan mereka berpandang-pandangan dengan gemetar serta berkata: ‘Apakah juga yang diperbuat Allah terhadap kita!’ (29) Ketika mereka sampai kepada Yakub, ayah mereka, di tanah Kanaan, mereka menceritakan segala sesuatu yang dialaminya, katanya: (30) ‘Orang itu, yakni yang menjadi tuan atas negeri itu, telah menegor kami dengan membentak dan memperlakukan kami sebagai pengintai negeri itu. (31) Tetapi kata kami kepadanya: Kami orang jujur, kami bukan pengintai. (32) Kami dua belas orang bersaudara, anak-anak ayah kami; seorang sudah tidak ada lagi, dan yang bungsu ada sekarang pada ayah kami, di tanah Kanaan. (33) Lalu kata orang itu, yakni yang menjadi tuan atas negeri itu, kepada kami: Dari hal ini aku akan tahu, apakah kamu orang jujur: dari kamu bersaudara haruslah kamu tinggalkan seorang padaku; kemudian bawalah gandum untuk meredakan lapar seisi rumahmu dan pergilah; (34) lalu bawalah kepadaku saudaramu yang bungsu itu, maka aku akan tahu, bahwa kamu bukan pengintai, tetapi orang jujur; dan aku akan mengembalikan saudaramu itu kepadamu, dan bolehlah kamu menjalani negeri ini dengan bebas.’ (35) Ketika mereka mengosongkan karungnya, tampaklah ada pundi-pundi uang masing-masing dalam karungnya; dan ketika mereka beserta ayah mereka melihat pundi-pundi uang itu, ketakutanlah mereka. (36) Dan Yakub, ayah mereka, berkata kepadanya: ‘Kamu membuat aku kehilangan anak-anakku: Yusuf tidak ada lagi, dan Simeon tidak ada lagi, sekarang Benyaminpun hendak kamu bawa juga. Aku inilah yang menanggung segala-galanya itu!’ (37) Lalu berkatalah Ruben kepada ayahnya: ‘Kedua anakku laki-laki boleh engkau bunuh, jika ia tidak kubawa kepadamu; serahkanlah dia ke dalam tanganku, maka dia akan kubawa kembali kepadamu.’ (38) Tetapi jawabnya: ‘Anakku itu tidak akan pergi ke sana bersama-sama dengan kamu, sebab kakaknya telah mati dan hanya dialah yang tinggal; jika dia ditimpa kecelakaan di jalan yang akan kamu tempuh, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena dukacita.’”.

I) Saudara-saudara Yusuf pergi ke Mesir (ay 1-5).

1)   Kanaan terkena kelaparan.
Dalam Kej 41:56-57 dikatakan bahwa kelaparan itu menimpa ‘seluruh bumi’. Tidak jelas apa yang dimaksud dengan ‘seluruh bumi’ ini, karena istilah ‘seluruh bumi’ tidak harus betul-betul diartikan seluruh bumi (bdk. Luk 2:1 dimana ‘seluruh dunia’ jelas hanya berarti wilayah kekaisaran Romawi). Yang jelas adalah: bukan hanya Mesir yang terkena kelaparan, tetapi juga daerah sekitarnya, termasuk Kanaan (ay 5), tempat Yakub dan keluarganya tinggal.
Jadi, bahaya kelaparan itu tidak hanya menimpa orang kafir / tak beriman, tetapi juga menimpa orang beriman. Mengapa? Bukankah Tuhan bisa memberikan bencana hanya kepada orang kafir / tak beriman, dan mengecualikan orang beriman? Tentu saja Ia bisa, dan itu sering Ia lakukan, seperti yang Ia lakukan pada waktu memberikan 10 tulah di Mesir, dimana tulah-tulah itu sama sekali tidak menimpa orang Israel. Kalau demikian, mengapa Ia membiarkan Yakub dan keluarganya (‘gereja’ pada saat itu) juga terkena bahaya kelaparan? Jelas karena Ia mempunyai rencana yang baik terhadap mereka. Rencana apa?
a)   Untuk mempertemukan kembali Yakub dengan Yusuf, dan mempersatukan kembali Yusuf dengan keluarganya (karena mereka harus membentuk 12 suku Israel).
b)   Untuk menggenapi nubuatNya kepada Abraham dalam Kej 15:13-16 - “(13) Firman TUHAN kepada Abram: ‘Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya. (14) Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak. (15) Tetapi engkau akan pergi kepada nenek moyangmu dengan sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah putih rambutmu. (16) Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap.’”.

Penerapan: Kalau ada bencana menimpa baik orang kafir maupun beriman, apakah itu krisis moneter, bencana alam (banjir, gempa bumi, gunung meletus, dsb), kebakaran, perusakan oleh massa, dsb, sebagai orang beriman kita harus tetap percaya bahwa kalau Allah tidak mengecualikan kita dari bencana itu, Ia pasti mempunyai maksud yang baik untuk kita.
Bdk. Ro 8:28 - “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”.

2)   Menghadapi bencana itu saudara-saudara Yusuf hanya berpandang-pandangan saja (ay 1b).
Ay 1: “Setelah Yakub mendapat kabar, bahwa ada gandum di Mesir, berkatalah ia kepada anak-anaknya: ‘Mengapa kamu berpandang-pandangan saja?’”.

Mungkin ini menunjukkan sikap kehabisan akal / putus asa. Ini adalah sikap yang salah dalam menghadapi problem, kesukaran, dan penderitaan.
Amsal 17:22 - “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”.
Amsal 18:14 - “Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa yang akan memulihkan semangat yang patah?”.

Karena itu kalau saudara mengalami penderitaan / problem besar, maka tetaplah berharap kepada Allah. Baca dan renungkanlah ayat-ayat di bawah ini:
·         Maz 42:6 - “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepadaNya, penolongku dan Allahku!”.
·         Yes 40:27-31 - “(27) Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: ‘Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?’ (28) Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertianNya. (29) Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. (30) Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, (31) tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”.
·         Yes 41:8-16 - “(8) Tetapi engkau, hai Israel, hambaKu, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi; (9) engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: ‘Engkau hambaKu, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau’; (10) janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan. (11) Sesungguhnya, semua orang yang bangkit amarahnya terhadap engkau akan mendapat malu dan kena noda; orang-orang yang membantah engkau akan seperti tidak ada dan akan binasa; (12) engkau akan mencari orang-orang yang berkelahi dengan engkau, tetapi tidak akan menemui mereka; orang-orang yang berperang melawan engkau akan seperti tidak ada dan hampa. (13) Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: ‘Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.’ (14) Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel. (15) Sesungguhnya, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru, dengan gigi dua jajar; engkau akan mengirik gunung-gunung dan menghancurkannya, dan bukit-bukitpun akan kaubuat seperti sekam. (16) Engkau akan menampi mereka, lalu angin akan menerbangkan mereka, dan badai akan menyerakkan mereka. Tetapi engkau ini akan bersorak-sorak di dalam TUHAN dan bermegah di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel.”.

3)   Yakub mendengar kabar bahwa di Mesir ada gandum, dan ia menyuruh anak-anaknya pergi ke Mesir untuk membeli gandum (ay 1-2).
Ay 1-2: “(1) Setelah Yakub mendapat kabar, bahwa ada gandum di Mesir, berkatalah ia kepada anak-anaknya: ‘Mengapa kamu berpandang-pandangan saja?’ (2) Lagi katanya: ‘Telah kudengar, bahwa ada gandum di Mesir; pergilah ke sana dan belilah gandum di sana untuk kita, supaya kita tetap hidup dan jangan mati.’”.

a)   Dalam buku Saat Teduhnya, Charles Haddon Spurgeon memberikan renungan tentang hal ini sebagai berikut: “Famine pinched all the nations, and it seemed inevitable that Jacob and his family should suffer great want; but the God of providence, who never forgets the objects of electing love, had stored a granary for His people by giving the Egyptians warning of the scarcity, and leading them to store up the grain in the years of plenty. Little did Jacob expect deliverance from Egypt, but there was the corn in store for him. Believer, though all things are apparently against you, rest assured that God has made a reservation on your behalf; in the roll of your griefs there is a saving clause. Somehow He will deliver you, and somewhere He will provide for you. The quarter from which your rescue arises may be a very unexpected one, but help will assuredly come in your extremity, and you will magnify the name of the Lord. If men do not feed you, ravens will; and if earth yield no wheat, heaven will drop with manna. Therefore be of good courage, and rest quietly in the Lord. God can make the sun rise in the west if He pleases, and make the source of distress the channel of delight” (= Kelaparan menjepit semua bangsa, dan kelihatannya tak terhindarkan bahwa Yakub dan keluarganya harus menderita kekurangan yang hebat; tetapi Allah dari providensia, yang tidak pernah melupakan obyek dari kasihNya yang memilih, telah menyimpan sebuah lumbung untuk umatNya dengan memberikan orang Mesir peringatan tentang masa kekurangan, dan memimpin mereka untuk menimbun gandum pada masa kelimpahan. Yakub tidak mengharapkan pertolongan dari Mesir, tetapi di sana ada jagung tersimpan untuknya. Orang percaya, sekalipun segala sesuatu kelihatannya menentangmu, tetaplah yakin bahwa Allah telah membuat persediaan demi kepentinganmu; dalam gulungan kesedihanmu ada ketentuan / persediaan keselamatan. Dengan cara tertentu Ia akan membebaskan / menolongmu, dan entah dimana, dan di suatu tempat tertentu Ia akan menyediakan bagimu. Pertolonganmu mungkin akan muncul dari sudut yang tidak diharapkan, tetapi pertolongan pasti akan datang dalam kebutuhanmu yang sangat hebat, dan engkau akan membesarkan nama Tuhan. Jika manusia tidak memberi engkau makan, burung-burung gagak akan melakukannya; dan jika bumi tidak mengeluarkan gandum, langit akan menurunkan manna. Karena itu teguhkanlah hatimu, dan beristirahatlah dengan tenang di dalam Tuhan. Allah bisa membuat matahari terbit dari Barat jika Ia menghendakinya, dan membuat sumber kesukaran sebagai saluran kesenangan / kesukaan) - ‘Morning and Evening’, May 21, evening.

b)   Yakub melakukan hal yang benar, dimana ia bukan hanya beriman dan berdoa, tetapi juga berusaha. Padahal Tuhan pernah berjanji kepada Yakub bahwa ia akan menjadi bangsa yang besar (Kej 28:14). Janji ini pasti terjadi, sehingga tidak mungkin Yakub dan keluarganya mati dalam bahaya kelaparan itu. Tetapi toh Yakub tidak hanya beriman pada janji Tuhan dan lalu tidak melakukan apa-apa di tengah-tengah bahaya kelaparan itu! Adanya rencana Allah / janji Allah tidak membuang tanggung jawab manusia!
Penerapan: Sekalipun sebagai orang beriman kita harus percaya kepada Allah, berdoa dan berharap kepada Allah pada waktu menghadapi kesukaran, itu tidak berarti bahwa kita tidak perlu melakukan apa-apa. Kita harus berusaha semaximal mungkin.

4)   Yakub tidak mengijinkan Benyamin ikut (ay 4).
Ay 3-4: “(3) Lalu pergilah sepuluh orang saudara Yusuf untuk membeli gandum di Mesir. (4) Tetapi Yakub tidak membiarkan Benyamin, adik Yusuf, pergi bersama-sama dengan saudara-saudaranya, sebab pikirnya: ‘Jangan-jangan ia ditimpa kecelakaan nanti.’”.

Yakub masih trauma karena ‘kematian’ Yusuf, sehingga ia melindungi Benyamin secara berlebihan. Benyamin sudah dewasa, dan tidak ada bahaya yang terlihat dengan mengirimkannya ke Mesir bersama 10 saudaranya, sehingga tidak pada tempatnya kalau Benyamin dilindungi seperti itu. Ini menunjukkan bahwa Yakub kurang beriman dan berserah kepada Tuhan.
Penerapan: kita memang perlu berhati-hati, karena ‘tidak berhati-hati’ sama dengan mencobai Tuhan. Tetapi ‘terlalu berhati-hati’ menunjukkan kurangnya iman dan penyerahan. Yang sukar adalah menentukan batas antara ‘tidak berhati-hati / mencobai Tuhan’ dengan ‘terlalu berhati-hati’. Mintalah hikmat dan pimpinan Tuhan dalam hal ini!

5)   Akhirnya hanya 10 saudara laki-laki Yusuf yang pergi ke Mesir (ay 3,5).
Ay 3,5: “(3) Lalu pergilah sepuluh orang saudara Yusuf untuk membeli gandum di Mesir. … (5) Jadi di antara orang yang datang membeli gandum terdapatlah juga anak-anak Israel, sebab ada kelaparan di tanah Kanaan.”.
Mengapa 10 orang yang diutus? Mengapa tidak hanya 2 orang saja dengan banyak keledai / kuda? Ditinjau dari sudut manusia / logika, ini mungkin disebabkan karena pembelian gandum di Mesir dijatah berdasarkan orangnya, sehingga kalau yang datang hanya sedikit orang maka hanya akan mendapatkan sedikit gandum. Karena itu Yakub mengirimkan sebanyak mungkin anak, kecuali Benyamin. Tetapi bagaimanapun juga dibalik semua ini ada tangan Allah yang mengatur supaya mimpi pertama Yusuf dalam Kej 37:7 (berkas gandum saudara-saudara Yusuf menyembah kepada berkas gandum Yusuf) tergenapi.

II) Pertemuan Yusuf dengan saudara-saudaranya (ay 6-25).

1)   Saudara-saudara Yusuf menyembah Yusuf yang adalah ‘mangkubumi’ (ay 6).
Ay 6: “Sementara itu Yusuf telah menjadi mangkubumi di negeri itu; dialah yang menjual gandum kepada seluruh rakyat negeri itu. Jadi ketika saudara-saudara Yusuf datang, kepadanyalah mereka menghadap dan sujud dengan mukanya sampai ke tanah.”.
NIV: ‘governor’ (= gubernur).
NASB: ‘ruler’ (= penguasa).

a)   Hati-hati dengan bagian-bagian Perjanjian Lama yang menunjukkan penyembahan manusia terhadap manusia. Dalam Perjanjian Lama hal seperti itu memang lazim, dan memang diijinkan karena belum adanya kata-kata Yesus dalam Mat 4:10.
Mat 4:10 - “Maka berkatalah Yesus kepadanya: ‘Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!’”.
Sekalipun Mat 4:10 itu dikutip oleh Yesus dari Ul 6:13, tetapi dalam Ul 6:13 tidak ada kata‘hanya’ [Catatan: dalam Ul 6:13 versi NIV memang ada kata ‘only’ (= hanya / saja), tetapi ini salah].
Dalam Perjanjian Baru setelah adanya kata-kata Yesus dalam Mat 4:10, maka penyembahan kepada manusia maupun malaikat dilarang (bdk. Kis 10:25-26  Kis 14:14-18 Wah 19:10  Wah 22:8-9  Kis 12:20-23).
Karena itu, dilarang menyembah Maria, orang-orang suci, roh orang tua, dan bahkan orang tua / kakek nenek yang masih hidup (paikwi / sungkem).
Ada orang yang keberatan dengan larangan ini dengan alasan bahwa paikwi / sungkem bukanlah penyembahan, tetapi penghormatan. Untuk ini perhatikan peristiwa dimana Kornelius menyembah Petrus dalam Kis 10:25.
Mungkinkah ia begitu bodoh sehingga menganggap Petrus sebagai Allah / dewa? Rasanya tidak mungkin, karena Kornelius adalah atau seseorang yang sudah memeluk Yudaisme atau seorang ‘simpatisan Yudaisme’ (Kis 10:2,22). Jelas bahwa ia sebetulnya bukan menyembah, tetapi hanya menghormat, tetapi ia melakukan penghormatan itu dengan sikap menyembah. Tetapi Petrus tetap menolak penghormatan seperti itu, dan ia berkata:“Bangunlah, aku hanya manusia saja” (Kis 10:26). Jadi, Petrus beranggapan bahwa penghormatan seperti itu tidak layak baginya karena ia hanya seorang manusia biasa; penghormatan seperti itu hanya layak bagi Allah.

b)         Ini merupakan penggenapan mimpi Yusuf dalam Kej 37:7.
Pada waktu mimpi itu diberikan, adalah sesuatu yang tidak masuk akal bahwa mimpi itu akan terjadi. Tetapi kenyataannya itu terjadi. Memang Firman Tuhan sering kelihatan tidak masuk akal dan pasti tidak akan terjadi, tetapi pada akhirnya itu pasti terjadi!

2)   Yusuf berlaku sebagai orang asing dan menuduh mereka sebagai pengintai (ay 7-14).
Ay 7-14: “(7) Ketika Yusuf melihat saudara-saudaranya, segeralah mereka dikenalnya, tetapi ia berlaku seolah-olah ia seorang asing kepada mereka; ia menegor mereka dengan membentak, katanya: ‘Dari mana kamu?’ Jawab mereka: ‘Dari tanah Kanaan untuk membeli bahan makanan.’ (8) Memang Yusuf mengenal saudara-saudaranya itu, tetapi dia tidak dikenal mereka. (9) Lalu teringatlah Yusuf akan mimpi-mimpinya tentang mereka. Berkatalah ia kepada mereka: ‘Kamu ini pengintai, kamu datang untuk melihat-lihat di mana negeri ini tidak dijaga.’ (10) Tetapi jawab mereka: ‘Tidak tuanku! Hanyalah untuk membeli bahan makanan hamba-hambamu ini datang. (11) Kami ini sekalian anak dari satu ayah; kami ini orang jujur; hamba-hambamu ini bukanlah pengintai.’ (12) Tetapi ia berkata kepada mereka: ‘Tidak! Kamu datang untuk melihat-lihat di mana negeri ini tidak dijaga.’ (13) Lalu jawab mereka: ‘Hamba-hambamu ini dua belas orang, kami bersaudara, anak dari satu ayah di tanah Kanaan, tetapi yang bungsu sekarang ada pada ayah kami, dan seorang sudah tidak ada lagi.’ (14) Lalu kata Yusuf kepada mereka: ‘Sudahlah! Seperti telah kukatakan kepadamu tadi: kamu ini pengintai.”.

a)   Pada saat Yusuf dijual, saudara-saudara Yusuf sudah dewasa, sehingga wajah mereka tidak berubah jauh. Disamping itu, pakaian mereka, jumlah mereka yang 10 orang, dan bahasa mereka, menyebabkan Yusuf langsung bisa mengenali mereka (ay 7-8a), sekalipun sedikitnya 20 tahun berlalu (bdk. Kej 37:2 dengan Kej 41:46,53).

b)   Tetapi saudara-saudara Yusuf tidak mengenal Yusuf (ay 8b), karena:
1.   Waktu ia dijual ia baru berusia 17 tahun, sehingga mungkin sekali ia banyak mengalami perubahan.
2.   Pakaian Mesir dan bahasa Mesir yang digunakan oleh Yusuf membuat mereka tidak mengenalinya.
3.   Pangkat Yusuf yang begitu tinggi menyebabkan mereka tidak menyangka bahwa itu adalah adik mereka yang mereka jual sebagai budak.

c)   Yusuf berlaku seolah-olah tidak kenal mereka, dan bahkan menuduh mereka sebagai pengintai. Mengapa ia melakukan ini? Pasti bukan karena ingin membalas dendam. Alasannya:
1.   Kalau ingin balas dendam ia bisa melakukan yang jauh lebih hebat.
2.   Kej 50:15-21 jelas menunjukkan Yusuf tidak mendendam kepada saudara-saudaranya.

Kalau begitu mengapa ia berlaku demikian?
a.   Untuk mengetahui apakah mereka menyesali tindakan mereka atau tidak.
b.   Untuk mengetahui keadaan Yakub dan Benyamin.
c.   Untuk mengetahui apa yang terjadi selama 20 tahun lebih ini.
Tetapi saya berpendapat bahwa bagaimanapun juga sikap pura-pura seperti ini tidak bisa dibenarkan dalam kekristenan, karena merupakan dusta dengan sikap / perbuatan.

3)   Yusuf menahan Simeon sampai mereka membawa Benyamin ke Mesir (ay 15-25).

a)   Mula-mula Yusuf menahan mereka semua sampai hari yang ketiga (ay 15-16).
Ay 15-16: “(15) Dalam hal ini juga kamu harus diuji: demi hidup Firaun, kamu tidak akan pergi dari sini, jika saudaramu yang bungsu itu tidak datang ke mari. (16) Suruhlah seorang dari padamu untuk menjemput adikmu itu, tetapi kamu ini harus tinggal terkurung di sini. Dengan demikian perkataanmu dapat diuji, apakah benar, dan jika tidak, demi hidup Firaun, sungguh-sungguhlah kamu ini pengintai.’”.
Mungkin ini dilakukan untuk memberi mereka waktu luang sehingga bisa merenungkan kejahatan mereka dahulu (Catatan: pada waktu menderita orang sering bertanya-tanya dan melakukan introspeksi dosa apa yang telah mereka lakukan sehingga mengalami semua itu). Tindakan Yusuf ini rupanya berhasil karena kata-kata mereka dalam ay 21 mungkin menunjukkan bahwa dalam tahanan itu mereka menduga-duga bahwa mereka mengalami semua ini karena mereka menjual Yusuf.
Ay 21: “Mereka berkata seorang kepada yang lain: ‘Betul-betullah kita menanggung akibat dosa kita terhadap adik kita itu: bukankah kita melihat bagaimana sesak hatinya, ketika ia memohon belas kasihan kepada kita, tetapi kita tidak mendengarkan permohonannya. Itulah sebabnya kesesakan ini menimpa kita.’”.

b)   Lalu Yusuf memanggil mereka dan berbicara kepada mereka (ay 18-25).
1.   Yusuf cuma menahan seorang, yaitu Simeon, sampai mereka kembali membawa Benyamin. Mengapa Simeon yang dipilih? Mungkin karena:
a.   Kata-kata Ruben dalam ay 22 terdengar oleh Yusuf sehingga ia tahu bahwa Ruben yang adalah saudara tertua tidaklah terlalu salah. Karena itu Yusuf memilih saudara yang kedua, yaitu Simeon.
b.   Mungkin Yusuf tahu bahwa dalam peristiwa memasukkan dia ke sumur dan / atau menjualnya sebagai budak, Simeonlah yang paling berperan.
2.   Yang lain diperbolehkan kembali sambil membawa gandum.
3.   Tanpa sepengetahuan mereka, Yusuf mengembalikan uang mereka dan memasukkannya ke dalam karung gandum masing-masing (ay 25).

III) Saudara-saudara Yusuf kembali ke Kanaan (ay 26-38).

1)   Dalam perjalanan seorang dari mereka mendapati bahwa uangnya ada dalam karung gandumnya. Ini membuat mereka jadi takut dan bertanya-tanya: ‘Apakah juga yang diperbuat Allah terhadap kita?’ (ay 27-28).
Mereka benar dalam satu hal, yaitu mereka tahu bahwa ‘God is the First Cause of everything’ (= Allah adalah Penyebab Pertama dari segala sesuatu). Tetapi kesalahan mereka adalah bahwa mereka tidak beriman pada kasih dan kebijaksanaan Allah!

2)   Ketika sampai di rumah, mereka menceritakan semuanya kepada Yakub (ay 29-34), lalu membuka karung gandum mereka. Ternyata mereka mendapati semua uang mereka ada di dalam karung gandum masing-masing. Ini membuat mereka lebih takut lagi (ay 35).

3)   Yakub menjadi putus asa (ay 36).
Ay 36: “Dan Yakub, ayah mereka, berkata kepadanya: ‘Kamu membuat aku kehilangan anak-anakku: Yusuf tidak ada lagi, dan Simeon tidak ada lagi, sekarang Benyaminpun hendak kamu bawa juga. Aku inilah yang menanggung segala-galanya itu!’”.
Hiburan tolol dari Ruben (ay 37) sama sekali tidak menolong Yakub dari keputus-asaannya, dan ini menyebabkan Yakub, tanpa mempedulikan Simeon, melarang Benyamin pergi ke Mesir (ay 38).
Ay 37-38: “(37) Lalu berkatalah Ruben kepada ayahnya: ‘Kedua anakku laki-laki boleh engkau bunuh, jika ia tidak kubawa kepadamu; serahkanlah dia ke dalam tanganku, maka dia akan kubawa kembali kepadamu.’ (38) Tetapi jawabnya: ‘Anakku itu tidak akan pergi ke sana bersama-sama dengan kamu, sebab kakaknya telah mati dan hanya dialah yang tinggal; jika dia ditimpa kecelakaan di jalan yang akan kamu tempuh, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena dukacita.’”.

Sekarang mari kita membahas kata-kata Yakub dalam ay 36.
Ay 36b: ‘Aku inilah yang menanggung segala-galanya’. Ini salah terjemahan.
NIV: ‘Everything is against me’ (= Segala sesuatu menentang aku).
KJV/NASB: ‘all these things are against me’ (= Semua hal ini menentang aku).

The Bible Exposition Commentary: Old Testament: “‘All these things are against me!’ was a valid statement from a human point of view, but from God’s perspective, everything that was happening was working for Jacob’s good and not for his harm (Rom 8:28)” [= ‘Semua hal ini menentang aku!’ merupakan suatu pernyataan yang sah dari sudut pandang manusia, tetapi dari sudut pandang Allah, segala sesuatu yang sedang terjadi sedang mengerjakan untuk kebaikan Yakub dan bukan untuk kerugiannya (Ro 8:28)].

Adam Clarke: “All these things are against me, said poor desponding Jacob; whereas, instead of being against him, all these things were for him” (= Semua hal-hal ini menentang aku, kata Yakub yang putus asa; padahal semua hal-hal itu bukannyamenentang dia, tetapi untuk dia).

Matthew Henry: “Jacob gives up Joseph for gone, and Simeon and Benjamin as being in danger; and he concludes, ‘All these things are against me.’ It proved otherwise, that all these were for him, were working together for his good and the good of his family: yet here he thinks them all against him. Note, Through our ignorance and mistake, and the weakness of our faith, we often apprehend that to be against us which is really for us. We are afflicted in body, estate, name, and relations; and we think all these things are against us, whereas these are really working for us the weight of glory” (= Yakub menganggap Yusuf mati, dan Simeon dan Benyamin sebagai ada dalam bahaya; dan ia menyimpulkan, ‘Semua hal-hal ini menentangaku’. Tetapi terbukti sebaliknya, bahwa semua ini adalah untuk dia, bekerja bersama-sama untuk kebaikannya dan kebaikan keluarganya: tetapi ia berpikir semua itu menentang dia. Perhatikan, Melalui ketidak-tahuan dan kesalahan kita, dan kelemahan dari iman kita, kita sering melihat itu sebagai menentang kita apa yang sebetulnya adalah untuk kita. Kita menderita dalam tubuh, milik / kekayaan, nama, dan hubungan; dan kita berpikir bahwa semua hal-hal ini menentang kita, sedangkan ini sebetulnya sedang mengerjakan untuk kita kemuliaan yang besar).
Catatan: dalam bahasa Inggris, lawan kata dari kata depan ‘for’ (= untuk) adalah kata depan‘against’ (= terhadap / menentang). 

Kalau saudara adalah seorang anak Tuhan yang sungguh-sungguh, maka Tuhan tidak pernah dan tidak akan pernah bekerja menentang saudara. Sebaliknya Ia selalu bekerjauntuk saudara!
Bdk. Ro 8:28 (KJV): “... all things work together for good to them that love God” (= ... segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi Allah).

Pulpit Commentary: “So God’s providences are often misinterpreted by his saints” (= Demikianlah providensia Allah sering disalah-mengerti / disalah-tafsirkan oleh orang-orang kudusNya).
Pulpit Commentary: “How often the believer says, ‘All these things are against me.’ when he is already close upon that very stream of events which will carry him out of his distress into the midst of plenty, peace, and joy of a healed heart in its recovered blessedness” (= Betapa sering orang percaya berkata: ‘Semua hal ini menentang aku’ pada saat ia sudah dekat dengan aliran peristiwa-peristiwa yang akan membawanya keluar dari kesukaran / penderitaan ke tengah-tengah kelimpahan, damai dan sukacita dari hati yang disembuhkan dalam keadaan diberkati yang dipulihkan).

Memang, Yakub sebetulnya sudah dekat sekali dengan kebahagiaan yang luar biasa dimana ia bertemu kembali dengan Yusuf, dan semua yang ia alami ini mengarahkan ia kepada pertemuan yang berbahagia itu, tetapi saat ini ia justru menjadi putus asa.
Bagi kita, karena kita mengetahui Kej 43-dst, maka kita bisa melihat betapa bodohnya Yakub. Tetapi bagi Yakubnya sendiri pada saat itu, segalanya terlihat gelap gulita, sehingga ia menjadi putus asa.
Penerapan: kalau saudara adalah anak Allah, dan pada saat ini segalanya kelihatan gelap gulita bagi saudara, jangan putus asa seperti Yakub. Percayalah bahwa Allah mengarahkan semua itu pada kebaikan saudara, dan mungkin sekali, sama seperti Yakub, saudara sudah dekat sekali dengan saat yang akan sangat membahagiakan saudara!



-AMIN-